Rabu, 16 Juli 2008

Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?



"Good is the enemy of great. – Baik adalah musuh dari luar biasa."
~ Jim Collin

Memang sudah seharusnya kita semua tidak berhenti setelah berhasil
mencapai prestasi. Jika Anda hanya puas setelah mencapai satu
prestasi, tentu Anda tidak dapat lagi menjadi lebih baik 10 kali
lipat, 20 kali lipat dan seterusnya. Meningkatkan prestasi kerja di
dunia yang terus berkembang pesat sudah pasti memberikan berjuta
manfaat yang mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Ironisnya, ternyata makin banyak saja orang yang memilih hidup aman,
menjalani kehidupan rutin tanpa tantangan sama sekali. Kehidupan
mereka tak pernah berubah, karena mereka tak pernah mencoba sesuatu
yang baru apalagi meningkatkan standar prestasi. Mereka rela
menerima hidup apa adanya dan tak pernah lebih baik dari sebelumnya,
karena takut gagal atau membuat kesalahan.

Lebih parah lagi, mereka hanya berpikir bagaimana mencari aman,
bukan mencari kesempatan untuk mendapatkan kehidupan lebih baik.
Orang yang berprinsip demikian, `only security, no opportunity' –
hanya rasa aman, tanpa kesempatan, sebenarnya justru dalam posisi
berbahaya. Mereka lambat laun akan terlindas oleh perubahan, dan
akan semakin kehilangan kesempatan untuk memiliki kebanggaan,
kebahagiaan dan semangat hidup.

"The greater danger of most of us is not that our aim is too high
and we miss it, but it is too low and we reach it. – Bahaya besar
bukan karena kita mempunyai target tapi tak mampu mencapainya. Akan
jauh lebih berbahaya jika kita mempunyai terget yang terlalu rendah
dan kita berhasil mencapainya, " demikian pendapat Michelangelo.

Bila kita melihat tokoh-tokoh sukses dan terpandang di dunia, mereka
semua mempunyai target pencapaian baru dalam bisnis maupun
peningkatan kualitas personal. Oleh sebab itu mereka mempunyai
semangat hidup yang besar dan kesungguhan mewujudkan target baru.
Bagi mereka, melakukan tanggung jawab pekerjaan untuk mencapai
target yang lebih besar merupakan kesenangan dan akan berubah
menjadi kepuasan jika sudah berhasil.

Sebut saja Donald Trump masih aktif menjalankan bisnisnya, meskipun
sudah mempunyai kekayaan yang luar biasa. Begitu pula dengan Bill
Gates, Steven Spielberg, Oprah Winfrey, Martha Tilaar, yang masih
saja antusias menjalankan pekerjaan mereka dan menciptakan manuver
bisnis yang luar biasa. Kalaupun sudah berhasil, mereka akan segera
membuat target yang lebih besar lagi.

Thomas Alfa Edison adalah contoh lainnya. Tentu dia tak akan dikenal
sebagai pemilik hak paten terbanyak sepanjang masa jika hanya
menciptakan 1 penemuan. Thomas Alfa Edison menikmati dunia
penelitian, dan ia akan bahagia sekaligus bangga jika berhasil
menciptakan penemuan baru. Karena itulah ia terus menerus melakukan
penelitian sampai berhasil menciptakan 1093 paten atau terbanyak
sepanjang masa.

Contoh lain adalah Sir Edmund Hillary yang sudah cukup kaya dan
mempunyai status sosial tinggi. Ia memilih untuk bersusah payah
mendaki Gunung Everest yang berketinggian 29.028 kaki, karena
memecahkan rekor pendakian atas gunung tertinggi di dunia itu
menjadi sumber kebahagiannya. Dengan semangat dan optimisme, ia
berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah sebagai penakhluk
pertama gunung tersebut pada tanggal 29, Mei 1953. Karena sudah
menjadi kesenangan, sampai menjelang akhir hayatnya Sir Edmund
Hillary masih melakukan aktifitas pendakian gunung.

Sebenarnya masih banyak lagi orang-orang yang sudah berani menerobos
tantangan dan terbukti berhasil menorehkan prestasi-prestasi besar
berkelas dunia. Mereka juga menghadapi tantangan dan kesulitan yang
tak kalah berat dari sebelumnya, tetapi mereka selalu antusias dan
senang menjalankan tanggung jawab untuk mencapai target-target yang
lebih besar. "Enthusiasm is one of the most powerful engines of
success. – Antusiasme adalah salah satu motor penggerak mencapai
kesuksesan," kata Ralph Waldo Emerson. Bila mereka berhasil
menahklukkan tantangan dan kesulitan maka akan timbul kebanggaan dan
kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

Selain bersikap antusias dalam menjalanan pekerjaan, para pebisnis
sukses maupun milyader di dunia itu selalu mempunyai visi dan misi
yang baru. Mereka juga tidak akan segan memperbaiki diri guna
mencapai visi tersebut. Dengan sendirinya, peningkatan terget ikut
berpengaruh terhadap peningkatan etos kerja dan profesionalisme
mereka.

Lihat milyader sekelas Donald Trump, yang masih antusias melakukan
kesepakatan bisnis properti. Bill Gates yang kaya raya juga terus
mengembangkan gagasan dan bisnis di dunia software. Begitu pula
dengan Joanne Kathleen Rowling yang terus menulis buku dan terobsesi
menghasilkan lebih banyak karya yang mengandung fantasi berkelas
dunia.

Mereka menjalankan pekerjaan itu dengan hati dan pikiran, karena
sangat berkomitmen terhadap peningkatan hasil pekerjaan mereka dan
tidak kenal kata menyerah. Sehingga jiwa mereka terbentuk sebagai
seorang pemenang. Oleh sebab itu orang-orang yang profesional dan
terbiasa menetapkan target yang lebih besar cenderung mampu
menciptakan prestasi mengagumkan dan kembali meningkatkan prestasi
mereka.

Tidak mengherankan jika banyak orang yang telah kaya raya, tetapi
tetap terobsesi dengan pekerjaaan mereka. Merekapun terus
meningkatkan target pencapaian dan disiplin bekerja dengan waktu
lebih panjang tanpa mengenal lelah. Mereka juga mencintai dan
menikmati pekerjaan tersebut. Orientasi mereka tentu bukan untuk
mengejar keuntungan materi lagi, melainkan kepuasan karena dapat
menggunakan potensi mereka secara maksimum.

Itulah mengapa kita seharusnya meningkatkan standar prestasi.
Peningkatan prestasi tak hanya menjadikan hidup Anda lebih baik,
lebih berarti dan bergairah, tetapi juga menimbulkan kepuasan pada
diri Anda dalam arti yang lebih positif serta membentuk jiwa sebagai
seorang pemenang yang optimis. "Jangan pernah berpikir do nothing
atau pensiun. Banyak teman saya yang tidak mempunyai aktifitas
setelah pesiun justru meninggalkan dunia lebih cepat. Jadi
bekerjalah sampai Anda mati," demikian Lee Kuan Yew, mantan perdana
mentri Singapura. Sampai hari ini pria berusia 84 tahun itu masih
sehat dan aktif bekerja untuk mencapai standar pencapaian yang terus
ia tingkatkan.[ aho]

Sumber: Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi? oleh Andrew Ho.
Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku
best seller.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun