Jumat, 13 Juni 2008

Putus Asa

Di sebuah situs internet diungkapkan kisah fiksi tentang seorang
tentara bernama kopral Yono. Saat itu sekitar jam tujuh malam, ia
duduk melamun. Pandangannya kosong, sembari tangannya mengaduk es
teh. Salah seorang temannya, sebut saja Ricky, tiba-tiba menyambar
minuman yang sedang ia aduk. Tanpa basa-basi, Ricky langsung
menenggak isi gelas itu sampai tak tersisa sedikit pun.

Sebenarnya Ricky hanya bermaksud bercanda. Bukannya marah atau
tersenyum, tetapi Yono justru menangis meraung-raung sambil beruraian
air mata. Kontan reaksi Yono membuat Ricky panik. "Kamu nih cengeng
banget sih? Katanya kamu tentara? Masa sih gara-gara es teh, kamu
nangis keras begitu," komentar Ricky di antara perasaan kesal dan
bingung.

"Kenapa seharian ini hidupku kok apes terus?" rintih kopral Yono
sambil terus menangis.

"Kamu kenapa? Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa menolongmu," kata
Ricky penuh empati pada karibnya itu.

"Tadi pagi aku dipecat, gara-gara teledor menghilangkan senjata
komandan," kata Yono diselingi isak tangis.

"Ah gitu aja dipikir. Body-mu kan tinggi besar kuat perkasa. Kamu
pasti masih laku jadi pengawal pribadi atau minimal jadi preman
pasar," ujar Ricky berusaha membesarkan hati sahabatnya.

"Itu sih belum seberapa. Tadi pagi habis dipecat, aku langsung pulang
ke rumah. Tapi pas aku masuk kamar, ternyata aku memergoki istriku
selingkuh dengan teman kerjaku sendiri," ucap kopral Yono pelan. Air
matanya terus mengucur deras. Ekspresi Yono mengisyarakan beban di
hatinya benar-benar berat.

"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Kelakuan istrimu kan memang
selalu begitu (selingkuh). Baiknya kamu cepat-cepat ceraikan dia.
Masih banyak kok wanita cantik, pintar, kaya dan setia yang bersedia
menjadi istrimu," timpal Ricky memberi semangat.

"Itu sih belum seberapa. Aku sudah putus asa, ingin mati saja.
Makanya aku beli racun potas (racun tikus), terus aku campurkan ke
minuman es teh tadi. Eh belum sempat aku minum, sudah kamu habiskan,"
kata kopral Yono kemudian menangis sejadi-jadinya.

"Hhaaahhh뀉???!!!" desis Ricky ternganga. Pantas saja Yono begitu
terpukul.

Pesan:

Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering dihadapkan pada
persoalan-persoalan -persoalan yang sulit. Bahkan ada beberapa
diantara persoalan tersebut yang membuat kita hampir putus asa. Yono
dalam kisah di atas adalah satu di antara gambaran orang-orang yang
putus asa atau pesimis, karena di saat ditimpa kemalangan ia tidak
mampu lagi berpikir positif tentang diri dan dunia di sekitarnya.

Sikap pesimis adalah sikap yang memandang penderitaan hidup ini
sebagai beban yang tidak akan pernah berakhir. Sikap demikian
sangatlah berbahaya, tak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga
orang lain. Dalam kisah di atas dicontohkan, seandainya kopral itu
tidak bersikap pesimis, mungkin Ricky tak harus menelan racun potas
dalam es tehnya. Bisa jadi mata rantai kemalangan yang terus dihadapi
Yono sebenarnya merupakan dampak dari sikapnya yang pesimis sejak
awal.

Belajar dari kebodohan Yono yang memilih pesimistis, kita haruslah
mencoba bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi masa-masa sulit.
Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah menanamkan dalam
pikiran kita bahwa masa-masa sulit yang mesti kita hadapi dalam
kehidupan ini tidak akan berlangsung selamanya, melainkan hanya
sementara saja. Dengan demikian, kita akan dapat melihat sisi terang
dari kehidupan ini.

Lawan dari pesimisme adalah optimisme, sangat diperlukan untuk meraih
kehidupan yang lebih bahagia dan berhasil. "For myself, I am an
optimist--it does not seem to be much use being anything else. ?Bagi
saya sendiri, saya adalah seorang yang penuh optimisme ?karena tak
akan lebih menguntungkan dengan menjadi yang lain," kata Winston
Churcill. Karena rasa optimis adalah sumber kekuatan untuk mencari
berbagai solusi secara realistis dan semangat untuk melaksanakan
langkah-langkah perbaikan. Sehingga kemungkinan untuk meraih
kehidupan yang sukses dan bahagia akan jauh lebih besar.[aho]

Sumber: Putus Asa oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun