Jumat, 31 Juli 2009

Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan Diri

Setiap manusia mempunyai kekurangan sekaligus bakat, kemampuan dan
keunikan tersendiri. Sayangnya, tak cukup banyak orang mempunyai
kepercayaan diri dan hidup bahagia. Bagi saya, liputan seputar pesta
pembukaan Paralympic ke 13 di Beijing-Cina bulan Agustus 2008 lalu
memberi pelajaran berharga tentang bagaimana berteman dengan
kekurangan dan pentingnya kepercayaan diri untuk meraih kebahagiaan.

Pembukaan acara tersebut diawali oleh aksi Hou Bin, yaitu seorang
pemegang 3 medali emas lompat tinggi paralympic. Semula ia duduk di
kursi rodanya. Dengan penuh percaya diri ia menarik tambang hingga
posisi tubuhnya sedikit demi sedikit terangkat.

Sekali waktu ia mencoba istirahat. Sementara itu tepukan dan teriakan
penonton semakin membahana untuk memberinya semangat. Perjuangan yang
tak kenal lelah membuatnya sampai di ketinggian 40 meter dan berhasil
menjalankan misinya menyalakan obor pembukaan Paralympic ke 13
Beijing 2008.

Sesudahnya acara diisi dengan tarian para penari tuna runggu.
Diantara mereka ada seorang gadis kecil berusia 11 tahun. Li Yue,
kakinya cacat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di
propinsi Sichuan 12 Mei 2008, menari dengan penuh semangat dan senyum
yang terkembang indah.

Sekalipun hanya duduk di kursi roda, ia mencoba mengikuti alunan
musik dengan tariannya. Li Yue kemudian berkata, "Gempa bumi bisa
menghancurkan tubuh badan saya, tapi ia tidak bisa membinasakan
impianku. Saya akan terus menjadi seorang manusia yang penuh semangat
juang!" Ucapan gadis kecil itu secara eksplisit menggambarkan rasa
percaya diri yang luar biasa.

Ade Adepitan, seorang atlit paralympic asal Inggris, mengakui dirinya
tak mudah mengagumi prestasi orang lain. Tetapi pada kesempatan
tersebut dengan terbuka ia menyatakan bahwa hatinya begitu tersentuh
oleh semangat Li Yue. "This is more than just sports. It's about
life, hope and not giving up. – Ini bukan sekedar olah raga. Ini
tentang kehidupan, harapan dan tidak menyerah," katanya.

Semua media yang meliput acara tersebut melontarkan pujian pada
semangat kepada 4.200 atlet peserta olimpiade paralympic, karena
cacat sama sekali tidak mengurangi kepercayaan diri mereka untuk
menggali hal yang terbaik di dalam diri mereka sendiri. Mereka
menularkan semangat kepada dunia untuk bangkit, melawan keterbatasan,
dan berprestasi. Seorang pembawa acara dari sebuah stasiun televisi
Perancis berkomentar, "Inilah hadiah terindah dari China untuk
dunia."
Dari momen tersebut saya dapat merasakan bahwa penerimaan terhadap
kekurangan dan kepercayaan diri mereka sangat penting untuk mencapai
prestasi demi prestasi dan hidup lebih bahagia. Bagaimana dengan
kita? Sebenarnya kita juga mempunyai kemampuan untuk menerima
kekurangan diri kita sendiri dan memiliki kepercayaan diri. Tetapi
seiring waktu berlalu dan beberapa hal, maka penerimaan dan rasa
percaya diri itu mulai berkurang. Beberapa hal berikut ini mungkin
dapat membantu Anda untuk berteman dengan kekurangan dan membangun
kepercayaan diri.

Pertama, definisikan arti kesuksesan menurut versi Anda sendiri.
Sebab rasa percaya diri berkaitan erat dengan konsep tentang arti
kesuksesan. Konsep yang jelas tentang arti kesuksesan akan membantu
Anda menemukan gambaran tentang beberapa hal yang Anda butuhkan atau
langkah-langkah yang harus Anda lakukan.

Selanjutnya biasakan untuk selalu berpikir positif akan segala
kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki. Semakin positif yang Anda
pikirkan, semakin positif pula hasil yang akan Anda dapatkan. Tidak
ada yang lebih kuat dan kreatif dibandingkan dengan pikiran Anda.

Kemudian, milikilah visi, karena visi dapat meningkatkan energi dan
semangat. Semakin besar energi dan semangat yang Anda miliki, semakin
mudah meningkatkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap diri
Anda. Umumnya orang-orang yang mencintai diri mereka selalu mempunyai
visi dan tertantang untuk meningkatkan visi mereka.

Milikilah rasa syukur kepada Tuhan YME, bahwa Tuhan YME menciptakan
segala sesuatu yang terbaik untuk setiap manusia dengan segala
kekurangan dan kelebihan yang ia miliki. Jangan mengeluh, karena
hidup adalah hadiah terindah dari Tuhan YME. Dengan demikian Anda
akan dapat menerima kekurangan, dan merasa nyaman dengan diri Anda
dengan segala keunikan yang tidak dimiliki orang lain.

Menerima kekurangan dan meningkatkan kepercayaan diri sangat
bermanfaat untuk meningkatkan 4 hal, yaitu vitalitas, semangat,
energi, dan kegigihan. Empat hal tersebut sangat kita perlukan untuk
melakukan hal-hal positif untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi
jangan pernah mengabaikan diri sendiri, karena bagaimanapun juga
masing-masing diantara kita berhak hidup senang dan bahagia.

Sumber: Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan Diri oleh
Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun