Jumat, 15 Oktober 2010

Happy Birthday, you're not getting older you're just a little closer to death.

To the nation's best kept secret, your true age.

Birthdays are like boogers; the more you have the harder it is to breathe.

Birthdays are good for you. Statistics show that people who have the most live the longest!

Money's tight, Times are hard, Here's your friggin birthday card

Growing old is mandatory, growing up is optional.

Better to be over the hill than buried under it.

You are only as old as you act.

So many candles... so little cake.

Happy Birthday to you, you live in a zoo, you smell like a monkey, and you look like one too.

We know we're getting old when the only thing we want for our birthday is not to be reminded of it.

Happy Birthday on your very special day, I hope that you don't die before you eat your cake.

You're another year older and another year wiser.
So put your brain to work
And figure out there ain't no gift for you.

Two tips on your birthday:
1) Forget the past, you can't change it.
2) Forget the present, I didn't get you one.

Some words of wisdom for your birthday, "Smile while you still have teeth!"

Happy Birthday you old fart.

You would have loved the gift I didn't bother getting you.

Another year, another new place that aches.

Birthday Ideas

One more year of existence down the drain. Happy Birthday!

The only reason you hate your birthday is because people give you odd gifts, scary cards with weird messages in them, and because you're getting older. Anyway, Happy Birthday!

It's ok to light the candles on your birthday cake now; I've already alerted the fire department.

With age comes wisdom. (You're one of the wisest people I know!)

I was trying to think of what to get you for your birthday but nothing came to mind.

You're not old until you can't read this writing anymore.

The younger you try to look; the older you actually are.

Another year older, none the wiser.

Enjoy your birthday cake today since tomorrow we'll return to judging you based on every single morsel you ingest.

Happy Birthday! You're one year closer to your death day.

I'm not going to make any age related jokes because I genuinely feel bad about how old you are.

Don't think of it as getting older, think of it as becoming a classic.

An old fart is as good as a new one.

You've survived another year. Although you're older, it's better than the alternative. Congratulations!

You age like cheese... You just keep getting smellier!

Is it getting hotter in here or is it just all the candles on your cake?

There were a lot of famous people born on your birthday. Too bad you aren't one.

Never lie about your age except in the case of an emergency, like if somebody should ask how old you are.

Count your blessings, not your wrinkles.

I'll always think of you as someone older than me. Happy Birthday.

You're older.
You're wiser.
You're sophisticated.
You're far too mature to be concerned with material things, like presents.

You know you're getting old when you walk up the stairs and call it exercise. Happy Bday!

Birthdays are nature's way of telling us to eat more cake.

May you live as long as you want to, and want to as long as you live.

May you live to be old and toothless.

So many birthdays. So few candles. Next year, may your birthday wish be a bigger cake.

Forget your past, it's already done. Forget your present too, because I forgot.

SEPATU BAPAK TUA

Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota . Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi.
Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah
dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?” Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ”Supaya siapa
pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”
Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah
berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.
Sikap mempertahankan sesuatu — termasuk mempertahankan apa yang sudah tak
bermanfaat lagi — adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan.
Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda
dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.
Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan
paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabk an. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.
Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya.
Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.
Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur.
Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ”perpanjangan
tangan” Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan ”titipan” Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.
Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang
senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.
Sebagai penutup, ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak:
”Engkau tidak pernah memiliki sesuatu, Engkau hanya memegangnya sebentar, Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya. Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan engkau
mencemarkannya. Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya”.

Good Look Can KillWoman's Job Chances

Beauty has an ugly side when it comes to job applications: it prevents attractive women from even being considered for some positions, according to a study published Friday.

Researchers found that good-looking women were unlikely to be hired when they applied for jobs considered masculine -- like construction supervisor, prison guard, car salesperson or tow truck driver -- the study published in the Journal of Social Psychology says.

Good-looking women did, however, have an advantage over their less attractive female counterparts in jobs deemed feminine.

Men, on the other hand, face no such beauty-barrier: good-looking men always have an advantage over less good-looking men seeking work, regardless of whether the job they are after is a seen as masculine or feminine.

The study researchers, led by Stefanie Johnson, a management professor at the University of Colorado's Denver Business School, asked participants to pair jobs ranging from lingerie salesperson to tow truck driver with photos of applicants they considered suitable for the job.

They had a stack of 55 male and 55 female photos, and the list of jobs.

In job categories like director of security, hardware salesperson, prison guard and tow truck driver, attractive women were completely overlooked, even though appearance was considered unimportant for the job.

Even in jobs where appearance was considered important -- such as car salesperson -- attractive women were ignored. Instead, they were slotted into positions like receptionist or secretary.

In a second study, participants were also given the resumes of the job applicants. But that changed nothing: the good-looking women were still ignored for the manly jobs.

The study's authors chided employers who let stereotypes and physical appearance influence hiring decisions, urging them to hire on merit.

But even though attractive women tend to miss out on some job opportunities, overall, it's good to be good-looking, said Johnson.

When they do get hired, beautiful people tend to get higher salaries, better performance evaluations, are more likely to gain admission to university, get better voter ratings when running for public office and more favorable judgments in trials, she said.

Komitmen, Keberanian, dan Hasrat

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun.
Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya
adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan
mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.
Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir
sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid
Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana .
Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis
Indonesia.
"Aku ingin kuliah di Amerika," tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal.
Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia
yang bagai pungguk merindukan bulan.
Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan
naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk
pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang
didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu
pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.
"Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang
kaya-kaya," tutur sang guru. "Semangat Hani meningkat seiring dengan
meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat."
Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas
besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di
sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai
tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada. Namun, Hani
memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.
"Maukah Anda mengirimkan namaku?" pintanya untuk didaftarkan sebagai
penerima beasiswa.
"Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik
dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga
dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya," ujar sang guru.
"Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk
diterima itu tipis, mungkin nihil."
Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa
Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang
yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar
bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.
Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat
dari asosiasi beasiswa itu.
"Inilah saat yang kejam. Penolakan," pikir sang guru.
Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang
guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani
diterima....
"Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah
diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi
juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk
percaya akan dirimu sendiri," tutur sang guru menutup kisahnya.
Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship,
dan dimuat di buku "Chicken Soup for the College Soul", yang edisi
Indonesianya telah diterbitkan.
Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark
Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih
dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.
Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad
untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, "Perbedaan antara
yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang."
Anda memilikinya?

DAILY WISDOM WORDS..

Perbedaan mendasar antara orang gigih dan orang keras kepala adalah
kegigihan didatangkan dari kemauan kuat, sementara keras kepala dari
menolak kemauan dengan keras (Tom Bradley)

Tindakan benar memerlukan kekuatan besar (Kazuo Inamori)

Jadilah diri anda sendiri. Siapa lagi yang bisa melakukannya lebih baik
ketimbang diri anda sendiri? (Frank Giblin, II)

Yang penting bukanlah siapa yang benar, melainkan apa yang benar. (Thomas
Huxley)

Saya menemukan bahwa keberuntungan bisa diramalkan. Bila anda ingin lebih
beruntung, ambillah lebih banyak kesempatan, lebih giat, maka keberuntungan
lebih sering muncul. (Brian Tracy)

Dalam kebanyakan kasus, kekuatan dan kelemahan adalah dua sisi mata uang
yang sama. Kekuatan dalam suatu situasi merupakan kelemahan di situasi yang
lain, seringkali orang tidak juga mengubah persneling mereka. Akan sangat
tipis sekali bila kita berbicara mengenai kekuatan dan kelemahan karena
keduanya hampir selalu serupa. (Steve Jobs)


Have a positive day!

When's The Best Time To Quit Your Job? And Other Career Questions

1. How do I ask for a raise?
The best time is during your appraisal when it's best to see what your manager thinks of you and when you also let your achievements speak for themselves.

Or, meet with your manager to explain that your job scope and responsibilities have increased before asking if your salary can be reassessed. Make sure before you ask that you have already performed well. If you succeed, try to get a realistic time frame of when it will start, preferably in writing.

David Ang, executive director of Shri (Singapore Human Resources Institute) cautions, “If a supervisor knows your value, your raise will be taken care of in good time. But if nothing happens and there are empty promises, and you’ve worked there for two years without a salary increase, then it may be time to move,” he says.

2. My boss is driving me nuts. How can I get a transfer?
Try to talk to your boss about your problem first. Explain honestly (but diplomatically) why you want a transfer to a different department. It’s always better they hear it from you than from someone else.

“If you feel your boss won’t take the news well, speak to your HR director in strict confidence. Whatever you do, never ever burn any bridges.” James Koh, director of staffing specialist Aquent, advises. Don’t even think about criticising your boss, for instance.


3. When’s the best time to quit?
After you get your bonus. The money comes in handy during the transition into your new job, and it can also buy a holiday in between jobs. But if you’re very unhappy at work, or have found an offer you can’t refuse, don’t wait for bonus time. Quit whenever you have to.

4. I left the office at 10pm. Can I come in later in the morning?
Yes, but only if your boss says so.

It’s unprofessional to leave your supervisor and colleagues wondering where you are. If, for whatever reason, you’re running late, let your supervisor know. “Usually, bosses will be understanding if they see that you are working hard,” says Carol Yong, group HR Manager at the Dairy Farm Group (which includes retailers like Cold Storage, 7-Eleven and Guardian Pharmacy). “But a lot depends on your track record, as well as your rapport with your manager.”

5. How can I do well for my appraisal?
The short answer is: sell yourself.

Be specific about your achievements using actual figures - saying the cost-cutting project you headed saved the company $10,000 or that your work expanded the company’s market share by 20 per cent is more effective than showing the appraiser a log of your overtime hours.

You’ll probably be asked about projects that didn’t work out or targets that you didn’t meet, so be prepared. “If your project was a disaster, be honest. If there were real factors that were out of your control, state them frankly but don’t point fingers. Objectively describe the challenges you faced,” Carol advises. “You will be asked about you how you overcame these challenges creatively. And that’s when you must show that you did all you could, given the circumstances.”

6. Can my boss see what I'm doing on my PC?
Unfortunately, yes. The office computer is company property and your boss can read anything in it, including e-mails that you send as a representative of the company. As for instant messaging? Be wary too - the guys in the IT department could be “listening in” on your IM conversations.

Jangan Biarkan Kebaikan Pergi dari Kehidupan Kita

Tak perlulah kita gundah untuk semua kebaikan yang kita lakukan meski sekuat tenaga kebaikan yang coba kita torehkan untuk orang lain tetapi orang lain tetap tak bergeming, curiga, bahkan menyudutkan dengan tuduhan bahwa seolah mereka mencium aroma kebusukan di balik semua tindakan yang kita lakukan.

Risau dan gundah, buanglah jauh-jauh perasaan demikian. Bisa jadi mungkin orang tidak memahami dengan pasti kebaikan yang kita berikan, atau kemampuan atau sumber daya menerima untuk menerima kebaikan kita terbatas, atau bisa jadi memang itu memang sebuah ujian untuk kita hadapi dalam menaiki anak tangga ketulusan.

Janganlah banjirnya pujian membuat kita begitu terlena, atau sebaliknya janganlah pula kita berlama-lama dengan kecewaan yang mendera akibat
penerimaan orang lain tidak seperti yang kita harapkan. Karena memang kita tak pernah mengukur sebuah ketulusan dan pamrih.

Dan tentunya mendengar pujian adalah sebentuk pamrih juga yang semestinya tak diperlukan dalam sebuah ketulusan. Jelas bukan, putuskan ikatan kekecewaan
dari hati kita oleh cibiran dan hinaan orang lain yang terus mengganggu niat baik yang keluar dari lubuk hati yang tulus. Biarkan hati kita mengalir butiran air kebaikan dalam keluasan samudera hati.

Berbuat baiklah terus seakan-akan kita tak menyadari sedang melakukan kebaikan. Semestinya memang kita tak perlu merasa baik, karena di saat kita
merasakannya, kebaikan itu mengambil jarak dari kita. Ia menjadi sesuatu yang lain dari diri kita. Semestinya kebaikan menyatu dalam diri kita. Di saat mengasah sebuah pisau, takkan kita dapati ia menjadi tajam, hingga kita berhenti untuk merasakan ketajamannya.

Di saat kita melakukan kebaikan, kita tak perlu berusaha untuk menyadarinya. Biarkan kebaikan mengalir begitu saja, karena hanya bila kita berhenti sajalah kita baru bisa merasakannya. Dan di saat berhenti, kebaikan itu bukan lagi milik kita. Di saat kita berusaha merasakannya, kebaikan itu sudah menjadi milik pisau.

Biarkan orang lain memperlakukan kita dengan sikap atau cara apapun yang mungkin dapat saja begitu menyakitkan hati, biarkan kebaikan kita dihempaskan
sedemikian rupa, karena memang mutiara tetaplah mutiara meski terletak di dasar lumpur pekat sekalipun. So, tak ada alasan kita menjadikan hati nelangsa dan gundah gulana. Yang pasti dunia kita tidak akan segera berakhir hanya karena orang lain tak menyukai keberadaan dan segala kebaikan yang kita lakukan, bukan!

Have a positive day!

CERITA KEBESARAN HATI SEORANG SUAMI

Dadaku sempat berdegup dan terhenyak saat ku mendengar cerita yang begitu mengelitik jiwaku. Tanpa ku sadari beberapa butir air mata jatuh ketika mobil yang kukendari tiba di areal perparkiran gedung tempat menunaikan aktivitas keseharianku.
Andi (samaran) itulah namanya, memang seorang pria biasa dan dan tidak begitu populer di mata rekan- rekannya. Sebagai seorang yang memiliki posisi yang cukup penting dan strategis di perusahaan tempanya bekerja, seringkali Anda dianggap seorang yang kaku, tidak royal, tertutup, penampilan yang jauh sangat sederhana jauh berbeda sekali dengan seseorang yang menduduki posisi tersebut sebelumnya, dan sederet sikap yang kadang kurang disukai rekan kerja lainnya . Tak mengherankan bila beberapa rekan kerja termasuk bawahannya kadang mengeluh akan sikapnya. Sebagai orang yang memilliki profesi yang sama terkait dengan manusia dengan orang yang kukasihi, tak mengheran bila kami sering sharing dan diskusi bersama Aku memang sering mendengar tentang Andi dan sempat mempertannyakan mengapa sikapnya kadang demikian, meski aku berpikir sikap dan apa yang dilakukannya kepada orang lain masih dalam koridor toleransi yang normal. Meski aku mengenal dirinya tak sebaik istriku, aku merasakan aura kebaikan saat beberapa kali aku bertemu dan berbicara
dengannya. Entah mengapa hati kecilku mengatakan, sepertinya ada sebuah cerita tersembunyi dari dalam diri Andi. Tuhan memang Maha Kuasa dan Mengetahui, di pagi hari aku mendengar cerita yang begitu menyentuh dan menginspirasi hidupku.
Sudah dua tahun hingga kini Andi mesti merawat istrinya yang koma sejak istrinya yang tengah mengandung buah hati pertama mereka ditemukan tak sadarkan diri. Dokterpun tak kuasa untuk menangani dan terpaksa sang bayi harus dilahirkan premature karena kondisi sang Ibu yang diadiagnosa akan mengalami stroke. Tuhan Maha berkehendak, sang buah hati mereka lahir dengan selamat walau dengan berat yang tidak normal seperti bayi-bayi yang lahir pada umumnya, tetapi Sang Ibu hingga kini masih dalam keadaaan koma sejak awal tak sadarkan diri. Dalam kondisi demikian, Ibu Sang Bayi mesti terus terbaring dan membutuhkan penanganan khusus. Setiap hari Andi harus mengeluarkan 9 juta untuk merawat ibu bayinya, aku dapat membayangkan berapa sudah uang yang harus dibayarkan ke rumah sakit, membayar suster selama perawatan di rumah, kebutuhan perawatan lainnya seperti pampers minimal 2 kali diganti setiap hari, dan segala kebutuhan perawatan lainnya. Belum lagi hidung tempat mediasi makanan dan nutrisi dari sang istri tidak berfungsi, dan dengan terpaksa perut sang istri harus dilubangi untuk menyalurkan makanan.
Dalam kondisi yang demikian, aku sangat memahami bila jiwanya begitu terguncang di masa-masa awal cobaan yang menimpanya. Belum lagi kemarahan dan kecaman, dan perlakuan lainnya dari orang tua sang istri yang menilai dirinya yang tidak memperhatikan anaknya. Meski diketahui, sebelum mereka menikah dan setelah menikah sang istri ternyata sering mengkonsumsi obat sakit kepala yang itupun baru diketahuinya. Demi cinta yang begitu besar, Andi tak berpikir apapun selain berjuang agar istri dapat terus dirawat dengan baik, meski Andi rela melepas materi apapun yang dimikinya dan segenap keprihatinan hidupnya. Hatinya tak goyah walau sempat keluarga mempertanyakan kesetiaannya untuk tetap terus menjaga istrinya hingga akhir hayat. Baginya jiwa dan raga telah diberikan kepada sang istri tercinta dalam kondisi apapun.
Sebulan sekali Andi harus ke kota lain untuk menemani sang istri. (Dan aku pun mengenal pertama kali dengannya saat berada di executive lounge bandara untuk kembali ke Jakarta ). Dalam setiap kesempatan acara Andi selalu datang sendirian, tak mengherankan bila sebagian rekan-rekannya sempat beranggapan Andi punya wanita idaman lain karena alasan demikian. Saat ini Sang buah hati telah mengenal ayah bundanya dengan baik. Andipun dapat merasakan kontak batin dengan sang istri tercinta melalui air mata yang mengalir membasahi kedua pipi sang istri saat Andi pergi untuk kembali ke Jakarta untuk bekerja dan Sang buah hati turut menyapa sang Bunda.
Dua tahun sudah waktu berlaku Andi menjalani ujian dari Sang Pencipta, baginya saat ini dan mendatang, cukup sudah air mata mengalir dan bagaimana dia tetap terus dapat merawat dan menjaga istri tercinta serta membesarnya buah hati mereka dengan penuh kesabaran. Andi pun menyampaikan isi hatiya mengapa dia bersikap demikian pada orang lain untuk membiarkan orang lain menilai diri dan kesederhanaannya, dalam hidup kita tidak boleh pesimis dan mudah cengeng bahwa banyak cobaan hidup yang jauh lebih besar dari apa yang dimilikinya dan dimiliki orang lain, sebagai pekerja mesti harus bersyukur dan tidak boleh gampang mengeluh karena kita masih diberikan rizki dariNYA, dan tak perlu malu dengan keadaan diri (di tempat kerja sebelumnya sering dianggap tidak dapat memposisikan diri dengan jabatannya karena sering menggunakan angkot, ojek, dan alat transportasi umum lainnya)
Rasanya cerita cukup sudah dan bagiku sudah cukup membuat diriku tersentuh dan berpikir. Oh Andi, aku tak tahu apakah aku mampu bila aku berada di posisi mu. Semoga aku bisa memiliki kebesaran jiwa dan kehebatan sebuah ketabahan seperti dirimu. Dari cerita Andi, memberiku beberapa inspirasi nilai kehidupan bahwa :
1. Persepsi kita terhadap orang lain belumlah lengkap bila kita tak mengetahui dirinya secara menyeluruh “ The Map is Not The Territory”
2. Kehebatan sebuah cinta dan kasih yang tulus & ikhlas mampu membuat kita terus bertahan dalam kondisi dan benturan hidup, berkorban, dan menghempaskan ribuan kata negatif
3. Dengan simpati dan empati akan membuat kita menjadi lebih bijak dalam bersikap dan menilai orang lain (don't judge the book with the cover).
4. Untuk naik kelas menjadi manusia yang lebih baik & berkualitas, survival, dan kuat tentunya kita akan menjalani berbagai macam ujian kehidupan yang tidak mudah dan semakin tidak mudah.
5. Di balik setiap cobaan kehidupan tersimpan proses pembelajaran hidup.
Semoga kisah sejati Andi juga memberikan inspirasi teman-teman selain diriku.
Terima kasih.
Have a positive day!
Diceritakan oleh,
Mohamad Yunus

BAGAIMANA MENYIKAPI KESEMPATAN YANG DATANG

Siapapun mengenalnya dengan baik sebuah sosok bernama kesempatan.
Dia datang dan pergi berlalu setiap saat dengan atau tanpa perduli oleh kita. Seringnya
kita tak menyadari dia datang dan begitu dekat di depan mulut wajah kita. Bagi si pintar
kesempatan disadari benar untuk ditangkap dan dimanfaatkan dengan benar. Sebaliknya
bagi si bodoh kesempatan bagaikan makanan lezat siap saji di atas meja makan dibiarkan
begitu saja tanpa disentuh sedikitpun.
Bila kita renungkan lebih dalam, sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan kesempatan.
Ketika kita melihat sesuatu dari sisi yang berbeda kita menemukan cahaya kesempatan
di antara celah-celah kondisi dan situasi yang kita temui. Sederhana saja, pertanyaannya
haya satu "apakah kita siap ketika kesempatan datang menghampiri kita?" Bukan perkara
kita mampu atau tidak mampu untuk memanfaatkan kesempatan, tetapi kesiapan dirilah
yang menentukan kita bisa atau tidak untuk merangkul dan mengambil langkah tindakan.
Tak heran bila kita banyak mendapati keberhasilan para usahawan diperoleh dengan
memasukan pundi-pundi kesempatan dalam tiap sudut ruang organisasinya.
Jika kita pahami dengan bijak sebenarnya tiada kata kebetulan di kehidupan kehidupan
yang ada hanyalah kita tak cerdik untuk menjaring setiap kesempatan yang muncul.
Kita menganggapnya kebetulan karena dia datang dan kita siap menyambut dalam kondisi
dan situasi yang kita butuhkan. Sekarang bagaimana kita menilai sebuah kesempatan?
Apakah kita biarkan dia pergi berlalu bagai debu diterpa angin tanpa pernah berpikir sesal
datang kemudian ? atau dengan pasti kita membuka wahana pikiran akan datangnya
setiap kesempatan untuk kita berlari 100 langkah lebih cepat dari orang lain ?

Kesempatan mengetuk di saat yang paling aneh. Persoalannya bukan pada kapan itu
terjadi, melainkan bagaimana anda membuka pintu. Dan bertemunya kesempatan dan
kesiapan akan menciptakan sebuah KEBERHASILAN. (MY)

Have a positive day!

Besok Masih Ada

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya.
Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika dia dewasa, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang wanita yang sangat cantik dan baik. Wanita ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.
Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.
Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya.”
Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.
Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku cinta kamu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya.
Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii , New Zealand , dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, Andai saja aku menyadari ini dari dulu….” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata di pipinya.
Apa yang saya ingin coba katakan pada Anda, waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, Anda ternyata telah maju terlalu jauh. Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah! Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.
Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.
Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.
Have a positive day!

Senin, 11 Oktober 2010

Tips Jadi Selingkuhan Yang Baik

Jadi pacar yang baik? Gampaaang... Yang susah itu jadi selingkuhan yang baik.

( Penulis : Lika Aprilia )


Hidup nggak selalu indah, saudara-saudara. Ada kalanya cewek yang kita gebet ternyata udah punya pacar. Padahal cewek itu mau sama kita. Akibatnya, kita cuma kebagian jatah sebagai HTS-an atau selingkuhan.
Kami di sini nggak menyarankan kalian untuk jadi selingkuhan lho. Lebih banyak ruginya daripada untungnya. Tapi kalo udah terlanjur, atau mungkin malah punya "cita-cita" tinggi yaitu merebut si cowok dari tangan pacarnya, ada baiknya kamu berusaha sekuat tenaga untuk jadi selingkuhan yang baik. Siapa tahu suatu hari nanti bisa naik kelas jadi pacar resmi. Hehehe...

1. Jangan terlalu tergantung
Terimalah bahwa kamu bukan pacarnya yang "sah". Prioritas dia adalah pacarnya, dan dia pasti udah disibukkan dengan pacarnya yang minta ini itu dan nuntut segala macem. So, janganlah kamu melakukan hal yang sama.

2. Jangan tunjukkan kalau kamu cemburu sama pacarnya
Itu resiko, bukan? Nunjukin kalo kamu jealous cuma bakalan bikin dia guiltyfeeling, dan bikin kamu capek hati. Lagipula tanpa kamu bilang pun dia tau kok bahwa kamu pasti menyimpan jealousy (meskipun cuman dikiiiiiit) sama pacarnya.

3. Jadilah pendengar yang baik
Dia mungkin butuh kamu untuk curhat masalah-masalah yang nggak bisa dia curhatin ke pacarnya. Misalnya: masalah dengan pacarnya. Hehe. Dan kamu harus ridho-ridho aja dengerinnya. Lupain dulu perasaan, dan jadilah teman buat dia.

4. Jangan pernah menuntut lebih
Adegan kayak gini sering banget kita liat di sinetron. "Mas, kapan dong kamu putusin pacar kamu?" Haduh! Jangan lah ya. Selain bakal bikin dia serba salah, belum tentu juga kan dia mau menjadikan kamu Nomor 1. Atau kalo mau minta kepastian dari dirinya (ceileeehh), pakailah bahasa yang nggak terlalu frontal. Pake kalimat, "Eh, lu belum bosen ya pacaran sama dia?" misalnya.

5. Cari tau kekurangan pacarnya
Misalnya pacarnya kurang bisa diajak bercanda, atau pacarnya nggak perhatian, atau pacarnya playboy. Nah, kamu harus jadi kebalikan dari sifat-sifat cowoknya itu. Yang nggak bisa dia dapet dari sang pacar, bisa dia dapet dari kamu kan.
6. Jangan menghubungi dia di saat kira-kira dia lagi sama sang pacar
Malem minggu adalah "jatah" dia pacaran. Tahan dulu deh keinginan untuk nelpon dia. Dia bakalan terganggu dan ribet (berusaha menyembunyikan dari pacarnya), dan bisa-bisa malah pacarnya curiga. .

7. Dekati pacarnya
Keep your friends close, and your enemy closer. Hehehe... Ini berguna bagi kamu untuk mengenali kelemahan sang pacar, dan supaya kalo dia curiga pacarnya punya selingkuhan, dia nggak akan langsung mencurigai kamu

8. Jangan maksa ngajak jalan ke tempat umum
Kalo dia mau, syukur... Kalo nggak, ya udah. Kalo ketemu orang yang kenal bisa-bisa menimbulkan kecurigaan tuh. Lagian kalo jalan di tempat umum pun kalian nggak bisa deket-deketan atau pegangan tangan. Keliatan sama temennya, bisa berabe tuh. Lebih parah lagi kalo kepergok sama tim Playboy Kabel atau Termehek-mehek atau reality show yang lain. Malu banget nggak sih lo? Hehehe...

9. Jangan terlalu banyak berharap
Karena cepat atau lambat, dia pasti harus memilih. Dan ada kemungkinan besar, bukan kamu yang dipilihnya. Tapi sampai judgement day itu tiba, just do your best, and enjoy the ride. Hehehe.

10. Don't stop trying
Ingat. Dia bisa punya "pacar" dua, kenapa kamu nggak? Jangan tutup kemungkinan dan pencarian terhadap cewek-cewek lain di luar sana yang kira-kira potensial buat dijadiin pacar beneran. Anggaplah fase 'jadi selingkuhan' ini sebagai pemanasan atau latihan atau pengisi waktu sebelum kamu dapetin pacar. Masih banyak ikan di laut, bos. Siapa tahu besok ternyata kamu yang harus memberikan kabar buruk ke peselingkuh kamu sambil bilang, "Sorry ya, sekarang gue udah punya pacar."

Rahasia Anti Frustasi: "Semeleh"

Oleh: Agung Praptapa *

Pernahkah Anda memiliki suatu keinginan tetapi tidak kunjung tercapai? Apa yang Anda rasakan? Marah pada diri sendiri? Menyalahkan keadaan? Patah semangat? Frustasi? Demikian pula pada saat kita dihadapkan pada suatu keadaan sulit seperti ditekan, diberi target berat, ataupun mendapat limpahan amarah dari orang lain. Apa gejolak yang ada pada hati kita? Marah? Depresi? Dalam dunia kerja yang sangat kompetitif seperti sekarang ini setiap hari kita dihadapkan pada situasi yang menyesakkan nafas. Tidak mengenakkan, bahkan menyakitkan. Tapi itu tidak untuk semua orang. Beberapa orang pandai menyiasatinya. Siasat seperti apa yang harus kita terapkan agar tidak terlarut dalam kesulitan, kemarahan, dan frustasi? Bagaimana kita harus menempatkan diri kita dan menata emosi kita agar sukses dan nyaman dalam menjalankan kehidupan?

Kearifan lokal jawa mengajarkan kita agar dalam menjalankan kehidupan ini kita harus "semeleh". Semeleh berasal dari akar kata "seleh" yang berarti letak. Dengan demikian "semeleh" bisa kita terjemahkan secara umum sebagai suatu keadaan dimana kita meletakkan segala sesuatu apa adanya, pada tempatnya. Terimalah segala sesuatu seperti apa adanya. Kurang lebih demikian pesan yang terkandung dalam kata "semeleh". Apakah ini berarti kita harus mengalah saja pada keadaan saat kita mendapatkan kesulitan? Apakah ini relevan dalam dunia kerja yang saat ini semakin kompetitif? Bukannya kalau kita diam tidak bergerak akan menjadikan kita tergilas dalam arus bola salju kompetisi yang semakin hari semakin dahsyat? Nah, pertanyaan seperti itulah yang akan saya jawab disini. Saya akan mencoba meluruskan kesalah-pahaman tentang pengertian semeleh agar kita tidak mengaplikasikan semeleh secara keliru. Saya pastikan bahwa semeleh justru mengandung kekuatan dan kearifan yang luar biasa agar kita bisa menjadi pemenang dalam era kompetisi seperti sekarang ini.

Beberapa mahasiswa saya pada pertemuan pertama menampakkan wajah tegangnya melihat kontrak pembelajaran yang saya tawarkan. Mulai dari literatur yang wajib mereka baca, sistem penilaian yang akan saya aplikasikan, dan juga rule of the game dalam proses belajar mengajar dalam mata kuliah tersebut. Saya memang memasang standar kualitas yang cukup tinggi pada mata kuliah yang saya ampu. Bukan saya sok hebat atau mempersulit mahasiswa, tetapi saya ingin siapa saja yang pernah saya ajar kelak menjadi orang hebat dan sukses. Melihat ketegangan beberapa mahasiswa, saya coba cairkan dengan beberapa statement motivasi. Disini saya bisa melihat bahwa beberapa mahasiswa yang tegang tersebut takut pada bayangan sendiri. Setelah saya motivasi baru mereka kelihatan tenang dan tatapan matanya sudah mulai berseri menandakan tumbuhnya perasaan optimistik dalam dirinya. Mengapa sebagian mahasiswa tegang dan sebagian lainnya tidak demikian? Hal tersebut karena sebagian mahasiswa yang tegang tadi menempatkan sesuatu tidak pada porsinya. Mereka ngeri oleh bayangan sendiri. Apa isi motivasi yang saya sampaikan? Saya menyampaikan agar dalam hidup ini kita hendaknya "semeleh".

Semeleh bukan berarti kita harus menerima segala sesuatu apa adanya kemudian kita paksakan diri kita untuk menerima situasi tersebut tanpa melakukan perjuangan apapun. Menerima sesuatu apa adanya sebenarnya merupakan penataan diri agar kita tahu posisi kita yang sebenarnya. Semeleh justru mengandung unsur "keberanian" yang luar biasa, yaitu melihat dan mengakui segala sesuatu seperti apa adanya. Saya tidak secerdas teman saya, misalnya. Ya sudah, terima saja, akui saja kalau memang keadaannya demikian. Namun jangan salah, bahwa walaupun teman kita lebih cerdas bukan berarti mereka akan lebih berhasil dari pada kita. Sukses atau tidak sangat bergantung pada bagaimana kita memanage diri kita sendiri dengan segala resources yang kita miliki. Orang cerdas yang tidak bisa memanage dirinya sendiri tidak akan jadi apa-apa. Ibarat kita memiliki pisau tetapi tidak tahu bagaimana cara menggunakannya, maka pisau tersebut hanya sebilah besi yang menggeletak. Akan sama seperti sepotong kayu yang tidak kita gunakan. Dalam kasus "merasa" orang lain lebih cerdas ini, yang penting adalah bagaimana kita mendayagunakan kecerdasan yang kita miliki untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. Toh ini juga kita baru "merasa" orang lain lebih cerdas. Jadi yang harus kita akui juga "saya merasa mereka lebih cerdas", karena belum kita ukur tingkat kecerdasan dengan cara pengukuran yang akurat oleh psikolog misalnya. Dengan semeleh hidup kita menjadi lebih ringan karena kita tidak dibebani oleh ketakutan. Terima saja apa adanya, kemudian berbuat yang terbaik dari apa yang kita punya.

Semeleh juga berarti kita harus lentur dan fleksibel menghadapi keadaan. Dunia ini tidak kotak. Segala kejadian tidak linier. Kehidupan ini tidak seperti rumus matematika yang serba pasti. Beban hidup yang ringan bisa saja dirasakan berat oleh sebagian orang. Sebaliknya, beban yang berat bisa dirasakan ringan oleh sebagian orang lain. Apa artinya? Artinya berat atau ringan itu bergantung pada cara pandang kita pada suatu masalah. Namun, menganggap ringan suatu masalah yang berat tidaklah baik. Sebaliknya, menganggap berat suatu masalah yang ringan juga membebani hidup kita. Oleh karenanya diperlukan skill untuk menempatkan sesuatu pada porsinya, yaitu melalui semeleh. Mengapa harus lentur dan fleksibel? Sekali lagi karena tidak ada rumusan tunggal untuk mengatasi berbagai masalah. Unsur timing bicara. Ada momentum. Jadi, lentur saja menghadapi hidup ini. Fleksibel saja.

Dari uraian yang saya sajikan tadi, nampaknya sangat disayangkan kalau kita sampai merasa frustasi menghadapi sesuatu. Semeleh saja. Kebanyakan perasaan frustasi adalah ciptaan sendiri. Kitalah yang sering menobatkan diri sebagai orang yang frustasi, yang tidak kuat menghadapi tekanan. Padahal keadaan yang sebenarnya belum tentu demikian adanya. Kalaupun kita sudah berhasil melihat sesuatu dengan obyektif seperti apa adanya, hal tersebut juga tidak bisa dipastikan akibat berikutnya. Jadi tidak ada sesuatu yang pasti? Iya. Tentu. Hanya Tuhanlah yang bisa memberikan jaminan 100%. Oleh karena itu, dalam menghadapi hidup ini kita harus semeleh. Yang penting kita selalu "Do the best. Lets God does the rest". Semeleh saja.

*) Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development.

10 Kekuatan Manusia

Oleh: Andrew Ho *

"He who stops being better stops being good. – Siapa yang tidak menjadi lebih baik berarti ia berhenti menjadi baik." Oliver Cromwell, Politikus Inggris (1599-1658)

Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.

Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba.

Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;

Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, "Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan," kata Hellen Keller.

Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, "Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh."

Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, "Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang."

Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. "Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari." Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.

Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best- seller.


__._,_.___

Agar Tak Hilang

oleh: Andrias Harefa *

Pramoedya Ananta Toer pernah menulis: "Kau, Nak, paling sedikit kau harus bisa berteriak. Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis, suaramu tak akan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari… Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah."

Wow! Jika Anda tak menulis, nama Anda akan hilang dari sejarah. Jangankan orang lain, cucu-cicit-canggah yang merupakan keturunan langsung Anda sendiri, tidak akan mengenal Anda lagi. Mereka mungkin akan kenal Socrates, Plato, Aristoteles, atau Dale Carnegie dan Stephen Covey yang semuanya mencatatkan nama dalam buku sejarah karena menulis.

Saya adalah contoh "korban" dari kakek-nenek yang tak menulis. Kakek saya bahkan meninggal jauh sebelum ayah saya menikah. Dari pihak ibu, kakek-nenek saya benar-benar tak saya kenali sedikitpun, karena mereka wafat sebelum saya lahir. Jadi, saya tak pernah tahu kiprah kakek-nenek saya, apa yang pernah dialaminya; bagaimana pergulatan hidupnya; apa yang sering dipikirkannya; bagaimana gejolak perasaannya menghadapi situasi-situasi kehidupan di masa silam; dan sebagainya.

Karena saya tak mau hilang dari sejarah keluarga sendiri, maka saya menulis. Saya senang bahwa kelak cucu-cicit saya akan tahu apa saja yang menjadi impian dan cita-cita besar kakeknya yang satu ini.

Jadi, agar nama Anda tak hilang dari sejarah keluarga, menulislah!

*) Andrias Harefa, Penulis 35 Buku Best-Seller.

Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat Kita

oleh: Emmy Liana Dewi *

Ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan `you are what you eat'. Apa yang Anda makan selain menggambarkan kesehatan fisik dan emosi Anda, juga mempengaruhi keadaan pikiran dan kesehatan sel-sel otak Anda. Menurut beberapa penelitian, ada beberapa jenis makanan yang menjauhkan kita dari penyakit Alzhaimer dan bentuk-bentuk lain dari Dementia atau gejala pikun karena proses penuaan.

Menurut Cynthia Green, PhD, pendiri dan direktur dari `the Memory Enhancement Program at Mount Sinai School of Medicine in New York City' yang juga penulis buku ` Brainpower Game Plan Book' mengatakan bahwa ada beberapa cara untuk memelihara agar sel-sel otak tetap muda, sehat, dan tajam serta mencegar otak dari perusakan yang disebabkan oleh peradangan. Yaitu dengan memilih makanan secara cerdas untuk memelihara sel-sel otak tetap cerdas disamping olah raga teratur plus mengerjakan `olah otak setiap hari dengan mengerjakan permainan-permainan yang merangsang perkembangan sel-sel otak.

Berikut ini ada 10 jenis makanan yang dianjurkan oleh Cynthia Green untuk meningkatkan ingatan dan kinerja otak kita:

1. Ikan yang berlemak: Misalnya ikan salmon, makerel, tuna, sardine kaya akan omega 3 yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pikiran. Pada tahun 2006 di Tufts University menemukan bahwa pada orang-orang yang makan ikan 3 kali per minggunya memiliki kadar DHA tertinggi dalam darah mereka yang bisa mengurangi resiko terserang penyakit Alzheimer sampai 39%.

2. Sayur berwarna hijau maupun yang memiliki 4 kelopak bunga: brokoli, kembang kol, bokchoi, kubis, kale yang kaya akan anti oksidan (vitamin C kaar tinggi) dan carotenoid yang mampu melindungi otak dari kerusakan.

3. Apokad, minyak sehat (olive oil, canola oil), kacang-kacangan dan biji-bijian. Penelitian membuktikan bagi yang mengasup makanan yang mengandung vitamin E (bukan dari suplemen), bisa menurunkan 67% kemungkinan mendapatkan AD.

4. Dark chocolate: Coklat yang tidak dicampur susu (paling tidak 70% kandungan coklatnya) mengandung flavonoid yang berguna bagi kesehatan otak selain itu juga menurunkan tekanan darah. Makanan lain yang mengandung flavonoid: apel, buah anggur merah dan ungu, red wine, bawang merah, teh dan bir.

5. Curcumin: Biasakan menambah bumbu dapur yang mengandung zat curcumin, misalnya kunyit, atau minum ramuan jamu yang dibuat dari kunyit atau temulawak. Karena zat curcumin bisa membersihkan protein di otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer yang disebut amyloid.

6. Beras merah, havermout/oatmeal, dan whole grains: membantu mengstabilkan kadar gula dalam darah kita. Glukose adalah salah satu sumber energi yang penting bagi otak. Bila tidka terpenuhi maka kita akan mudah pelupa dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, gula alami bisa didapat dari buah-buahan, sayur, dan kacang polong.

7. Air putih: 3/4 bagian dari otak manusia terdiri dari air. Selain itu, seluruh sel kita juga membutuhkan air putih yang sehat untuk bisa bekerja dengan baik. Penelitian di Ohio University, menemukan bahwa orang-orang yang mengasup cukup air putih (bukan cairan lainnya) memperoleh nilai yang tinggi pada tes brainpower daripada yang kurang asupan air putih. Biasakan minum 6-8 gelas air putih/hari.

8. Pegagan: atau lebih dikenal gotukola (Centella asiatica/kaki kuda, pacul gowang, pegago, antanan). Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa dan meningkatkan syaraf memori. Orang India minum teh gotukola untuk meningkatkan daya memori dan awet muda. Pegagan bisa didapat di pematang-pematang sawah.

9. Caffein: Walaupun ada pro dan kontra tentang caffeine untuk kesehatan, sebuah penelitian di Perancis menunjukkan bahwa wanita yang minum 3 cangkir kopi atau lebih mampu mengingat kata-kata lebih daripada wanita yang tidak minum kopi atau minum hanya sedikit kopi. Tapi perlu diingat, kelebihan dosis caffeine bisa menjadi boomerang bagi kesehatan.

10. Buah beri: Stroberi, rasberi, bluberi mengandung banyak antioksidan, terutama bluberi. Sayangnya bluberi sulit didapat di Indonseia. Akan tetapi kita bisa membeli bluberi beku dan bisa diproses untuk olesan roti maupun sirup.

*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop "Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller" . Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo. com



__._,_.___

Keseimbangan Hidup

oleh: Andrie Wongso

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, “Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, “Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.” tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.

Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua”.

“Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati”.

Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!

Demikian dari saya, Andrie Wongso - action and wisdom motivation training.
Success is my right, sukses adalah hak saya!

Salam sukses luar biasa!!

Uang Receh untuk Cinta

Oleh: Sonny Wibisono *

"Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi."
-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India

ANAK kecil itu lari tergopoh-gopoh. Di tangan kecilnya tergenggam beberapa uang receh. Jumlahnya tak seberapa. Namun dia memiliki niat mulia. Uang itu diserahkan pada tim pengumpul koin untuk Bilqis. Bilqis Anindya Passa, demikian nama lengkapnya, adalah anak laki-laki yang baru berusia tujuh belas bulan. Namun nasibnya sungguh tak beruntung. Dia diketahui mengidap penyakit atresia billier atau gangguan pada saluran empedu. Tayangan di televisi memperlihatkan kondisi perutnya yang besar dan matanya yang berwarna kuning. Sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati.

Untuk menyembuhkan penyakitnya, Bilqis harus menjalani operasi cangkok hati yang ongkosnya mencapai Rp 1 miliar. Orang tuanya tak mampu untuk membayar ongkos operasi sebesar itu. Akun Bilqis di Facebook pun dibuka dengan nama Koin Cinta Bilqis. Beberapa sukarelawan kemudian ikut bergabung dalam gerakan mulia ini dalam membantu mengumpulkan koin bagi Bilqis. Media massa yang merupakan ujung tombak penyebaran informasi, sangat membantu dalam memberitakan penyakit yang diderita Bilqis, sekaligus kebutuhannya akan besarnya biaya operasi. Publikasi gencar melalui media massa akhirnya membuat para tetangga pun tahu penyakit Bilqis. "Uang itu dari dua anak saya yang sengaja menukarkan uang logam. Semua untuk Bilqis. Namanya juga kita bertetangga, tentu kita bersaudara." tutur Manih, tetangga Bilqis, yang ikut menyumbangkan 230 keping uang logam.

Pengumpulan dana semacam ini terilhami Gerakan Koin untuk Prita Mulyasari. Suatu gerakan dari masyarakat luas untuk mendukung Prita yang tengah menghadapi masalah hukum dengan sebuah rumah sakit. Prita dituduh telah mencemarkan nama baik pihak rumah sakit hanya karena berkeluh kesah melalui email. Gerakan ini tentu saja membuat lega siapa pun. Di saat negara ini dinilai belum lagi mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi publik dengan baik, toh kepedulian publik teramat besar. Publik sama sekali tak banyak menuntut, tak banyak bicara, meski di luar sana misalnya, tengah terdengar pemberitaan tentang pembelian mobil mewah bernilai miliaran rupiah yang diperuntukkan bagi para pejabat negara. Rakyat mungkin hatinya terluka dengan isu pembelian mobil mewah tersebut. Namun hati nurani mereka tetaplah murni. Mereka memilih tidak berteriak-teriak, memaki, ataupun menghujat. Mereka justru merogoh kantongnya, mencari uang logam untuk disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan. Meski jumlahnya katakanlah tak seberapa.

Koin atau receh. Memang ada yang menganggap tak banyak berarti, kecuali untuk uang kembalian atau alat untuk kerik pada saat tubuh masuk angin. Namun uang receh jangan dianggap remeh. Dia dapat menjadi sebuah simbol cinta kasih. Uang receh menjadi penghubung kepedulian terhadap sesama. Tak perlu harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk dapat menyumbangkan koin. Karena siapa pun dapat tergerak hatinya untuk melakukan gerakan ini. Gerakan ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang memerlukan uluran tangan dari kita. Sikap berbagi terhadap sesama perlu terus digalakkan. Anda tak akan rugi sedikit pun jika Anda mau berbagi terhadap sesama, walau hanya dengan sekeping uang logam.

Hukum kekekalan energi mengatakan, tiada energi yang hilang bila dikeluarkan. Alangkah indahnya, bila mulai kini, kita semua mengumpulkan uang receh dalam sebuah wadah yang suatu saat akan berguna bagi saudara kita. Sumbangan atau uang itu memang akan berpindah tangan. Namun hakikatnya, dia akan kembali pada kita suatu saat nanti, dalam bentuk lain, yang akan menolong kita.

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
Komputindo, 2009

The Power of "Ojo Dumeh"

Oleh: Agung Praptapa *

Di antara filosofi hidup orang jawa yang paling terkenal mungkin adalah "ojo dumeh". Bahkan filosofi ini sudah mulai digunakan oleh kalangan yang lebih luas, tidak terbatas pada orang jawa saja. Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai "jangan mentang-mentang" ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Dalam hal kekayaan misalnya, jangan mentang-mentang kaya kemudian tidak menghargai yang miskin, apalagi melecehkan ataupun menghina. Ojo dumeh! Kekayaan yang kita miliki tidak bisa dijamin akan abadi. Bisa saja hari ini kita kaya tetapi malam nanti kekayaan kita dirampok orang dan ludes semua kekayaan kita. Kalau hal seperti itu terjadi, mau apa? Ini adalah refleksi dari realita kehidupan di mana ada kaya ada miskin, ada yang pintar ada yang bodoh, dan sebagainya. Yang kaya bisa saja menjadi miskin dan yang miskin bisa saja menjadi kaya.

Untuk itulah maka kearifan jawa ini selalu mengingatkan kita untuk ojo dumeh. Jangan mentang-mentang memiliki kelebihan kemudian menjadi sombong, tidak terkendali, lupa diri, bahkan kemudian merendahkan orang lain. Kearifan untuk ojo dumeh inilah yang mengantar banyak orang menjadi sukses. Bahkan ojo dumeh dapat melipat gandakan kekuatan dan kelebihan kita sehingga kita lebih powerful. Mengapa demikian?

Terdapat beberapa alasan mengapa ojo dumeh menjadikan kita lebih powerful. Yang pertama, ojo dumeh selalu mengingatkan kita agar kita tidak tergelincir kemudian jatuh dari posisi kita sekarang. Hal ini dikarenakan dengan selalu ingat pada adanya posisi yang berada dibawah kita, memberikan sinyal bahwa kalau tidak berhati-hati kita bisa terpeleset dan jatuh ke posisi tersebut. Jadi ojo dumeh menciptakan kehati-hatian. Dengan kita berhati-hati, maka pijakan kita menjadi lebih kuat. Kita tidak akan terpeleset, apa lagi jatuh.

Yang ke dua, ojo dumeh akan menyenangkan orang lain. Orang lain senang karena kita tidak mentang-mentang, tidak merendahkan mereka. Saat kita menyenangkan orang lain, orang-orang tersebut akan senang berada di sekitar kita. Mereka tidak ingin kita jauh dari mereka. Apa lagi lepas dari mereka. Artinya, mereka akan menjaga kita untuk stay in our position. Tetap di posisi kita di sini bukan berarti kita tidak mereka inginkan untuk menapak ke posisi yang lebih tinggi. Mereka justru berharap agar kita lebih membuat mereka senang. Pada posisi yang seperti ini saja kita menyenangkan mereka, sehingga pada saat kita berhasil berada di posisi yang lebih tinggi mereka berharap bahwa kita akan lebih menyenangkan mereka.

Yang ke tiga, ojo dumeh menunjukkan bahwa kita adalah orang yang bersyukur. Dengan tidak `mentang-mentang' berarti kita memberi pernyataan pada diri sendiri bahwa posisi kita yang seperti ini cukup untuk kita dan wajib kita syukuri. Kalau kita diberi lebih dari yang sekarang ini tentunya kita akan lebih bersyukur lagi. Dengan demikian kita bisa menikmati apa yang sudah kita miliki dan yang sedang kita alami.

Ke empat, ojo dumeh membuat kita hemat energi. Merendahkan orang lain, mengumpat orang lain, dan berfikir negatif tentang orang lain hanya akan menguras energi kita. Lebih baik kita menempatkan segala sesuatu pada porsinya saja. Setiap orang mendapatkan rejekinya sendiri-sendiri. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Yang banyak bisa menjadi sedikit, dan yang sedikit bisa menjadi banyak. Jadi, yang punya kelebihan bersyukur saja tanpa harus mengecilkan orang lain. Berfikir positif seperti ini akan menghemat energi kita. Apalagi orang yang merasa kita hargai tersebut juga kemudian menghargai kita, hal tersebut justru akan me-recharge energi kita.

Ke lima, ojo dumeh merupakan pengendalian diri. Yang dimaksud pengendalian diri disini adalah membawa diri kita kepada keadaan yang kita inginkan. Ojo dumeh akan selalu mengingatkan kita bahwa ternyata disekitar kita banyak sekali hal-hal yang berbeda dengan kita dimana perbedaan tersebut bukannya sesuatu yang kita inginkan. Saat kita diberi kelebihan dalam hal kekayaan misalnya, kita akan melihat bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Selama kita menyadari hal tersebut, dan kemudian tidak mengecilkan orang-orang yang kurang beruntung, maka kita justru akan diarahkan oleh keadaan untuk lebih baik dari keadaan kita sekarang dan terhindar dari keadaan yang tidak kita inginkan. Kalau kita mengecilkan orang lain, atau menghina, hal tersebut sama saja dengan kita menyamakan posisi kita seperti posisi mereka. Sama halnya kalau kita marah pada orang gila dan mengumpat orang gila, maka bukankah kita menjadi sama saja dengan orang gila tersebut? Sudah tahu dia gila kok kita marah kepada mereka? Demikian pula saat berhadapan dengan orang-orang yang tidak seberuntung kita. Kalau kita merendahkan mereka juga sama saja kita down grade, sama saja dengan mereka. Yang benar adalah saat kita lebih beruntung kita membantu dan mengangkat orang yang kurang beruntung tersebut ke posisi yang lebih baik. Kita boleh merendah, tetapi jangan merendahkan. Begitu kurang lebih yang terkandung dalam ojo dumeh.

Yang ke enam, ojo dumeh menjadikan kita tidak "over valued" terhadap diri sendiri. Kalau kita mentang-mentang, dan keadaan membiarkan kita terbuai dengan ke"mentang-mentang" an kita, maka kita bisa lupa diri. Sebagai contoh, mentang-mentang kita pandai kemudian kita membodohi orang lain. Orang lain mungkin diam. Kita yang sedang membodohi rasanya tiba-tiba menjadi lebih pandai, melayang tinggi lebih pandai lagi. Itu perasaan yang menipu. Kita justru akan tertipu oleh "mentang-mentang" kita. Untuk itulah maka kalau kita memegang kearifan "ojo dumeh" kepalsuan perasaan tersebut dapat kita hindari. Hati-hati, kita bisa over valued terhadap diri sendiri, yang apa bila kita tidak kuat bertahan, hal tersebut justru akan berbalik menjadi menurunkan value kita.

Mari kita bawa kearifan "ojo dumeh" ini ke tempat kerja kita. Bayangkan kita bekerja keras untuk menciptakan kinerja yang kita targetkan. Kemudian kita bisa menapak satu posisi ke posisi berikutnya yang lebih tinggi, yang akhirnya kita mencapai posisi puncak. Tetapi kita tetap rendah hati. Kita tetap menghargai pendapat orang lain walau yang posisinya lebih rendah dari kita. Kita tidak "mentang-mentang" mempunyai kekuasaan kemudian kita sewenang-wenang dengan kekuasaan kita. Kita tidak mentang-mentang berpenghasilan tinggi kemudian membelanjakan uang kita semau kita sampai lupa berderma. Kita tetap mendengarkan teman kerja kita seperti apapun posisi mereka. Kita tetap hemat dan semakin banyak berderma. Bagaimana dengan profil seperti itu? Kita ingin orang tersebut lengser? Tentunya tidak.

Untuk itulah maka kearifan "ojo dumeh" banyak dipelajari, dan diparaktekkan orang di jaman modern seperti ini. Ojo dumeh mendorong kita untuk semakin memanusiakan manusia (dalam istilah jawa disebut nguwongake). Ojo dumeh tidak akan mengerdilkan diri sendiri, justru akan membuat kita menjadi besar karena berjiwa besar. Ojo dumeh.

*) Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development.

Bertanya Pada Keheningan

Oleh: Adi W Gunawan *

Judul artikel ini terkesan "aneh", bukan? Mengapa bertanya pada keheningan dan bukan kepada seseorang? Apakah keheningan bisa memberikan jawaban? Kalau bisa dari mana jawaban itu muncul?

Pembaca, keheningan yang saya maksudkan di sini bukan keheningan malam saat kita semua pulas dalam tidur atau keheningan di puncak gunung saat kita hanya seorang diri menatap langit malam penuh bintang. Keheningan ini juga bukan saat berhentinya aktifitas kehidupan. Keheningan yang saya maksudkan adalah keheningan atau ketenangan pikiran yang penuh hingar bingar.

Untuk lebih memahami apa yang saya tulis di atas maka ijinkan saya untuk menjelaskan sekilas mengenai kesadaran (consciousness) . Untuk bisa memahami kesadaran maka ada dua hal yang perlu kita ketahui. Pertama adalah kondisi kesadaran (state of consciousness) dan muatan kesadaran (content of consciousness) .

Kondisi kesadaran ditentukan oleh pola gelombang otak seseorang pada satu waktu tertentu. Kondisi ini dinamis dan bisa berubah setiap saat. Sedangkan muatan kesadaran adalah isi atau buah pikir (thought) yang muncul bersamaan atau pada suatu keadaan kesadaran tertentu.

Dengan bantuan teknologi EEG yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus maka kini kita bisa melihat secara real time kondisi kesadaran seseorang dengan mengamati komposisi gelombang otak yang terdiri dari gelombang beta, alfa, theta, dan delta.

Beta adalah gelombang otak yang paling banyak ditemukan saat seseorang dalam kondisi sadar. Beta juga dikenal dengan gelombang pikiran sadar. Beta dihasilkan oleh aktifitas berpikir. Kisaran frekuensinya antara 12 – 15 Hz. Ada lagi yang disebut dengan High Beta yang lebih tinggi frekuensinya. Beta yang sangat tinggi berhubungan dengan kecemasan atau perasaan panik. Orang yang menjalani hidup dominan dengan gelombang beta, khususnya beta yang tinggi, akan dipenuhi dengan perasaan cemas, takut, dan tidak mampu memfokuskan pikirannya.

Alfa adalah gelombang otak saat kita rileks, melamun, atau berfantasi. Frekuensi alfa berkisar antara 8 – 12 Hz dan berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar/nirsadar. Alfa sangat penting karena membuat kita mampu menyadari apa yang sedang terjadi dengan diri kita saat dalam kondisi meditasi yang sangat dalam ataupun saat kita bermimpi.

Theta adalah gelombang otak yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Theta muncul saat kita bermimpi dan pada fase REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tempat menyimpan memori, emosi, persepsi, kepribadian, intuisi, dan masih banyak lagi. Muatan pikiran bawah sadar ini hanya bisa diakses bila kita mempunyai kombinasi dan porsi yang tepat dari frekuensi lainnya. Jadi, jika hanya theta saja yang aktif dan tidak ada alfa atau beta maka informasi dari pikiran bawah sadar tidak bisa diakses dan dimengerti.

Theta juga merupakan frekuensi yang menentukan level kedalaman meditasi atau khusyuk seseorang. Melalui gelombang theta kita menciptakan dan mengalami hubungan spiritual yang paling kuat, paling dalam, dan berkesan.

Delta adalah gelombang yang paling lambat dan rendah frekuensinya dan merupakan pikiran nirsadar (unconscious) . Pada orang tertentu gelombang delta mereka sangat aktif walaupun mereka dalam kondisi bangun/sadar dan bertindak sebagai radar yang selalu melakukan scanning. Kemampuan ini yang mendasari intuisi, empati, dan insting kita. Melalui delta kita bisa mengetahui kesejatian diri.

Delta banyak dijumpai pada orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan terapi, misalnya psikiater, psikolog, dokter, atau siapa saja yang biasa memberikan bantuan pada orang lain dalam hal yang berhubungan dengan masalah mental, psikologi, atau emosi. Satu hal yang sangat menarik dari delta yaitu gelombang ini merupakan gerbang untuk mengakses collective unconscious (nirsadar kolektif).

Singkat kata begini. Beta memberikan kerangka konspetual dan gambaran melalui kata-kata yang menentukan secara tepat pemahaman suatu situasi melalui proses berpikir. Alfa memberikan input sensori dan memberikan gambar pada muatan yang berasal dari pikiran bawah sadar dan atau nirsadar. Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar, menyediakan informasi "orang dalam" atau kebijaksanaan. Informasi yang berasal dari theta dialami seperti gambar yang kabur, gelap, kelam, dan buram. Pada saat alfa dan theta aktif bersamaan maka informasi ini akan dimengerti secara mendalam dan dengan gambar yang jelas. Delta memberikan input yang bersifat instingtif dan intuitif yang dipercaya berasal dari Kecerdasan Universal atau Kecerdasan Koletif.

Lalu apa hubungan penjelasan saya yang panjang lebar mengenai gelombang otak dan judul artikel ini?

Begini ya, banyak orang berusaha mendapatkan jawaban dari masalah mereka dengan mencari di luar diri mereka. Sebenarnya tanpa mereka sadari atau ketahui jauh di dalam pikiran mereka ada "kesadaran" yang mampu memberikan jawaban yang mereka cari.

Untuk bisa mengakses "kesadaran" ini maka kita perlu mengerti pola gelombang otak. Umumnya orang mencari jawaban dengan berpikir keras. Ini kurang baik atau kurang tepat karena hanya akan mengaktifkan pikiran sadar atau gelombang beta.

Yang perlu kita lakukan adalah dengan memikirkan masalah kita dan selanjutnya membiarkan pertanyaan yang berhubungan dengan masalah kita turun dan masuk ke pikiran bawah sadar atau nirsadar.

Untuk bisa melakukan ini maka kita perlu menenangkan atau mendiamkan pikiran sadar kita. Saat kita masuk ke kondisi hening yang pasrah maka pada saat itu jawaban yang kita cari akan muncul dari pikiran bawah sadar/nirsadar dan naik ke pikiran sadar. Dan tiba-tiba kita akan berkata, "Aha…saya tahu jawabannya". Inilah proses yang terjadi atau dialami seseorang yang mendapat jawaban saat berdoa atau sholat tahajud.

Proses jawabannya seperti ini. Pertama, pikiran nirsadar akan memberikan intuisi atau pemahaman yang bersifat nirsadar. Kita tahu bahwa ada jawaban untuk masalah kita. Tapi kita tidak tahu apa jawabannya.

Selanjutnya dari pikiran nirsadar (delta) informasi naik ke pikiran bawah sadar (theta) yang memberikan kita kesadaran atau pemahaman yang mendalam.

Dari pikiran bawah sadar (theta) informasi ini naik ke jembatan atau gerbang pikiran bawah sadar yaitu alfa. Di sini informasi ini dibungkus dengan gambar atau sensasi tertentu sehingga dapat dialami atau dirasakan.

Dari alfa informasi yang telah mengambil bentuk tertentu naik ke pikiran sadar atau beta. Beta menambahkan pemahaman, penjelasan, interpretasi, dan kata-kata. Dan kita akhirnya tahu apa jawaban yang kita dapatkan. Kita bisa mengolah dan mengingat jawaban ini dengan pikiran sadar kita.

Anda jelas sekarang? Kita mengatur pola gelombang otak untuk bisa masuk ke kondisi kesadaran (state of consciousness) dengan tujuan mengakses muatan kesadaran (content of consciousness) tertentu.

Untuk bisa melakukan proses ini dengan mudah maka seseorang perlu bisa menghasilkan empat jenis gelombang otak, beta-alfa-theta- delta, secara bersamaan dengan komposisi yang tepat.

Lalu bagaimana caranya?

Ada teknik khusus yang bisa kita lakukan untuk melatih diri. Pertama kita bisa mengurangi atau menambah gelombang beta. Selanjutnya bila alfa kita kurang banyak maka kita bisa melatih untuk menghasilkan alfa yang lebih banyak. Demikian juga dengan theta dan delta. Jadi kita bisa melatih satu gelombang pada satu waktu tertentu. Dan setelah itu menggabungkannya sesuai kebutuhan.

Pola di mana keempat gelombang otak hadir bersamaan dan dalam komposisi yang tepat disebut dengan The Awakened Mind atau Pikiran Yang Terbangun. Pola ini sebenarnya adalah pola gelombang otak saat seseorang dalam kondisi meditasi atau khusyuk namun ada beta untuk memproses informasi yang mereka dapatkan dari pikiran bawah sadar dan nirsadar mereka. Dengan kata lain informasi dari "luar" bisa lancar masuk ke "dalam" dan demikian sebaliknya.

Jadi, sesungguhnya bila kita mengerti cara bertanya kepada keheningan maka kita bisa mendapatkan jawaban yang luar biasa. Bayangkan, kita bisa mendapat jawaban baik dari pikiran bawah sadar (conscious mind) maupun dari pikiran nirsadar (unconscious mind) yang mampu mengakses data dari collective unconscious.

Inilah yang dimaksdukan oleh seorang bijak di jaman dahulu saat ia berkata, "You do nothing you achive everything"

* Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology dan bio-feedback, pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri.



__._,_.___

Berikan Cintamu Kepada orang Tua

oleh: Andrew Ho *

"Cinta orang tua sepanjang masa, cinta anak sepanjang galah."

Master Cheng Yen pernah berkata,"2 hal yang tidak bisa ditunda adalah beramal dan berbakti kepada orang tua Anda."

Konon ada sepasang suami istri lansia hidup di pedesaan di daerah terpencil. Sang suami adalah seorang profesor dan mantan dosen yang sudah pensiun 10 tahun lalu. Sejak 10 tahun pula pasangan tersebut hidup di desa, menjalankan aktifitas berkebun, membaca, jalan-jalan, dan seterusnya selalu bersama-sama.

Suatu hari, sang istri tiba-tiba meninggal dunia saat istirahat. Kenyataan tersebut sangat memukul sang profesor. Ia tak pernah menduga akan kehilangan satu-satunya teman hidup yang mencintai dan setia menemani di usia senjanya.

Dua minggu berlalu, tetapi sang profesor mulai bertingkah aneh. Ia membagi-bagikan bunga kepada para tetangga dan mengembalikan semua buku yang pernah ia pinjam. Ia bahkan menemui seorang notaris dan menitipkan surat wasiatnya.

Pada suatu malam, ia menulis surat wasiat lagi. Di hadapannya sudah tersedia sebotol racun yang akan segera ia tenggak agar dapat menyusul cintanya yang sudah pergi mendahului. Belum sempat ia meraih botol racun tersebut, tiba-tiba telponnya berdering.

Dengan terpaksa ia bangun dari tempat duduk dan meraih gagang telpon. Di seberang telpon ia mendengar suara yang sangat ia kenal. "Ayah, saya sekarang ada di bandara. Saya ingin pulang ke rumah dan mendampingi ayah," ujar putri satu-satunya.

Profesor tersebut sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Ia merasa masih disayangi dan dicintai. Serta merta ia mengurungkan niat minum racun. Suatu ketika ia bercerita kepada salah seorang temannya, "Sesuatu yang paling berkesan sehingga saya urung bunuh diri, bukanlah ilmu pengetahuan, dokter jiwa, atau kekayaan, melainkan perasaan dicintai."

Suatu ketika nanti akan tiba saat kehadiran kita sangat dibutuhkan oleh orang tua, nenek dan kakek, atau siapapun yang telah merawat dan membesarkan kita. Bila saat tersebut tiba, mungkin mereka tak pernah mengaku atau berterus terang bahwa mereka sangat membutuhkan kehadiran kita.

Keadaan mereka mungkin mirip dengan keadaan kita sewaktu masih bayi dan sangat membutuhkan kasih sayang and perlindungan mereka. Sekarang mereka membutuhkan kita seperti kita dulu membutuhkan mereka untuk dapat bertahan hidup; mandi, makan, berpakaian dengan layak, dan lain sebagainya. Mungkin kita tak pernah ingat semua kebaikan mereka, tetapi kita harus pahami bahwa mereka telah mencurahkan kasih sayang dan perhatian terbaik untuk kita.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang yang telah berjasa itu akan memasuki usia senja. Lalu apakah kita sudah mempersiapkan segala hal untuk membahagiakan dan memberikan rasa nyaman kepada mereka? Tentu saja kita akan memerlukan sejumlah dana, kesabaran atau kemampuan selalu bersikap baik kepada mereka. Mungkin akan terasa berat memberikan perhatian lagi kepada mereka, tetapi cobalah menyimak beberapa hal berikut ini agar kita selalu dapat mengingat perhatian dan kasih sayang mereka yang luar biasa.

1. Ingatlah bahwa merekalah yang menjadikan diri Anda seperti sekarang ini. Mereka memperhatikan semua kebutuhan Anda, setidaknya sampai usia Anda 10 tahun. Ketika kita masih bayi, mereka tak segan mengganti popok, memandikan, menimang, dan kurang tidur karena harus menjaga Anda. Pikirkan bahwa sangat banyak yang telah mereka lakukan untuk Anda.

2. Mereka selalu memberikan yang terbaik untuk Anda. Mereka memilih Anda hadir ke dunia dengan memberi Anda segala yang terbaik dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan mereka. Adakah tanda cinta lain yang lebih penting dari semua itu?

3. Mereka telah banyak berkorban agar Anda mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan kehidupan mereka sendiri. Apakah Anda sudah mengetahui dan menghargai hal itu? Tidakkah Anda ingin melakukan hal yang sama untuk mereka?

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mereka telah berjuang dan berkorban lebih banyak dari yang pernah Anda dengar atau ketahui. Mereka berusaha keras agar kehidupan Anda relatif lebih mudah. Tidakkah Anda ingin membalas segala yang telah mereka berikan? Sebab mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak, setidaknya kehidupan yang sama seperti yang telah mereka usahakan untuk Anda.

Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk cinta kita kepada orang tua atau orang-orang yang telah membesarkan kita. Salah satunya adalah dengan mengajak mereka berkomunikasi. Gunakanlah kata-kata yang baik, dan jangan pernah menggunakan kata-kata negatif atau kasar karena pasti hal itu akan membuat hati mereka terluka.

Berikan yang terbaik untuk mereka dengan sepenuh hati. Luangkan waktu bersama, bersikap menyenangkan serta menentramkan hati mereka. Jangan segan jika harus mengagendakan waktu atau biaya ekstra untuk menyenangkan atau untuk perawatan kesehatan ketika mereka sakit.

Mulailah memberikan yang terbaik untuk mereka sekuat tenaga, sebagai bentuk cinta kita terhadap mereka. Sebab jika mereka sudah tidak ada, Anda tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan membalas cinta kasih mereka. Sekali lagi, jika bukan dari sekarang, belum tentu esok masih ada kesempatan!

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best-seller.

Menentukan Tujuan Hidup

Oleh: Andrew Ho *

"Life is a promise; fulfill it. – Kehidupan ini adalah sebuah janji; Penuhi janji itu."
Mother Teresa

Tujuan hidup adalah keyakinan, moral, atau standar yang akan mengendalikan hidup kita, sebab ia (tujuan hidup) memandu pola pikir dan perilaku kita. Contoh seorang ayah ingin meluangkan waktu bersama anak lelakinya. Ia merencanakan nonton pertandingan sepak bola. Tetapi ia kecewa karena mobilnya terjebak macet parah.

Sesaat kemudian ia segera melupakan rasa kecewa dan kembali ceria, sebab ia ingat tujuannya adalah meluangkan waktu bersama anak tersayang. Nonton bola hanya sarana untuk mencapai tujuan dan bisa diganti dengan cara lain. Lalu ia mampir ke sebuah kafe di pinggir jalan dan ia merasa senang karena benar-benar mencapai tujuannya yaitu menghabiskan waktu berdua dengan anaknya sepanjang hari.

Contoh lain misalnya dulu menikah tujuannya untuk mencari kebahagiaan berdua. Tetapi setelah dalam proses beberapa tahun, justru masing-masing mencari kesenangan sendiri-sendiri. Proses yang berat atau bahkan sangat mudah terkadang membuat kita lupa pada tujuan semula, sehingga menimbulkan kehancuran, kecewa, kesedihan, dan hal negatif lainnya.

Itulah mengapa tujuan hidup begitu penting, sebab tujuan hidup menjadikan sikap, perkataan, dan perbuatan kita tetap fokus dan kosisten. Tak jarang segala macam kejadian yang kita alami mempengaruhi emosi dan pengambilan keputusan, sehingga kondisi dan tujuan ikut berubah. Dengan kembali memikirkan tujuan hidup maka kita dapat menemukan makna dan kepuasan dari segala sesuatu yang kita lakukan.

Memiliki tujuan hidup juga dapat membangkitkan seluruh potensi dan membantu kita menemukan kekayaan sejati. Sebab tak jarang, tujuan hidup itu menggerakkan kita secara aktif, kreatif, dan disiplin dalam melakukan langkah-langkah ekspansi. Dengan kata lain, tujuan hidup itu menjadikan energi dan vitalitas kita meningkat dalam upaya mencapai sesuatu yang jauh lebih bermakna.

Tujuan hidup juga akan membantu kita menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin, sebab kita mengetahui kemana akan menuju. Coba bayangkan jika setiap bangun tidur kita tak mengerti apa yang harus dilakukan? Tanpa tujuan hidup yang jelas akan membuat kita cenderung menyia-nyiakan waktu dan kesempatan, tidak mampu bertindak cepat dan senang menunda-nunda pekerjaan.

Memiliki tujuan hidup merupakan hal yang menakjubkan. Oleh sebab itu, maka langkah pertama dan terpenting dalam mengarungi kehidupan adalah menentukan tujuan hidup. Beberapa hal berikut mungkin dapat membantu Anda segera menemukannya (tujuan hidup).

Langkah pertama dalam menentukan tujuan hidup adalah mengenali diri sendiri; apa kekurangan dan kelebihan, apa yang Anda sukai dan inginkan. Keinginan hati yang terdalam seringkali menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan langkah-langkah pencapaian. Orang-orang yang terkenal di dunia karena prestasi mereka umumnya memiliki tujuan hidup yang berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri mereka, terutama keahlian dan apa yang mereka sukai.

Tujuan hidup haruslah baik. Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), seorang pemikir dan novelis Rusia, mengatakan, "Satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan. " Maka pastikan tujuan hidup Anda berkaitan erat dengan kebaikan dunia sekitar & semua orang, memberi kebahagiaan dan ketenangan; tidak menimbulkan kekesalan, kecurigaan, amarah, kesengsaraan apalagi peperangan, serta hal-hal negatif lainnya.

Dalam menentukan tujuan hidup, Anda harus memikirkan kemana akhir perjalanan hidup Anda. Langkah ini hampir sama dengan memikirkan bagaimana tipe pekerjaan yang Anda inginkan, tipe rumah yang Anda sukai, dan lain sebagainya. Terlebih dahulu deskripsikan kehidupan ideal itu, yang membuat Anda benar-benar merasa senang, sehingga dengan senang hati pula Anda menciptakan kemajuan-kemajuan serta menikmati sensasi tantangannya.

Untuk menentukan tujuan hidup, Anda juga harus menggunakan akal sekaligus hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adalah selaras dengan pikiran dan hati. Banyak orang lebih bahagia dan sukses, karena mereka hidup dalam keseimbangan; dalam arti menjalankan moral-spiritual, mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin, memiliki bisnis, karir dan keuangan yang baik, keharmonisan keluarga, kebugaran fisik, kehidupan sosial menyenangkan, dan lain sebagainya.

Menentukan tujuan hidup adalah langkah hidup terbesar yang akan membuat Anda mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Sebab tujuan hidup yang jelas menjadi sebuah peta untuk membimbing Anda tiba tepat pada tujuan. Jadi jangan tunda lagi, segera tentukan tujuan hidup Anda, sekarang!

*) Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku Bestseller.



__._,_.___

Ayo Jaga Stamina Semangat, Jangan Loyo

Oleh: Agung Praptapa *

"Jangan biarkan semangat sukses mengendor. Buatlah rangsangan supaya semangat sukses tetap membara"

Semangat memang bisa naik dan bisa turun. Terkadang kita sangat bersemangat untuk mengerjakan sesuatu. Pada kesempatan lain, kita sudah tidak lagi bersemangat. Salah seorang kenalan saya yang berobsesi menjadi seorang pengusaha sukses, beberapa saat yang lalu sangat bersemangat untuk mengembangkan bisnisnya. "Bisnis dengan model kecil dengan penghasilan luar biasa" demikian Ia memberi label pada bisnisnya. Namun saat ini Ia saya lihat tidak terlampau bersemangat seperti sedia kala. Teman saya lainnya memiliki obsesi menjadi seorang penulis terkenal. Saat sedang semangat-semangatny a menulis, Ia mentargetkan menulis satu artikel setiap hari. Hasilnya saat itu memang luar biasa. Dalam satu bulan Ia mampu menyelesaikan satu draft buku. Sayang sekali semangat itu mulai mengendor. Saat saya tanya tentang kemajuan tulisan-tulisannya dikatakannya bahwa Ia sendiri tidak tahu mengapa saat ini semangatnya mengendor. "Gimana sih biar kita bisa menjaga semangat supaya konsisten tetap semangat?" demikian pertanyaan yang kemudian Ia munculkan. Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan teman saya tadi, yaitu supaya kita bisa menjaga stamina semangat kita, biar "ON" terus, gak pernah loyo.

Seseorang akan memiliki semangat untuk mengerjakan sesuatu apabila Ia memiliki rangsangan yang cukup untuk mengerjakan hal tersebut. Rangsangan tersebut bisa datang dari diri sendiri maupun datang dari orang lain. Rangsangan yang datang dari diri sendiri berkaitan dengan keinginan orang tersebut untuk mewujudkan sesuatu. Sebagai contoh, seseorang yang menginginkan untuk memiliki bisnis restoran akan memiliki semangat untuk mewujudkan berdirinya sebuah restoran. Semakin besar keinginan untuk memiliki sesuatu akan semakin besar pula semangat kita untuk mengerjakan sesuatu. Semakin besar keinginannya akan semakin besar pula semangatnya. Untuk itu agar kita memiliki semangat yang membara maka kita harus jaga keinginan kita untuk mewujudkan sesuatu.

Buatlah imajinasi yang mendorong kita ingin mewujudkan keinginan kita. Seorang yang ingin menulis sebuah buku akan terjaga semangatnya apabila Ia sering berimajinasi tentang buku-bukunya yang dipajang di toko buku dan kesibukannya melayani pembaca yang minta tanda tangan. Berimajinasi itu gratis! Mengapa tidak sering lakukan? Berimajinasi itu tidak akan membuat kita malu karena tidak ada orang lain yang tahu. Maka kita tidak perlu ragu-ragu untuk berimajinasi. Dari mana harus memulai, ingin dulu atau imajinasi dulu? Dua-duanya bisa. Kalau kita sudah memiliki keinginan maka berimajinasilah. Namun bisa juga sebaliknya, kita berimajinasi kemudian keinginan akan muncul.

Rangsangan yang membangkitkan semangat kita bisa juga datang dari orang lain. Teman kita yang sukses dalam hal tertentu akan merangsang kita untuk melakukan hal yang sama. Saya ingat saat saya berhasil menulis sebuah buku yang berjudul "the art of controlling people" yang kemudian diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, teman-teman saya banyak yang terangsang untuk menulis juga. Saya amati beberapa dari mereka kemudian menyisihkan waktu di tengah kesibukannya untuk menulis. Kalau demikian, agar kita terangsang maka kita perlu bergaul dengan orang-orang yang menurut pertimbangan kita akan merangsang semangat kita untuk mengerjakan hal tertentu. Kalau kita ingin menjadi penyanyi akan lebih kondusif apabila kita sering berada di tengah masyarakat yang menekuni dunia entertainment. Seseorang yang memiliki obsesi menjadi penyanyi mungkin tidak akan terangsang semangatnya apabila berada di sekitar ilmuwan. Demikian pula sebaliknya. Seseorang yang memiliki obsesi menjadi seorang ilmuwan akan terangsang semangatnya apabila berada di sekitar para ilmuwan, apabila menyaksikan presentasi dari profesor terkenal, atau hadir dalam seminar-seminar.

Agar kita bisa menjaga semangat kita agar tetap berstamina dan tidak loyo cobalah simak beberapa anjuran yang saya dapatkan dari beberapa sumber:
a. Terus bangkitkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu
b. Beradalah di sekitar orang-orang yang akan membuat Anda bersemangat untuk maju.
c. Jangan berhenti berimajinasi.
d. Hindari pernyataan diri yang akan menurunkan semangat kita seperti aku sudah terlambat untuk memulai, aku terlampau muda, aku terlampau tua, aku tidak berbakat, aku tidak secerdas mereka, pendidikanku tidak sehebat mereka, aku tidak kaya seperti mereka, dan sebagainya.
e. Terus tanamkan ion-ion positif di dalam pikiran kita. Jaga pikiran positif kita.
f. Jangan biarkan ion negatif masuk dalam pikiran kita. Buanglah pikiran negatif.
g. Bergembiralah kalau ada orang yang sukses, kemudian berdoalah agar kita bisa juga seperti mereka.
h. Segera lakukan action pada apa yang kita inginkan. Perjalanan ribuan kilometer hanya akan bisa kita capai bila kita melangkah untuk pertama kalinya, yang kemudian kita susul dengan langkah-langkah berikutnya.
i. Sering-seringlah membaca buku yang membangkitkan semangat.
j. Pilih tayangan televisi yang memberikan semangat.
k. Saat kira sadar bahwa kita sedang tidak bersemangat, segera bangkit, dan kobarkan kembali semangat kita.

Jangan sia-siakan hidup kita. Jangan sia-siakan waktu kita. Jangan biarkan kita loyo. Ayo bangkit. Kita jaga semangat kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jangan biarkan pikiran negatif melemahkan semangat kita. Be positive! Maju terus pantang mundur. Semangat!

*) Agung Praptapa adalah seorang dosen, konsultan manajemen & akuntansi, dan trainer di bidang pengembangan diri dan pengembangan organisasi. Penulis buku "The Art of Controlling People" (Gramedia, 2009).

Kok, Takut Berbuat Salah?

Oleh: Syahril Syam *

Tanggapilah dengan pandai bahkan terhadap perlakuan tidak pandai sekalipun.
- Lao Tsu -

Dalam sebuah wawancara, seorang reporter menanyakan rahasia dibalik sukses seorang direktur utama bank.

“Dua kata”, jawabnya.
“Apa saja?”, kejar sang reporter.
“Keputusan jitu.”
“Bagaimana membuat keputusan yang jitu?”
“Satu kata.”
“Apa itu?”
“Pengalaman.”
“Bagaimana Anda menimba pengalaman?”
“Lima kata.”
“Apa saja?”
“Dengan membuat keputusan yang salah.”

Sering kali kita menghindari kesalahan atau kegagalan. Kita tidak ingin terlihat bodoh, malu, atau dipecundangi oleh orang lain. Dalam setiap penampilan kita, ketika bergaul dengan orang lain, kita selalu ingin terlihat sempurna. Bahkan, terdapat sebuah pemikiran yang berkembang, bahwa kalau kita berbuat kesalahan, maka kita tidak saja membuat malu diri kita, tapi juga orang tua kita. Kenapa? Karena orang tua kita telah salah mendidik kita. Begitulah yang sering dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Agar kita tidak membuat malu orang tua, maka kita harus tampil sempurna. Yang lebih parah lagi, orang tua pun sering memaksakan anaknya untuk tampil sempurna, dan jangan berbuat kesalahan/kegagalan . Di tambah lagi dengan lingkungan tempat kita tinggal dan bergaul. Seringkali sebuah lingkungan tidak menerima orang yang berbuat kesalahan. Apalagi jika kesalahan itu memberi aib pada lingkungan tersebut.

Lingkaran-lingkaran inilah yang sering mempengaruhi kita, sehingga bertambah besarlah keinginan kita untuk menghindari yang namanya kesalahan/kegagalan . Namun, cobalah untuk menyimak sebuah kata bijak berikut ini: “Kalau Anda takut berbuat kesalahan, maka sesungguhnya Anda tidak pernah melakukan apa-apa.” Kok bisa demikian? Marilah kita ambil sebuah contoh, sesuatu yang ingin dilakukan dahulu oleh hampir semua orang ketika beranjak remaja: NAIK SEPEDA.

Saya pun dulu sangat ingin merasakan naik sepeda (sepeda roda dua, bukan sepeda roda tiga). Namun, ketika mencobanya untuk pertama kalinya saya sering terjatuh. Saya bahkan meminta tolong orang tua atau teman, bahkan tetangga, agar membantu saya belajar menaiki sepeda tersebut. Saya sudah lupa berapa banyak saya terjatuh (berbuat kesalahan). Hingga akhirnya saya berhasil menguasai sepeda tersebut.

Dan ternyata, untuk sebuah hal baru yang ingin kita lakukan, kita tidak akan pernah langsung bisa, tapi kita pasti bisa jika terus belajar. Hal ini pula yang menjawab pertanyaan: “Siapa bilang saya tidak melakukan apa-apa, kalau saya tidak berbuat salah?” Memang betul kita pun sering melakukan sesuatu, dan kita tidak atau sangat kurang melakukan kesalahan. Misal saja, makan. Hampir (saya katakan hampir, karena ada orang yang tidak makan setiap hari) setiap hari kita makan. Namun, apakah kita lupa, dulu pun kita melakukan kesalahan sewaktu belajar untuk makan sendiri. Jadi, ketidakinginan untuk melakukan kesalahan, berarti kita hanya berada pada lingkaran aktifitas yang hanya itu-itu saja, tidak mengalami perkembangan.

Hal ini bukan berarti bahwa setiap orang bebas melakukan kesalahan. Karena, ada juga orang melakukan kesalahan, dan itu bukan untuk perkembangan dirinya, kecuali orang tersebut mengakui kesalahannya dan mau untuk belajar. Misalnya saja, mencuri. Ini pun sebuah bentuk kesalahan, namun bukan kesalahan yang saya maksudkan di sini. Secara sederhana kita dapat membedakannya dengan: KESALAHAN YANG DISENGAJA DAN KESALAHAN YANG TIDAK DIKETAHUI.

Salah satu kemampuan tubuh manusia adalah adaptasi. Kalau kita berada di musim panas, dan secara tiba-tiba terjadi pergantian musim menjadi musim dingin. Maka, kita akan setengah mati menghadapinya. Ini disebabkan karena tubuh kita belum terbiasa dengan perubahan suhu yang mendadak. Namun, lambat laun tubuh kita akan beradaptasi, sehingga membuat kita dapat tetap bertahan di musim dingin. Pada proses adaptasi inilah, sering kita melakukan kesalahan/kegagalan .

Awalnya kita belum terbiasa naik sepeda roda dua. Namun, lewat proses pembelajaran kita pun dapat beradaptasi/ terbiasa dengan sepeda roda dua. Nah, pada proses pembelajaran ini kita sering melakukan kesalahan/kegagalan . Dan, kita belajar dari kesalahan/kegagalan tersebut. Kenapa dalam proses adaptasi kita sering melakukan kesalahan/kegagalan ? Karena kita belum memiliki kemampuan untuk sesuatu yang baru. Inilah keterbatasan pengatahuan kita.

Jadi, dengan menyadari keterbatasan pengetahuan kita, maka kita terus-menerus melakukan proses pembelajaran untuk hal-hal yang baru. Dan di dalam melakukannya akan sering terjadi kesalahan/kegagalan . Jadi, kesalahan/kegagalan adalah sebuah pengetahuan yang baru bagi kita, sampai kita mendapatkan pengetahuan yang kita inginkan. Itulah sebabnya saya menyamakan kata “kesalahan” dengan kata “kegagalan”. Walaupun ada jenis kegagalan yang tidak mendidik. Misalnya saja, pernyataan, “Saya gagal mencuri hari ini!” Jadi, kesalahan/kegagalan adalah sebuah proses alamiah yang harus kita lalui untuk mendapatkan pengetahuan baru (harapan baru).

Beda halnya dengan kesalahan yang dilakukan dengan sengaja. Walaupun demikian, sesungguhnya dalam kesalahan yang disengaja pun orang melakukan kesalahan/kegagalan lagi. Misalnya saja, untuk menjadi pencuri ulung, diperlukan banyak kesalahan/kegagalan agar mahir melakukannya. Bukan hanya pelajaran itu saja yang didapatkan. Kalau kita ingin meningkatkan kualitas hidup kita, maka kesalahan yang disengaja pun dapat memberikan pembelajaran/ pengetahuan baru bagi kita. Jadi, bukan saja, seberapa banyak kesalahan yang Anda lakukan (baik alamiah atau disengaja), tapi, apakah kita mau untuk meningkatkan kualitas diri kita?

Mungkin itulah sebabnya Tuhan itu Mahapengampun, asal niat kita untuk meningkatkan kualitas diri kita (dengan betul-betul bertobat). Karena setiap kesalahan, baik alamiah atau disengaja, sesungguhnya memberikan pelajaran bagi kita. Dan itu semua tergantung pada pandangan kita, apakah mau meningkatkan diri atau menjatuhkan martabat diri?

Terdapat sebuah kalimat indah dari Anthony Robbins, “Tidak ada hal-hal seperti kegagalan. Yang ada hanya hasil. Anda selalu membuat hasil. Kalau itu bukanlah yang diinginkan, Anda cukup mengubah tindakan dan memperoleh hasil baru.” Ini berarti bahwa setiap kesalahan/kegagalan adalah hasil yang harus kita pelajari untuk sampai pada hasil yang diharapkan.

Ingat! SAYA harus sering menerima dan belajar ketika melakukan kesalahan yang alamiah karena di dalamnya terdapat sebuah proses pembelajaran. Karena lewat cara itulah SAYA dapat terus BERBUAT dan BERKEMBANG!

*) Syahril Syam adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat.


__._,_.___