Sabtu, 01 November 2008

Aduh, Bos Banyak Maunya!

KapanLagi.com - Pernahkah Anda merasa sumpek saat pekerjaan overload? Baru masuk di pagi hari, Anda sudah diberikan pekerjaan urgent yang harus diselesaikan secepat mungkin, belum lagi sisa pekerjaan kemarin. Tapi belum sampai siang si bos sudah datang dengan setumpuk pekerjaan yang juga diberi label urgent. Parahnya, semua pekerjaan itu harus selesai dalam waktu bersamaan!

Tenang, dari pada mengeluh dan membuat sakit kepala yang membuat pekerjaan makin kacau, mendingan Anda cari solusinya. Ada beberapa langkah yang mungkin berguna untuk mengatasi hal itu. Apa saja?

1. Tahu Mau Si Bos
Perhatikan dengan jelas instruksi si Bos, tetap tenang dan fokuskan pikiran Anda. Semakin Anda panik, konsentrasi Anda akan makin kacau dan Anda bakal tidak mengerti apa maksud si Bos memberikan tugas. Pastikan Anda mengerti benar apa saja yang harus dikerjakan. Ini juga bisa menghindari Anda bolak-balik bertanya kepada si Bos yang hanya akan memakan waktu dan bikin dia senewen.

2. Berusahalah Untuk Nego
Cobalah bernegosiasi dengan si Bos. Beri pengertian bahwa Anda bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik dan benar namun dengan sedikit kelonggaran waktu deadline. Jelaskan mengapa Anda butuh perpanjangan waktu, beri alasan yang tepat dan ungkapkan kepadanya bahwa Anda juga sedang mengerjakan pekerjaan lain yang tak kalah pentingnya. Informasikan status dan perkembangan pekerjaan yang tengah Anda kerjakan sekarang. Lebih baik Anda berterus terang ketimbang mengumbar janji. Semua tergantung pintar-pintarnya Anda memberi alasan pada si Bos, pastinya kedua pihak akan merasa nyaman, dan si Bos pasti mengerti posisi Anda.

3. Bikin Deadline Yang Jelas
Saat Anda disodori pekerjaan, jangan langsung menerima begitu saja. Tanyakan dengan jelas kapan batas waktu yang diberikan. Pasalnya, jika tidak diberi deadline, Anda bakal bingung mana pekerjaan yang harus diutamakan dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Dengan deadline jelas, Anda akan bisa memprediksikan kapan harus mengerjakannya, berapa lama, dan kapan selesainya. Dan jika deadline sudah ditetapkan, jangan tunggu lama, langsung kerjakan!

4. Cobalah Menolak
Satu hal yang sering kali membuat kita terjebak dalam kesulitan adalah kebiasaan menjawab "Iya". Padahal kata "Tidak" bukanlah suatu momok yang harus ditakuti. Jika dirasa pekerjaan sudah overload, jangan takut untuk menolak pekerjaan baru, Anda tidak salah kok! Yang penting Anda punya alasan yang jelas untuk diberikan kepada di si Bos.

Bayangkan saja jika semua pekerjaan Anda terima, bisa jadi hasilnya tidak maksimal dan akhirnya Anda sendiri yang rugi. Anda bahkan akan mempunyai dua masalah yang kompleks. Pertama, Anda hampir selalu merasa tersiksa dengan tekanan pekerjaan dan kehabisan tenaga. Kalau sudah begini, bukan hanya pekerjaan yang terlantar, kehidupan pribadi Anda juga bisa jadi korban. Yang kedua, Anda akan membentuk sifat hipokrit dalam diri Anda sendiri. Anda bermanis-manis di depan Bos dan kelihatan senang menerima pekerjaan, namun di belakangnya Anda malah mencak-mencak tidak karuan.

Yang harus Anda ingat, pekerjaan yang diberikan bukan berarti semuanya harus Anda kerjakan sendiri. Minta bantuan ke rekan kerja lainnya akan sangat membantu. Diskusikan soal ini kepada si Bos, bilang bahwa Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas darinya. Jika atasan Anda bijaksana, pastinya dia kan menerima saran Anda.

Menurut study yang dilakukan oleh Sirota Survey Intellegence, sebagian besar karyawan di perusahaan terkemuka dunia yang berada dalam satu ruangan dengan pimpinan mereka belum tentu bisa mendongkrak kinerja, bahkan sebaliknya. Hal ini dilakukan melalui wawancara 3,5 juta karyawan selama tiga tahun di sejumlah perusahaan seperti Shell, Microsoft, Dell, dan Tesco, yang dipublikasikan pada tahun lalu. Menurut survei tersebut, para manajer kerap kali menghambat staffnya sendiri, di antaranya kondisi yang terlalu birokratis dan lambannya mengambil keputusan. (chc/boo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun