Kamis, 12 Juli 2007

Tips Menagih Piutang Macet


Utang-piutang memang bukan perkara yang gampang. Banyak perusahaan yang direpotkan oleh urusan utang-piutang. Umumnya kesulitan itu karena penagihan utang yang macet dan berlangsung lama. Karena itu biasanya perusahaan membuat prosedur khusus untuk penagihan piutang macet.

Umumnya, penagihan dilakukan melalui surat pada periode tertentu yang dilayangkan hingga beberapa kali. Namun masalahnya tidak selamanya urusan penagihan berjalan sesuai yang diharapkan. Yang sering kali terjadi, hingga surat tagihan yang kesekianpun, pengembalian piutang itu tak kunjung berhasil.

Tentu saja hal merugikan tersebut tak bisa didiamkan. Anda harus memikirkan cara lain yang lebih efektif. Tips berikut ini mungkin berguna bagi Anda jika Anda kesulitan dalam penagihan piutang.

Hubungi debitur secara langsung
Jangan menghubungi debitur lewat orang lain. Hubungi secara langsung, baik melalui telepon atau mendatangi kantornya secara langsung. Ciptakan pertemuan itu sepersonal mungkin antara Anda dan dia. Sehingga Anda bisa membicarakan masalah ini dengan jelas.

Kuasai masalahnya
Pahami dan kuasai kondisi permasalahannnya sejelas mungkin. Jangan sampai Anda dianggap sebagai penagih yang sekedar menjalankan tugas dan tidak akan bermasalah jika tagihan itu tidak dilunasi secepatnya. Maka kuasai keadaan dan situasinya. Untuk itu milikilah catatan lengkap, korespondensi, dokumen dan keterangan lain.

Serius
Jangan setengah-tengah dalam menagih 'uang'. Jika mereka menolak menerima telepon Anda ataupun menolak bertemu, jangan menyerah. Hubungi terus atau bila Anda terlanjur ke kantornya tunggulah sampai ia mau menemui Anda. Jika diinformasikan bahwa ia tidak ditempat lakukan konfirmasi. Pokoknya jangan biarkan ia bersembunyi dan menghindar dari Anda. Tunjukkan bahwa Anda sangat serius melakukannya karena ini menyangkut keuangan perusahaan, tempat dimana Anda mencari nafkah. Mereka yang berhutang wajib mengembalikannya dan Anda sangat berhak mendapatkannya kembali.

Tawarkan solusi
Jika memang ia menghadapi situasi yang 'mentok', coba pikirkan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa ditempuh. Misalnya dengan meminta jaminan, menukar dengan sesuatu yang berharga, dll. Tetapi jika masih ada kemungkinan uang bisa kembali dalam bentuk cash Anda harus mengusahakannya sekuat mungkin. Kemungkinan lain ini hanya boleh Anda lakukan jika memang situasinya sangat memaksa.

Nah, jika Anda bertanggung jawab dalam urusan tagih-menagih ini, cobalah cara-cara di atas. Kalau berhasil bukankah Anda juga telah menyelamatkan perusahaan? Maka lakukanlah dengan penuh komitmen. Semoga berhasil...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun