Kamis, 11 April 2013

7 Alasan Tiba-Tiba Mantan Mengajak Menikah

"Would you marry me?" tanyanya tiba-tiba si mantan muncul dengan sebuah pertanyaan besar setelah ia menghilang beberapa saat lalu. Kalau diingat-ingat lagi, setahun lalu ia memilih putus saat Anda menanyakan soal komitmen hubungan Anda dan dia. Tetapi kok tiba-tiba dia mengajak menikah?


Ya, sebenarnya sih Anda masih mencintai dia, tetapi kali ini Anda jadi lebih banyak curiganya. Ada apa ya dia mendadak mengajak menikah?

Keburu curiga juga tak ada gunanya, lebih baik intip 7 alasan pria masa lalu yang mengajak Anda menikah berikut ini.

Beranjak dewasa
Ia menyadari bahwa hanya Anda yang memang ada di hati dan pikirannya. Iapun mulai berpikir dewasa dan berpikir panjang ke depan. Ia jenuh dengan tingkah dan ulahnya sendiri yang kekanak-kanakan kemarin.

Dan, ingin memperbaiki kesalahannya, ia mengajak Anda menikah, menjalani hubungan yang lebih serius dalam lingkup rumah tangga. Di saat ini, ia merasa lebih jantan dan lebih dewasa.

Teman-temannya banyak yang menikah
Menengok kiri dan kanan, semua temannya sudah pada menikah. Sedangkan ia tak mungkin bertahan terus menerus dengan pernyataan 'masih ingin bebas'. Ia sudah kehilangan teman-teman seperjuangan yang dulu juga berkoar-koar ingin bebas.

Merasa tua
Di usianya yang sudah kepala tiga, ia mendadak jadi merasa tua. Merasa tak pantas lagi mengencani wanita usia 20an tanpa ikatan jelas. Ia juga enggan hanya dimanfaatkan saja oleh wanita-wanita muda untuk kemudian ditinggalkan setelah kebutuhannya tercukupi.

Bosan main-main
Gonta ganti pacar, ia tak menemukan sosok yang dicari dalam diri wanita lain. Justru ia sadar bahwa semua hal sudah ditemukan di dalam diri Anda. Dan kini, ia ingin menjalani kehidupan normal dan bahagia bersama Anda.

Diputus kekasih barunya
Karena ditinggalkan kekasih barunya, ia merasa kesepian dan trauma. Ia merasa bahwa cinta yang diberikan Anda adalah cinta yang terbaik, sehingga ia ingin meraihnya kembali.

Kedengarannya memang cukup egois, apalagi jika ia kembali hanya karena ia patah hati. Tetapi, semua terserah Anda sih mau menerimanya lagi atau tidak.

Jatuh cinta sekali lagi
Sejak putus dengannya, Anda jadi bertekad untuk memperbaiki diri dan mengubah penampilan. Setahun berlalu, tentu saja sudah banyak kemajuan besar di dalam diri Anda. Nah, setelah bertemu lagi dengan Anda, ia jadi jatuh cinta kembali. Iapun mendambakan Anda menjadi pendamping hidupnya.

Ia cemburu
Mendengar Anda sudah punya gandengan lagi, ia jadi cemburu. Tak terima punya saingan, iapun mengajak Anda menikah. Ia ingin merebut Anda dari orang lain. Dan biasanya ini terjadi saat Anda masih berhubungan baik dan masih dekat dengan si mantan.

Ia sadar bahwa ternyata Anda punya banyak kelebihan serta ia nyaman dengan diri Anda. Dan semoga saja kesadarannya tidak terlambat dan keburu Anda jadi milik orang lain.

Tuh, sudah tahu kan apa saja alasan si dia ingin mengajak menikah. Well, semuanya kembali pada Anda. Apakah jawabannya akan "Yes, I do" atau "No, thank you" (vem/bee)



“Saya Terpaksa Menikah Dengan Orang Yang Tidak Saya Cintai”

Memang masih banyak cerita seperti itu di zaman yang dibilang modern ini. Seperti kisah seorang wanita berikut ini. Walau begitu ia tetap berjuang meraih cinta sejati yang tak pernah mengenal kata terlambat.

Pernahkan Anda berada dalam suatu momen krusial, di mana kebahagiaan Anda ke depan sudah ditentukan, tapi Anda justru...diam seribu bahasa? Yang ada Anda hanya mengangguk-angguk bak robot, berbicara ala kadarnya seperti anak kecil yang minim penguasaan kosa kata, tersenyum tanpa ketulusan, mengikuti segala lontaran suara yang kurang lebih bernada sama: “Kamu menikah saja ya sama si Mr.Nice, dia kan,well, baik, pintar, dan pekerjaannya bagus.” Yes, sangat layak dijadikan suami. Tapi, masalahnya...Anda tidak cinta dia. “I’m already in love with another man!” jerit hati Anda.

Walau begitu, saya tetap menikah dengan Mr.Nice. biaya pernikahan sebesar Rp 700 juta tetap digelontorkan, gaun pernikahan tetap dirancang, kartu undangan tetap disebar, dan janji menikah tetap diucap. Selama semua itu berlangsung, saya tetap merasa numb, tak kuasa berkata apa-apa, tak mampu mengucapkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh hati, yaitu, kalau saya lebih ingin bersama si dia, lebih ingin menikah dengan dia, the other guy.
Meskipun pada kenyataannya, he’s actually the first guy. Saya sudah lama berhubungan dengan, panggil saja, Mr First, sejak masa SMU. Saya kenal dia dari lingkaran pertemanan, dan, saat pertama bertemu, hmm, inginnya sih ada anekdot romantis untuk diceritakann (“Wajahnya membuat lutut saya lemas!” atau “Senyumannya membuat saya gugup!”), tapi sayangnya, tiada kesan pertama – it was definitely not love at first sight. Saya baru mengenalnya lebih dekat setelah dia melakukan pendekatan. Dan setelah beberapa minggu menjalani kencan dan segala manuver yang menyertainya, akhirnya kami pun jadian. Begitulah awal relationship saya dengan Mr.First. Very ordinary.

Walau begitu hubungan kami cukup solid, tak terpisahkan sampai kami masuk ke jenjang kuliah. Orangtua saya pun awalnya sangat menyukai Mr.First, yang kehadirannya sudah tak asing lagi di tengah keluarga besar. Dari luar, memang hubungan kami terlihat sempurna, very much in love, dan memiliki cirlce of friends yang mengenal dekat satu sama lain. Dalam suatu relationship, jelas hal itu merupakan bonus. Namun, di balik itu, sebenarnya ada ganjalan yang cukup besar: my boyfriend is a drug addict.

Tapi, saya juga tidak ingin bohong, I’m no angel, karena saya pun pernah mencobanya, tapi itu lebih karena ingin having fun dan (hampir) semua teman-teman ikut melakukannya. Namun saya tak pernah membiarkan diri saya sampai masuk ke dalam tahap kecanduan, dan yang saya sesali, Mr.First terlanjur masuk ke dalam tahap itu. Oleh karena itu, ada masa-masa ketika saya terus menempel dengan si dia karena saya ingin memantau apa yang dia lakukan. Oke, mungkin ini terdengar terlalu mulia (dan suatu hal yang sepertinya hampir semua wanita ingin lakukan kepada pasangan mereka), tapi saya tetap bertahan di relationship karena saya ingin mengubahnya. I was trying to “fix” him.

Saya sampai rela bolos kuliah hanya untuk mengikutinya ke mana pun. Bagi beberapa pria, mungkin saya tipe wanita yang wajib dihindari, tapi saya tak peduli, I love him too much that I don’t want to see him ruin his life.

Tak bisa dipungkiri, perjalanan menuju ke situ begitu terjal dan rumit. Pertengkaran kerap terjadi, dan salah satu yang terbesar adalah saat kami bertengkar di rumah saya, yang konsekuensinya semua orang bisa mendengar dan mengetahui akar permasalahan, termasuk orangtua saya! Sejak itulah – setelah hampir 10 tahun pacaran – orangtua saya mulai tidak menaruh hati pada Mr.First. Kepercayaan mereka terhadapnya langsung pudah dan ekspektasi sebagai calon menantu pun buyar. Yang akhirnya memaksa hubungan saya bersama Mr.First dijalani secara diam-diam. Lalu masuklah Mr.Nice ke dalam hidup saya...lagi. Nice, But Not Enough for Love.

Mengapa saya bilang “lagi”? karena sebenarnya saya sudah mengenalnya sejak SMP, karena dia tetangga saya, dan karena sebenarnya dulu saya cukup dekat, yah, “cinta monyet” lah kalau boleh dibilang. Namun kemudian Mr.First muncul dan saya versi “agak dewasa” lebih memilih bersama dia. Sampai akhirnya, orangtua saya mempertemukan kami kembali, dan tak lama statusnya dipromosikan menjadi calon suami yang ideal. He’s such a sweet guy, baik dan mapan – segala kualitas yang semestinya bisa menjerat perhatian saya. Tapi tetap, hati saya tertambat di tempat lain.

Dan sayangnya, hati saya seolah tak kuasa “berbicara” saat berada di depan orangtua saya, saat tak hanya mulut tapi segala gerak-gerik dan ekspresi menegaskan approval mereka pada sosok Mr.Nice, saat mulut mereka mengucapkan kata-kata yang sebenarnya direspon oleh hati saya yang memberontak (tapi tetap tak bersuara dan bertindak): “Kamu menikah saja sama dia ya.”

Saya hanya bisa mengangguk mengiyakan. Pasrah. Sementara hubungan dengan Mr.Nice terus berjalan, romansa saya dengan Mr.First juga terus berlanjut. Saat yang bersamaan ia perlahan mulai menunjukkan kemauannya menjauh dari dunia obat-obatan, yang membuat saya melihat secercah harapan dalam relationship ini. I know, semua ini terlihat begitu complicated, bahwa hidup saya mesti berjalan di atas kebohongan, dan yang sebenarnya bisa dengan mudah dituntaskan dengan kejujuran. Tapi apabila Anda pernah berhadapan dengan seorang ayah yang begitu baik, dan seorang ibu yang tengah bergumul dengan penyakit diabetes yang kian melemahkan kondisinya, yang kemudian merusak ginjalnya, then you’ll know the feeling. Anda pasti tidak ingin mengecewakan mereka.

Lantas saya pun menikah dengan Mr.Nice, dalam pernikahan besar-besaran yang selama berjalan yang bisa saya pikirkan hanyalah Mr.First. Tapi apa yang bisa saya lakukan sekarang? It’s too late – sekarang saya sudah jadi istri orang, dan, mau tidak mau, saya mesti menjalankan kewajiban saya sebagai seorang istri di malam pernikahan. I felt nothing. Dan sebagai istri seseorang, saya tetap bertemu dengan Mr.First (di minggu pertama setelah saya menikah!), and we had sex. Kok bisa saya melakukannya? Saya tidak tahu; saya tidak memikirkan tentang hal lainnya. Saya tak pernah mencoba untuk menimbang-nimbang konsekuensinya. Sampai beberapa minggu kemudian..ketika hasil tes menunjukkan saya hamil.

Keputusan yang Pasti

Jujur, awalnya saya tak tahu anak yang saya kandung ini anak siapa, tapi lambat laun, entah kenapa, saya sangat yakin kalau anak ini adalah buah cinta saya dan Mr.First.

Dan mulai saat itulah, hati saya perlahan-lahan menunjukkan keberanian untuk mengungkapkan segalanya, untuk mengutarakan keinginan yang selama ini tertimbun oleh suara-suara yang bukan milik saya, bahwa my first and only choice is Mr.First. Dan, setelah masa menikah hanya sekitar dua minggu, saya menyampaikannya ke sang suami, yang hanya bisa terdiam, terlebih saat saya mengatakan saya ingin cerai. Ia tetap terdiam (dengan ekspresi nelangsa) di tengah ucapan permintaan maaf saya yang bertubi-tubi dan air mata yang tak henti mengalir. Ia tahu saya hamil, tapi saya tanpa segan mengatakan, “Saya yakin kalau ini adalah bayi saya dan dia”. Lalu ia bertanya dengan suara datar apakah saya benar-benar yakin akan keputusan saya, dan saya pun mengangguk pasti.

Lalu ia berkata, kalau saya mau cerai, maka saya harus mengurusnya sendiri. Dan itulah akhir dari percakapan kami, setelahnya ia kembali ke rumah orangtuanya. Dan keberanian itu tetap bertahan saat berhadapan dengan orangtua saya. Tentu, awalnya saya menerima resistensi, namun orangtua mana sih yang menginginkan anaknya untuk cerai? Tapi tekad saya sudah bulat, dan giliran mereka yang hanya bisa mengangguk mengiyakan. Pasrah. Ini kehidupan saya, dan masalah siapa yang paling tahu saya bahagia atau tidak, ya tentu adalah saya sendiri.

Lalu, setahun kemudian, akhirnya saya resmi cerai dari Mr.Nice dan tak lama, saya pun melahirkan anak saya yang pertama. It’s a boy, yang saya yakin memiliki mata sang ayah, yaitu Mr.First. Dan saat itu ia pun berada di samping saya, kami berdua tak percaya kalau hal ini benar-benar terjadi. Kalau kita sekarang telah menjadi orangtua. Walau begitu, keluarga Mr.Nice tak begitu saja menerima situasi – mereka bersikeras untuk mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya. Lalu kami pun memeriksa tipe darah Diego, nama yang kami berikan kepada sang anak, yang ternyata adalah AB. Darah kami?

Mr.Nice O, Saya A, dan Mr.First...B. And so, it’s official, he is our son. Sepertinya untuk pertama kalinya semenjak sekian lama, saya bisa mengehela naps lega. Akhirnya semua berjalan sesuai dengan apa yang saya inginkan. Ada satu momen yang membuat saya terharu: Ketika suatu saat saya, Diego, dan orangtua baru saja pulang, dan Mr.First telah menanti di rumah. Ayah saya waktu itu belum bisa menerima kehadirannya – ia bahkan sampai tidak turun dari mobil – tapi tahu apa yang dikatakan oleh Ibu saya ke cucunya?

“Tuh ‘Diego, Papa kamu ‘nunggu.” Dan, tak lama setelah itu, Ibu saya meninggal dunia. Tak terasa, setahun telah lewat, dan saya pun berada di sebuah pernikahan yang lain. And, yes, I am once again the bride, and now it’s my real, dream wedding (meskipun saya sedih karena tanpa ditemani sosok Ibu). Simpel dan tulus, di hadapan seorang pria yang benar-benar saya cintai. Hmm, kalau ditanya, apa sih yang membuat saya jatuh cinta kepadanya? Maka saya akan bingung. Dibilang ganteng, nggak juga; kaya? Nggak.

Tapi kalau memang sudah berurusan dengan masalah hati, kepada siapa “ia” berpaling dan merasa nyaman, memang faktor eksternal seperti fisik atau harta duniawi, menjadi tak bernilai. Am I right, ladies?
Source : Cosmopolitan Edisi Februari 2013 Halaman 197

Cinta Tidak Harus Memiliki

Namaku Ratri, usiaku sekarang 24 tahun. Kisah cinta ini mungkin tragis, mungkin kalian menganggapku bodoh, tetapi aku ingin membaginya dengan kalian.


***

Aku jatuh cinta pertama kali saat duduk di bangku SMA, kelas 1. Pemuda itu.. sebut saja Yuda. Dia bukan tipe pemuda yang disukai banyak siswi, aku juga tidak tahu kenapa bisa menyukainya. Mungkin senyumnya yang hanya berbentuk lengkung kecil, mungkin suara tawanya saat berhasil mencetak gol ketika pelajaran olahraga, mungkin sikap diamnya, entahlah..

Waktu itu aku terlalu malu untuk mengungkapkan perasaanku padanya. Aku hanya bisa diam-diam memperhatikan. Aku suka dengan wajah seriusnya saat mengerjakan tugas kimia atau matematika. Wajah dan senyum yang berhasil meluluhkan hatiku, membuatku selalu memikirkannya, tersenyum sendiri, membayangkan jika dia menggandeng tanganku dan hal-hal alami yang akan dirasakan saat seorang gadis sedang jatuh cinta.

Semua terasa indah..

Walaupun hanya dalam anganku saja.

Bodohnya, aku tidak berani memberi sinyal rasa sukaku. Kami hanya seperti teman biasa yang saling bercanda dan semua tampak biasa. Padahal, sejujurnya aku ingin dia tahu perasaanku, dan berharap dia merasakan hal yang sama.

Ah cinta.. mengapa begitu rumit?

Saat kelas 2 SMA, Yuda berpacaran dengan seorang siswi yang satu kelas denganku. Jangan tanya betapa remuk hatiku menerima kenyataan tersebut. Bunga cintaku harus layu sebelum berkembang. Tidak ada yang tahu perasaanku, bahkan ibu dan sahabat-sahabatku, semua aku pendam seorang diri. Aku berusaha menutup rapat perasaanku, menguburnya jauh-jauh. Tetapi tidak bisa, aku tetap menyukai Yuda, mencintainya sepanjang waktu.

Tahun demi tahun berlalu. Aku sudah menyelesaikan kuliahku dan berpacaran dengan seorang pria baik. Anehnya, aku masih saja memikirkan Yuda. Seperti ada ganjalan aneh yang belum sempat aku sampaikan padanya.

Kondisiku serba salah, hatiku masih mencintainya, aku ingin Yuda tahu bahwa aku menyukainya, itu saja. Aku ikhlas jika cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku hanya ingin melegakan hatiku, agar aku merelakannya. Tetapi aku tidak bisa melakukannya, aku sudah punya kekasih, dan Yuda.. tiga bulan lagi (saat aku menulis kisah ini), dia akan menikah.

Aku mencintainya..

aku ingin dia bahagia,

walaupun bukan denganku.

Hingga saat ini, dia tidak tahu bahwa aku menyimpan sepenggal hati untuknya. Biarlah.. mungkin kalian menganggap kisah ini bodoh, tetapi aku tidak punya kuasa untuk memilih dengan siapa aku akan jatuh cinta.

Mungkin apa yang sering dikatakan orang-orang benar adanya..

Cinta tidak harus memiliki.

(vem/yel)

Keajaiban Cinta Hanyalah Ilusi

Kisah ini bukanlah kisah cinta yang indah, tetapi tidak ada salahnya menjadi bahan bacaan atau renungan bahwa cinta tidak selamanya membawa bahagia.

Namaku Ernis, saat ini usiaku 23 tahun. Lima tahun yang lalu, aku berkenalan dengan seorang pria, sebut saja namanya Galih. Usia kami terpaut setahun, kami pertama kali berkenalan pada saat ospek di kampus. Dia adalah seniorku, dan kami berada pada jurusan yang sama.
Sejak hari pertama ospek, dia sering berbuat ulah padaku. Kadang dia sering membuatku kesal dengan menyuruhku membawa barang ini itu saat ospek. Membawa onde-onde tanpa wijen, membawa donat selai durian, dan barang lain yang tidak wajar. Aku akan dihukum jika keesokan hari tidak membawanya. Jujur, aku kesal padanya, dia satu-satunya senior yang merepotkanku, sementara senior yang lain bersikap biasa saja.

Pada hari terakhir ospek, Galih menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Aku agak heran karena selama seminggu, tidak ada satupun kelakuannya yang manis di mataku. Tawaran itu sempat kutolak, tetapi dia meyakinkan bahwa aku akan sampai ke rumah dengan selamat dan tidak kekurangan apapun. Sebuah gombalan yang akhirnya membuatku merasa aman diantar olehnya.

Galih menepati janjinya untuk mengantarku dengan selamat. Sebelum dia berpamitan, dia meminta maaf atas sikap menyebalkannya padaku selama ospek. Dia mengatakan bahwa semua itu dilakukan untuk memancing perhatianku saja, bahwa sebenarnya dia menyukaiku sejak hari pertama ospek. Satu kalimat yang langsung membuat jantungku berdebar tidak karuan. Singkat cerita, sebulan setelah kejadian itu, kami berpacaran.

Aku menikmati masa kuliah dengan menyenangkan. Bersama Galih, aku menikmati manisnya jatuh cinta. Kami sudah seperti teman, keluargaku juga merestui hubungan kami. Kadang aku berbincang dengan ibu Galih yang tinggal di luar kota. Intinya, dari pihak keluarga, tidak ada rintangan sama sekali. Jika diibaratkan, hidupku seperti gula-gula, sangat manis dan menyenangkan. Saat jatuh cinta, semua hal terasa ajaib.
Hingga aku sadar bahwa keajaiban itu kadang hanya ilusi..
Tepat seminggu sebelum ulang tahunku, Galih menghilang begitu saja. Aku berpikir, mungkin dia akan memberi kejutan. Tetapi sudah dua minggu berlalu, dan dia tidak pernah muncul. Saat kutelepon keluarganya, mereka juga mengatakan bahwa tidak ada kabar darinya. Demikian juga dengan teman-teman Galih. Sudah tentu aku mencemaskannya. Hingga suatu siang, aku mendapat telepon dari Galih bahwa dia ingin hubungan kami berakhir.

Aku merasa tidak ada yang salah dalam hubungan kami, selama ini semua baik-baik saja. AKhirnya aku tahu bahwa Galih menyukai wanita lain. Wanita yang lebih tua lima tahun darinya, wanita yang sudah mapan dan lebih kaya dariku. Wanita yang tidak keberatan membelikan mobil terbaru untuknya tanpa pikir panjang. Ternyata hanya begitu saja, hanya dengan alasan itu saja Galih meninggalkanku. Ternyata dia tidak sebaik apa yang aku pikirkan, dia tidak semanis senyum yang setiap pagi aku lihat. Bodoh sekali aku tidak menyadarinya sejak awal, aku bahkan sempat berpikir betapa bodoh dia meninggalkanku.
Sudahlah, lebih baik aku tahu sejak awal.

Aku bersyukur Tuhan membuka mataku sebelum hubungan kami lebih serius.
Jika ada yang bertanya apakah aku dendam pada Galih? Aku kecewa, tetapi tidak sampai menyimpan dendam untuknya. Daripada aku menyimpan dendam, lebih baik aku memikirkan masa depanku. Lebih baik aku mempersiapkan hati dan pikiranku untuk pria lain yang lebih pantas bersanding denganku.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran untukku dan teman-teman pembaca.
(vem/yel)

Aku Cinta Kamu Dan Dia


Tak pernah terbayang sebelumnya di benakku, bisa mencintai dua orang sekaligus. Aku tahu ini salah, tetapi yang aku tak tahu adalah bagaimana bisa memilih dia tanpa menyakiti hatimu.
"Bang, besok kita jadi ke pantai?" tanyaku sambil tetap asyik dengan ponsel di genggamanku. "Nggak jadi ah kamu sibuk sendiri gitu!" candanya sambil mengacak-acak rambutku. Dipa adalah sosok pria yang belum lama ini dekat denganku. Sebenarnya kami sudah saling kenal cukup lama, tetapi tak ada yang menyadari mulai kapan perasaan kagum dan sayang itu muncul. Aku sendiri memanggilnya abang karena ia memang sangat perhatian padaku. Usia kami berbeda 5 tahun, dan ia tahu benar bagaimana cara memanjakan aku.
Namaku Amel, aku punya kekasih. Ya! Aku punya kekasih yang aku sayangi. Tetapi aku tak dapat menolak kedekatanku dengan Dipa ini. Diam-diam tiga bulan ini kami jalan, ke sana kemari berdua. Saling menghujani satu sama lain dengan perhatian. Menjaga dan bercanda, kami seperti sepasang kekasih yang saling mengagumi satu sama lain. Tak pernah kehabisan bahan cerita dan seperti bisa saling menutupi kekurangan masing-masing.
Kekasihku. Hmm... sebenarnya aku mencintainya. Kami toh sudah jalan lebih dari 3 tahun lamanya. Tetapi entah kenapa kami seperti orang asing yang tak punya chemistry satu sama lain. Bercanda saja kami jarang. Tetapi ajaibnya kami bisa bertahan dalam hubungan untuk sekian lama. "Lalu mengapa harus dipertahankan?" pertanyaan tersebut selalu menggangguku setiap saat. Sayangnya hingga kini, aku tak juga tahu jawabannya.
***
"Kamu tahu, setiap ada di dekatmu aku selalu ingin memelukmu. Serasa tak ingin melepaskanmu..." kata Dipa saat kami menikmati matahari tenggelam di pantai sore itu. Aku terdiam. Aku tak dapat berkata apa-apa dan menikmati pelukannya. Namun, ada sedikit rasa tak nyaman juga di dalam hatiku. Aku teringat pada kekasihku, yang entah hari ini sedang ngapain hehe. Tetapi setidaknya memang aku merasa bersalah padanya, dan kian hari rasa bersalah itu semakin besar.
"Bang, sampai kapan memangnya kita harus begini terus?" tanyaku?
"Maksudmu itu apa? Ya sampai selamanyalah..." kata Dipa.
"Bukan begitu. Tapi... aku butuh kepastian, bang. Kita nggak bisa seperti ini terus. Kita butuh kejelasan hubungan," kataku lagi melepaskan pelukannya dan kemudian menatap dalam-dalam matanya.
"Hmm... aku tahu maksudmu. Tetapi, aku sendiri tak tahu harus bagaimana saat ini. Lebih baik kita jalani saja dulu ya..." Dipa meraih tanganku, memainkan rambutku dengan lembut. Aku tetap membisu. Tak tahu harus berkata apa padanya.
***
"Nak Amel, tante itu senang lho Ricky bisa jalan dengan nak Amel sekian lama. Maksud hati sih kalian lekas meresmikan hubungan saja," kata tante Lia saat mengajakku ngopi sore itu. Aku nyaris tersedak. Tak pernah terpikir sebelumnya di benakku tante Lia akan ngobrol tentang hal itu. Oya, tante Lia adalah ibu Ricky, kekasihku. Sebenarnya ia juga adalah teman ibuku, jadi ceritanya dulu memang kami sengaja dikenalkan.
Ricky sendiri hanya senyum-senyum duduk di sampingku, tak berkomentar apa-apa. Dan aku tak bisa menebak apa yang ada di dalam pikirannya.
"Iya, beneran nih. Tante sudah bicara sama mama dan papamu. Mereka setuju kok kalau kalian segera menikah tahun ini. Kami sudah tak sabar ingin menimang cucu..." ungkap tante Lia sambil tertawa senang hatinya. Aku menanggapinya dengan senyum yang aku tak tahu itu apa. Aku hanya tak tahu harus berkata apa.
***
"Bang, aku mau dinikahin nih," kataku pada Dipa. Ia terdiam. "Maksudmu dengan dinikahin itu apa?" ia bertanya balik. "Ya orangtuaku dan tante Lia setuju kalau aku dan Ricky segera menikah. Mereka malah sudah merencanakan hal itu. tahun ini."
"Lalu, kamu bilang apa?" wajah Dipa mulai serius. Ia meninggalkan kesibukannya dan tampak mulai khawatir. "Ya aku nggak bilang apa-apa sih. Tapi..."
"Tapi apa? Kamu bilang nggak mau kan?" ia semakin gusar.
"Aku rasa aku nggak bisa menolaknya, bang." aku memalingkan wajah darinya. Aku takut melihat kekecewaan di wajahnya.
"Aku... aku balik dulu Mel. Aku ada perlu." Aku sudah menyangka ini akan terjadi. Dipa kecewa dan terluka. Aku harus bagaimana? Berpikir selama beberapa detik, kemudian aku mengejarnya.
"Bang... tunggu!" kataku. "Gimana kalau kita kawin lari?" aku tak pernah menyangka bahwa kalimat ini akan keluar dari mulutku. Namun nyatanya keluar juga. Dipa terdiam dan tak berpaling padaku. Kuhentikan langkahku dan menunggu ia berbalik dan memelukku. Ia tak pernah berbalik. Ia meneruskan langkahnya dan memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
***
"Kamu cantik lho Nak Amel dengan busana pengantin ini," kata tante Lia padaku. Mama mengangguk setuju. Akupun tersipu di depan mereka.
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Ricky. Hari yang diharap-harapkan oleh banyak orang untuk melihatku bahagia. Kalau dipikir-pikir, aku sebenarnya beruntung. Bisa menikah dengan orang yang aku cinta, direstui dan didukung oleh keluarga. Tetapi seperti ada yang hilang di dalam hatiku.
Dipa. Entah ke mana ia pergi setelah hari itu. Aku tak pernah melihat dan mendengar kabarnya lagi. Ia seperti lenyap ditelan bumi. Aku sendiri tak berniat mencarinya, karena kupikir ia akan berbalik dan memelukku.
Aku juga tak pernah terbayang bagaimana bila ternyata hari itu ia mengiyakan ajakanku. Mungkin saat ini aku tak melihat tante Lia, tak melihat senyum di wajah mama dan papa.
Haha. Bodohnya aku. Mengapa sampai terucap kalimat itu. Bukannya aku seharusnya tahu bahwa hubungan kami itu nggak mungkin terwujud.
"Amel, semua sudah menunggu di bawah," kata mama memintaku untuk segera turun dan bersiap untuk ijab kabul. "Iya, ma... sebentar lagi," kataku.
Kupandang lagi cermin di kamarku, kemudian beralih mencari udara segar di jendela kamar. "Baiklah, ini mungkin sudah menjadi jalanku. Aku tak bisa mundur lagi. Maafkan aku, Bang Dipa. Aku tak bisa menunggu sesuatu yang tak pasti darimu. Aku mencintaimu, namun aku juga mencintai dia," kataku dalam hati kemudian beranjak dari kamarku. (vem/bee)

Akhirnya cinta harus memilih
satu yang pasti
Mana mungkin
terus jalani, cinta begini...

Selasa, 02 April 2013

Seseorang yang mencintai kamu

Seseorang yang mencintai kamu,
tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu
Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yang mencintai kamu,
sebenarnya selalu membuatmu
marah / gila / jengkel / stress
Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,
Karma semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu,
jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah
yang terbaik, hanya ia yang tau.

Seseorang yang mencintai kamu,
akan marah – marah atau mengeluh jika kamu
tidak membalas pesannya atau telponnya,
karna ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu.


Minggu, 31 Juli 2011

GRANDMA’S HANDS

Author Unknown

This is good; I’ll never look at my hands the same!

Grandma, some ninety plus years, sat feebly on the patio bench. She didn’t move, just sat with her head down staring at her hands. When I sat down beside her she didn’t acknowledge my presence and the longer I sat I wondered if she was OK.

Finally, not really wanting to disturb her but wanting to check on her at the same time, I asked her if she was OK. She raised her head and looked at me and smiled. “Yes, I’m fine, thank you for asking,” she said in a clear voice strong.

“I didn’t mean to disturb you, grandma, but you were just sitting here staring at your hands and I wanted to make sure you were OK,” I explained to her.

“Have you ever looked at your hands,” she asked. “I mean really looked at your hands?”

I slowly opened my hands and stared down at them. I turned them over palms up and then palms down. No, I guess I had never really looked at my hands as I tried to figure out the point she was making.

Grandma smiled and related this story: “Stop and think for a moment about the hands you have, how they have served you well throughout your years. These hands, though wrinkled, shriveled and weak have been the tools I have used all my life toreach out and grab and embrace life.

“They braced and caught my fall when as a toddler I crashed upon the floor. They put food in my mouth and clothes on my back. As a child my mother taught me to fold them in prayer. They tied my shoes and pulled on my boots. They held my husband and wiped my tears when he went off to war.

“They have been dirty, scraped and raw, swollen and bent. They were uneasy and clumsy when I tried to hold my newborn son. Decorated with my wedding band they showed the world that I was married and loved someone special. They wrote my letters to him and trembled and shook when I buried my parents and spouse.

“They have held my children and grandchildren, consoled neighbors, and shook in fists of anger when I didn’t understand.

“They have covered my face, combed my hair, and washed and cleansed the rest of my body. They have been sticky and wet, bent and broken, dried and raw. And to this day when not much of anything else of me works real well these hands hold me up, lay me down, and again continue to fold in prayer.

“These hands are the mark of where I’ve been and the ruggedness of life. But more importantly it will be these hands that God will reach out and take when he leads me home. And with my hands He will lift me to His side and there I will use these hands to touch the face of Christ.”

I will never look at my hands the same again. But I remember God reached out and took my grandma’s hands and led her home.

When my hands are hurt or sore or when I stroke the face of my children and husband I think of grandma. I know she has been stroked and caressed and held by the hands of God.

I, too, want to touch the face of God and feel His hands upon my face.

When you receive this, say a prayer for the person who sent it to you and watch God’s answer to prayer work in your life. Let’s continue praying for one another.

Passing this on to anyone you consider a friend will bless you both. Passing this on to one not yet considered a friend is something Christ would do.

Setelah Sukses… Berartikah Saya?

Anda pernah mendengar kisah Rick Waren, penulis buku: “The purpose driven life” yang terkenal itu? Dalam wawancara yang dilakukan oleh Paul Bradshaw, Rick Waren mengemukakan tentang tujuan hidupnya, apa yang ia dan istrinya dapatkan dalam menghadapi penyakit kanker yang diderita istrinya sampai kepada ketenaran yang didapatkannya karena buku yang ditulisnya terjual 20 juta copy. Tetapi lebih dari pada pengalaman hidupnya, komitmen hidupnya pun sangat luar biasa. Ia mengatakan, walaupun dia mendapatkan banyak uang dari penjualan bukunya, ia dan keluarganya tidak akan merubah gaya hidup mereka. Anda bisa membayangkan, 20 juta copy terjual! Ia bukan saja menjadi tenar tapi juga kaya mendadak.. Saya teringat akan John Wesley yang pernah berkata, “Penghasilan bertambah tidak seharusnya pengeluaran bertambah, tetapi pemberian yang meningkat”. Dan sepanjang hidupnya ia telah memberikan sekitar 30 juta poundsterling yang dihasilkan selama hidupnya!


Kita sering mendengar orang berkata bahwa hidup sekarang ini susah, segala sesuatu serba mahal, belum lagi gaji tidak kunjung naik! Dizaman yang susah begini, pernahkah Anda menanyakan kepada diri Anda sendiri, bagaimana jika Anda tiba-tiba mendapat suatu keuntungan besar dan menjadi “Orang Kaya Baru”. Apa yang akan Anda lakukan? Saya pernah menyaksikan infotainment di televisi, beberapa artis yang kaya mendadak karena ketenaran dirinya ataupun ketenaran pasangannya, langsung mengubah gaya hidup mereka. Mungkin Anda juga akan mengubah gaya hidup Anda; pindah ke perumahan elite, membeli mobil baru, dlsb. Impian sudah menjadi kenyataan!

Anda ingin tahu apa yang dilakukan Rick Waren dengan kekayaannya? Rick dan istrinya, Kay Waren, menyumbangkan 90% dari penghasilan mereka kepada 3 yayasan; “Acts of mercy”, yang melayani mereka yang menderita AIDS, “equipping the church”, yang melatih pemimpin-pemimpin gereja dinegara berkembang dan “The Global Piece Fund”, yang membantu mereka yang miskin, yang sakit dan yang buta huruf. Rick juga berhenti menerima gaji dari gereja tempat dia melayani atas keinginannya sendiri. Kemudian dia juga menghitung kembali semua gaji yang telah dia terima selama 24 tahun terakhir sejak dia memasuki gereja dan mengambalikanya. “Melayani Tuhan tanpa memungut bayaran”, katanya.

Tentu saja, Anda tidak harus menjadi kaya dahulu untuk melakukan apa yang Rick Ware lakukan. Lihatlah saudara-saudar seiman Anda di gereja Anda, mereka membutuhkan perhatian Anda, mereka butuh doa Anda. Jika Anda tidak mempunyai kekayaan untuk diberikan, mengapa tidak memberikan waktu Anda? Mari kita “melayani Tuhan tanpa memungut bayaran” dengan segala kekuatan yang ada pada kita, uang kita yang tidak seberapa, waktu yang semua orang sama banyaknya, yaitu 24 jam. Kita mungkin tidak memiliki kekayaan sebesar Rick Waren, tapi kita bisa memiliki iman seperti Rick Waren. Marilah kita melayani Dia, Si Pemberi Hidup!

DOA: Tuhan , ajarlah aku agar dapat menguasari diriku dan tidak ikut arus dunia ini. Aku ingin agar aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam Nama Tuhan aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Hanya dibutuhkan sebuah komitmen untuk melayani sesama.

Sosok Seorang Ayah


Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…

Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!

Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…

Peace….

Cinta sejati adalah...


Cinta sejati adalah
- Cinta tanpa harus memiliki
- Cinta tanpa kau tau mengapa engkau rasakan cinta itu
- Cinta dengan segenap empati
- Cinta hanya kita yang tau sebesar apa Cinta itu
- Cinta dengan penerimaan total
- Cinta tanpa ambisi di hati
- Cinta tak berubah walaupun kondisimu dan kondisinya telah berbeda

Merasa bahagia cukup hanya karena engkau boleh rasakan bahwa Cinta itu ada

Jika kau berhasil miliki dan dapatkan dia yang kau cinta, sadarlah bahwa itu adalah anugrah terbesar dalam hidupmu.

Jika kau tidak dapatkan dan miliki dia yang kau cinta, bersyukurlah dan sadarilah bahwa satu hal terindah adalah engkau beroleh kesempatan menyimpan cinta sejati itu aman di dasar hatimu. Selamanya …tanpa seorangpun sanggup mengambilnya dari hatimu

If Someone Love You….!

Seseorang yang mencintai kamu,
tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu
Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yang mencintai kamu,
sebenarnya selalu membuatmu
marah / gila / jengkel / stress
Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,
Karma semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu,
jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah
yang terbaik, hanya ia yang tau.

Seseorang yang mencintai kamu,
akan marah – marah atau mengeluh jika kamu
tidak membalas pesannya atau telponnya,
karna ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu.



Seseorang yang mencintai kamu,
hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu.
Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya,
kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu
berdegup / berdenyut / bergetar untuk kamu.

Seseorang yang mencintai kamu,
akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan
Bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu
menggunakan kata – kata itu tepat waktunya.

Seseorang yang mencintai kamu,
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah,
karna ia tidak mau mengingkari janjinya.
Ia ingin kamu untuk mempercayainya n
ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia n
aman selama – lamanya.

Seseorang yang mencintai kamu,
selalu memberitahumu untuk tidak berpikir lebih banyak.
Karna ia sudah merencanakan semuanya untuk mu,
ia ingin memberikan kehidupan yang terbaik di masa mendatang.
Ia ingin memberikanmu suatu kejutan,
percayalah dia dapat melakukannya.

Seseorang yang mencintai kamu,
mungkin tidak bisa mengingat kejadian / kesempatan
istimewa seperti perayaan hari ulang tahunnya,
tapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui
ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini.

Seseorang yang mencintai kamu,
tidak mau berkata aku mencintaimu dengan mudah,
karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk
menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu,
tetapi ia akan mengatakan kata
I Love You pada situasi yang special,
karna ia tidak mau kamu salah mengerti,
dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai diri mu.

Seseorang yang benar – benar mencintai kamu,
akan merasa bahwa sesuatu yang harus di katakan
hanya sekali saja,
karna ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya.
Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa
bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia / tersenyum

Minggu, 03 April 2011

Cara Membuat “Read More” atau “Baca Selengkapnya” di Blogger Classic dan Beta

blogger logoBagi pengguna setia blogger/blogspot mungkin ngiri dengan WordPress yang disesiakan tool untuk menambah “More” dengan mudah setiap kali posting. Namun bukannya tidak bisa, dengan fasilitas edit HTML yang dimiliki Blogger, blogger memungkinkan penggunanya untuk belajar sedikit code html agar bisa memunculkan feature tersebut. Silahkan menuju ke sumbernya langsung di How can I create expandable post summaries?


Bagi pengguna Blogger Classic ikuti langkah berikut:
Step 1: adalah merubah Conditional CSS di tempalte Anda. Masukkan code berikut sebelum tag


span.fullpost {display:none;}



span.fullpost {display:inline;}


Step 2: adalah membuat “Read More” Links dengan menambahkan code setelah tag <$BlogItemBody$> or dengan code berikut:



”>Read more!


Step 3: dilakukan setiap kali akan posting. Anda harus belajar menghafal kode berikut agar tidak kerepotan setiap kali posting. Yaitu dengan menambahkan kode pas dimana artikel ingin Anda potong. Kemudian di akhir posting tambahkan kode . Tapi ingat masukkan kode berikut di Mode HTML bukan di Mode Posting.

Misalkan:
Ini adalah awal postingan dan akan dipotong disini. Ini adalah akhir postingan

Sedangkan untuk Blogger baru atau beta silahkan ikuti langkah berikut:
Step1: Menuju link Layout kemudian masuk ke Edit HTML. Kemudian untuk bisa mengedit template secara keseluruhan, klik dulu atau aktifkan Expand Widget Templates. Setelah itu copy paste kode berikut sebelum tag atau tepat sesudah kode } ]]> seperti ini:



Step 2 untuk membuat link “Read More” dan memotong postingan yang diinginkan cari kode

dalam template Anda dan tambahkan kode berikut tepat dibawahnya:


Read More..


Step 3 sama dengan blogger classic yaitu dengan menambahkan kode pas dimana artikel ingin Anda potong. Kemudian di akhir posting tambahkan kode . Tapi ingat masukkan kode berikut di Mode HTML bukan di Mode Posting. “Read More” bisa anda modifikasi sendiri dengan “Baca Selengkapanya” ” Seterusnya”, “Lebih Lanjut” dll. Silahka nmencoba n have a nice blogging
cara pasang MP3 di blogger
open dasbiard, klick add, masukkan link ini





Free Indo Flash Mp3 Player at musik-live.net


Sabtu, 05 Februari 2011

6 Cara Alami Atasi Flu Saat Hamil


SHUTTERSTOCK
Pastikan Anda minum banyak air putih.
Artikel Terkait:
Air Garam untuk Mencegah Gejala Flu
Tutuplah Mulut Saat Bersin
Menghadapi Flu dan Gejalanya dengan Cara Mudah
Obati Demam dengan Sup Ayam
Sup Ayam Klasik
GramediaShop : 9 Dari Nadira
GramediaShop : The Village Bride Of Beverly Hills. Pengantin Dusun Di Beverly Hills
Sabtu, 5/2/2011 | 11:39 WIB
KOMPAS.com - Ketika sedang hamil, umumnya Anda tidak boleh mengonsumsi obat-obatan. Tetapi bagaimana bila Anda terkena flu, apalagi batuk? Bila dibiarkan, batuk tentu akan menyebabkan perut menjadi kejang, dan membahayakan janin. Adakah cara alami (tanpa menggunakan obat) yang bisa meredakan flu?


* Berendam dalam air hangat. Uap panas bisa mengencerkan hidung yang tersumbat. Anda bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial tea tree, lavender, peppermint, atau menthol ke dalam air. Riak yang padat di tenggorokan juga bisa diencerkan dengan menghirup minyak cengkeh atau kayu manis. Bila tak ada bathtub, cara lain yang masih berkhasiat adalah menghirup uap dari baskom berisi air panas (dengan tetap menambahkan minyak esensial tadi).


* Teh panas atau cokelat panas juga boleh diminum untuk meredakan gejala flu seperti tenggorokan yang perih. Bila kondisi tenggorokan lebih parah, minuman dingin justru lebih baik. Misalnya, susu kocok.

* Jaga agar tubuh tetap hangat. Beberapa orang biasanya mengalami demam ketika sedang flu. Tubuh terasa panas, tetapi Anda merasa kedinginan. Jagalah agar tubuh hangat, namun letakkan sekantung es di atas kepala Anda untuk menurunkan suhu tubuh.

* Jagalah agar rumah tetap bersih, dan pastikan ada sirkulasi udara yang baik. Kondisi rumah yang bersih, kering, dan segar bisa mengurangi ingus dan mencegah kuman terhirup oleh tubuh.

* Isap permen pastiles yang terbuat dari gula atau madu untuk meredakan radang tenggorokan dan batuk. Untuk batuk yang tergolong sedang, campuran kecap dan perasan jeruk nipis masih dianggap efektif.

* Lebih banyak beristirahat. Tak perlu memaksakan diri masuk ke kantor bila Anda terkena flu. Hindari tempat-tempat yang ramai untuk mencegah Anda tertular maupun menularkan virus. Minum lebih banyak air putih, dan makan makanan yang berkuah panas, seperti sup ayam.

Untuk mencegah Anda mengalami flu saat hamil, lakukan beberapa hal berikut:
* Cuci tangan lebih sering.
* Menjauh dari orang yang sedang flu, entah di rumah atau di kantor.
* Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Kuman sering tersebar ketika Anda terpapar permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan.
* Gosok gigi Anda setiap kali habis makan, dan periksakan gigi Anda sebelum Anda hamil, atau selama Anda butuh membersihkan gigi. Gigi yang bersih dan sehat adalah salah satu cara untuk memerangi penyakit.

Seringkali setelah merasa lebih baik, Anda akan mengalami gejala masalah yang lebih parah, seperti muntah, demam, sakit di dada, batuk dengan riak yang padat dan berwarna kuning kehijauan, serta kejang perut. Karena itu jika gejala flu ini tidak membaik atau justru semakin parah setelah tiga atau empat hari, segeralah berkonsultasi ke dokter.


DIN

Editor: Dini

Sabtu, 04 Desember 2010

Teruslah Berlari


"Ingatkah kawan kita pernah saling memimpikan. Berlari-lari 'tuk wujudkan kenyataan. Lewati segala keterasingan. Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan."
-- Pas Band feat. Tere dalam 'Kesepian Kita'

HARI sudah gelap. Sebagian lampu-lampu di stadion telah dipadamkan. Pertandingan lari marathon memang sudah lama berakhir. Tiga peraih medali, sudah berganti baju. Pesta di antara mereka sudah berlangsung. Di lapangan, meski masih tersisa beberapa pertandingan atletik, namun penonton sudah tidak sebanyak siang sebelumnya.

Setelah lewat satu jam setelah lomba usai, tiba-tiba penonton dikejutkan pengumuman oleh panitia dari pengeras suara. Pertandingan ternyata belum usai. Masih ada satu pelari lagi yang akan memasuki stadion. Gemuruh tepuk tangan pun membahana di stadion saat seorang pelari mulai memasuki stadion. Para penonton berdiri dan memberikan standing ovation pada pelari bernomor 36 itu.

Langkah sang pelari tak mulus lagi. Bahkan langkahnya sempat terhenti saat memasuki pintu stadion. Sejenak dia tampak meringis menahan sakit, tapi tekadnya sungguh mengalahkan segalanya. Dengan kaki terbebat perban, dengan langkah yang tak sempurna, dia menuju garis finish pada lintasan lari tersebut.

Beberapa menit kemudian, dia pun menyempurnakan tugasnya. Dia menjadi pelari terakhir yang sanggup menyelesaikan jarak 42 kilometer. Pelari asal Tanzania itu menjadi pelari ke 57. Sebelas lainnya memilih menyerah dan ogah menuntaskan pertandingan. Walau menjadi pelari paling buncit, toh sejarah mencatatnya sebagai pelari berhati baja, kukuh bagai karang dalam mengemban sebuah tugas. Tak aneh bila gelar 'a King without crown' atau 'Raja Tanpa Mahkota' disematkan padanya.

Itulah sekelumit peristiwa yang terjadi di Mexico City, 42 tahun silam. Saat itu, Meksiko menjadi tuan rumah Olimpiade yang ke 19. Adalah John Stephen Akhwari, pria kelahiran pada 1938 di Mbulu, Tanganyika, Tanzania, membuat catatan penting yang akan dikenang sepanjang masa.

Saat bendera dikibarkan, saat lomba baru dimulai beberapa saat, Akhwari telah terhadang cedera. Pria berkulit legam itu terjatuh, yang menyebabkan ia terluka parah. Akhwari mengalami lepas engsel pada sendi lututnya. Sakit? Jangan ditanya. Rasa nyeri bersarang dilututnya. Akibat lukanya, Akhwari mengalami demam hebat. Pihak panitia pun menyarankan agar ia mengundurkan diri dari lomba. Tapi Akhwari malah memutuskan untuk terus berlari dan melanjutkan perlombaan. Sambil mengatasi rasa nyerinya, Akhwari terus berlari hingga mencapai finish.

Setelah usai, Akhwari ditanya oleh wartawan mengapa ia terus berlari. Akhwari menjawab sederhana, "Negaraku tidak mengirim aku sejauh 5000 mil ke Mexico City untuk memulai perlombaan. Mereka mengirim aku untuk menyelesaikannya."

Akhwari tak ingin mengecewakan negara dan seluruh rakyat Tanzania. Karena Akhwari berangkat mengikuti Olimpiade tersebut menggunakan uang yang berasal dari rakyat Tanzania. Negaranya tidak mengirimkannya untuk hanya memulai lomba, tapi juga untuk mengakhirinya. Ribuan dollar uang rakyat harus disisihkan untuk memberangkatkan seorang atlet ke Olimpiade. Tak pelak, Akhwari memberikan inspirasi bagi banyak orang. Bukan karena ia meraih emas. Tapi karena dedikasinya menyelesaikan lomba walau dalam keadaan luka parah.

Dedikasi Akhwari, membuat namanya digunakan oleh 'John Stephen Akhwari Athletic Foundation', sebuah organisasi yang mendukung pelatihan atlet Tanzania untuk Olimpiade. Akhwari juga diundang untuk Olimpiade tahun 2000 di Sydney, Australia. Dan kemudian juga muncul di Beijing sebagai duta dalam persiapan untuk Summer Olympics 2008.

Kisah Akhwari tak bisa dilakukan banyak orang. Bisa jadi hanya dialah sendiri yang mampu melakukannya. Namun bagi kita, perjuangan Akhwari tetap menjadi istimewa. Dia tidak hanya menanamkan mimpi di kepalanya untuk menjadi terbaik, tapi juga mencapainya dengan semaksimal mungkin.

Hambatan yang ada hanyalah riak kecil yang harus dihadapi dan ditaklukkan. Sejatinya hambatan yang ada di depan mata bukanlah rintangan, melainkan tantangan. Bagaimana kita bisa menaklukkannya adalah tergantung pada niat dan keinginan yang kita miliki. Akhwari dengan tekad yang kuat, dan keteguhannya mengemban amanat adalah sebuah dorongan yang teramat dahsyat untuk menaklukkan semua masalah. Teruslah berlari menggapai mimpi-mimpimu.

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009

Contoh pejabat anti korupsi

Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia.

Bule: "Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir di bawah, Mercy S 320."

Dirjen : "Anda mau menyuap saya? Ini apa-apaan? Tender dah kelar kok. Jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah."

Bule: "Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat."

Dirjen: "Ah, jangan gitu dong. Saya gak sudi!!"

Bule (mikir ): "Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya..."

Dirjen: "Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!"

Bule menelpon kantor pusat.

Bule: "Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga Rp. 10.000,- saja."

Dirjen: "Bener ya? OK, saya mau. Jadi ini bukan suap. Pake kwitansi ya.."

Bule: "Tentu, Pak.."

Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. Dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.

Bule (sambil membuka dompet): "Oh, maaf Pak. Ini kembaliannya Rp.40.000,-. "

Dirjen: "Gak usah pakai kembalian segala. Tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya..."

Bule : @#$%^&**(

Kalo Waria Jadi Pramugari

Ledis en jentelmen, bekudis tempel semen, sesuai peraturan penerbangan, jadi eike mawar kasi liat cara pake itu sabuk yang ada di pinggang yey, baju buat mengapung-apung, dan masker oksigen dikala napas sesek.

Biar yey nantinya bisa selamet, coba sini diliat dulu cara pasang itu sabuk yang melilit di pinggang yey, cara ngunci biar gak gampang lepas, ngencengin, dan ngelepasinnya.

Baju ngapung ada di bawah kursi yang yey dudukin, jangan dipake kecuali nanti mas kapiten ngajak berenang bareng. Eit..jangan lupa, itu barang jangan yey pindah-pindahin yaa, apalagi dibawa pulang buat pajangan salon. Yang ketauan sama eike, bakalan ditabok kanan kiri atas bawah depan belakang deh ih...

Cara make'nya, itu baju dikalungin di leher yey, ati ati kekencengan tar gak bisa napas. Makanya kudu ati-ati deh yah.

Biar bisa ngapung, yey tarik itu pencetan warna merah delima, atau yey tiup itu pipa nya. Kalo nanti keluar lewat jendela darurat, itu baju apung dikembangin pas di luar aja deh, nanti mampet di jendela karena gak muat.

Aihh.. ampe kritiing tangan eike narikin pencetannya keras amirr...gimana sih nih...

Eh, asal yey semua pada tau ya, ini pesawat ada dua pintu darurat di depan, ada dua di belakang, dan ada dua lagi jendela darurat di tengah-tengah. Jadi keluarnya jangan rebutan ya.

Kalo nanti tiba-tiba napas sesek dan bukan karena sabuk yang di pinggang kekencengan bukan pula karena salah masang pelampung, masker oksigen bakalan nongol dari atas kepala yey, tarik aje dah trus napas kayak biasa.

Kalo ada anak kecil, yey yey yang ude tuwir mesti nolongin anaknya dulu baru yey pake sendiri.

Kartu gambar biar selamet ada di kantong kursi di depan yey duduk, silakan dibaca dan dihayati dengan seksama yaaah. Endang sukamti cintya lamusu, terimakasi God blesss...yuuu. .. mariii.

6 KESALAHAN FATAL FACEBOOKER

6 KESALAHAN FATAL FACEBOOKER

Menurut survey, 30% perusahaan menggunakan Facebook untuk menilai calon pegawainya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account Anda. Hindari 6 kesalahan fatal di bawah ini.


1. Foto profil yang kurang "sopan"

Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan Anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh calon atasan, imej profesional Anda akan langsung runtuh.

2. Mengeluh tentang pekerjaan
Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika Anda melakukannya di forum publik, lain lagi ceritanya.

3. Menulis sesuatu yang bertentangan dengan isi CV
Anda menulis 1984 sebagai tahun lahir Anda di dalam CV. Tapi di Facebook, tahun lahir Anda 1979. Sekecil apapun perbedaan data diri tersebut, Anda beresiko dicap tidak jujur. Minimal ceroboh dan tidak teliti.

4. Menulis status "mengadu"
Hati-hati saat menulis status seperti, "Tommy nggak masuk hari ini karena "sakit", padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk." Bukan hanya nama baik teman Anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas Anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

5. Tidak menggunakan fasilitas Privacy Setting
Kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dsb. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

6. Pencemaran nama baik
Anda sudah menjaga halaman Facebook Anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto Anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag Anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook Anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan.

Jumat, 15 Oktober 2010

Happy Birthday, you're not getting older you're just a little closer to death.

To the nation's best kept secret, your true age.

Birthdays are like boogers; the more you have the harder it is to breathe.

Birthdays are good for you. Statistics show that people who have the most live the longest!

Money's tight, Times are hard, Here's your friggin birthday card

Growing old is mandatory, growing up is optional.

Better to be over the hill than buried under it.

You are only as old as you act.

So many candles... so little cake.

Happy Birthday to you, you live in a zoo, you smell like a monkey, and you look like one too.

We know we're getting old when the only thing we want for our birthday is not to be reminded of it.

Happy Birthday on your very special day, I hope that you don't die before you eat your cake.

You're another year older and another year wiser.
So put your brain to work
And figure out there ain't no gift for you.

Two tips on your birthday:
1) Forget the past, you can't change it.
2) Forget the present, I didn't get you one.

Some words of wisdom for your birthday, "Smile while you still have teeth!"

Happy Birthday you old fart.

You would have loved the gift I didn't bother getting you.

Another year, another new place that aches.

Birthday Ideas

One more year of existence down the drain. Happy Birthday!

The only reason you hate your birthday is because people give you odd gifts, scary cards with weird messages in them, and because you're getting older. Anyway, Happy Birthday!

It's ok to light the candles on your birthday cake now; I've already alerted the fire department.

With age comes wisdom. (You're one of the wisest people I know!)

I was trying to think of what to get you for your birthday but nothing came to mind.

You're not old until you can't read this writing anymore.

The younger you try to look; the older you actually are.

Another year older, none the wiser.

Enjoy your birthday cake today since tomorrow we'll return to judging you based on every single morsel you ingest.

Happy Birthday! You're one year closer to your death day.

I'm not going to make any age related jokes because I genuinely feel bad about how old you are.

Don't think of it as getting older, think of it as becoming a classic.

An old fart is as good as a new one.

You've survived another year. Although you're older, it's better than the alternative. Congratulations!

You age like cheese... You just keep getting smellier!

Is it getting hotter in here or is it just all the candles on your cake?

There were a lot of famous people born on your birthday. Too bad you aren't one.

Never lie about your age except in the case of an emergency, like if somebody should ask how old you are.

Count your blessings, not your wrinkles.

I'll always think of you as someone older than me. Happy Birthday.

You're older.
You're wiser.
You're sophisticated.
You're far too mature to be concerned with material things, like presents.

You know you're getting old when you walk up the stairs and call it exercise. Happy Bday!

Birthdays are nature's way of telling us to eat more cake.

May you live as long as you want to, and want to as long as you live.

May you live to be old and toothless.

So many birthdays. So few candles. Next year, may your birthday wish be a bigger cake.

Forget your past, it's already done. Forget your present too, because I forgot.

SEPATU BAPAK TUA

Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota . Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi.
Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah
dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?” Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ”Supaya siapa
pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”
Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah
berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.
Sikap mempertahankan sesuatu — termasuk mempertahankan apa yang sudah tak
bermanfaat lagi — adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan.
Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda
dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.
Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan
paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabk an. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.
Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya.
Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.
Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur.
Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ”perpanjangan
tangan” Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan ”titipan” Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.
Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang
senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.
Sebagai penutup, ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak:
”Engkau tidak pernah memiliki sesuatu, Engkau hanya memegangnya sebentar, Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya. Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan engkau
mencemarkannya. Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya”.