Jumat, 01 Agustus 2008

PUTUS ASA

Oleh: Andrew Ho

Di sebuah situs internet diungkapkan kisah fiksi tentang seorang tentara
bernama kopral Yono. Saat itu sekitar jam tujuh malam, ia duduk melamun.
Pandangannya kosong, sembari tangannya mengaduk es teh. Salah seorang
temannya, sebut saja Ricky, tiba-tiba menyambar minuman yang sedang ia
aduk. Tanpa basa-basi, Ricky langsung menenggak isi gelas itu sampai tak
tersisa sedikit pun.

Sebenarnya Ricky hanya bermaksud bercanda. Bukannya marah atau tersenyum,
tetapi Yono justru menangis meraung-raung sambil beruraian air mata. Kontan
reaksi Yono membuat Ricky panik. “Kamu nih cengeng banget sih? Katanya kamu
tentara? Masa sih gara-gara es teh, kamu nangis keras begitu,” komentar
Ricky di antara perasaan kesal dan bingung.

“Kenapa seharian ini hidupku kok apes terus?” rintih kopral Yono sambil
terus menangis.
“Kamu kenapa? Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa menolongmu,” kata Ricky
penuh empati pada karibnya itu.
“Tadi pagi aku dipecat, gara-gara teledor menghilangkan senjata komandan,”
kata Yono diselingi isak tangis.
“Ah gitu aja dipikir. Body-mu kan tinggi besar kuat perkasa. Kamu pasti
masih laku jadi pengawal pribadi atau minimal jadi preman pasar,” ujar
Ricky berusaha membesarkan hati sahabatnya.

“Itu sih belum seberapa. Tadi pagi habis dipecat, aku langsung pulang ke
rumah. Tapi pas aku masuk kamar, ternyata aku memergoki istriku selingkuh
dengan teman kerjaku sendiri,” ucap kopral Yono pelan. Air matanya terus
mengucur deras. Ekspresi Yono mengisyarakan beban di hatinya benar-benar
berat.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Kelakuan istrimu kan memang selalu
begitu (selingkuh). Baiknya kamu cepat-cepat ceraikan dia. Masih banyak kok
wanita cantik, pintar, kaya dan setia yang bersedia menjadi istrimu,”
timpal Ricky memberi semangat.

“Itu sih belum seberapa. Aku sudah putus asa, ingin mati saja. Makanya aku
beli racun potas (racun tikus), terus aku campurkan ke minuman es teh tadi.
Eh belum sempat aku minum, sudah kamu habiskan,” kata kopral Yono kemudian
menangis sejadi-jadinya.
“Hhaaahhh……???!!!” desis Ricky ternganga. Pantas saja Yono begitu terpukul.

Pesan:

Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering dihadapkan pada
persoalan-persoalan-persoalan yang sulit. Bahkan ada beberapa diantara
persoalan tersebut yang membuat kita hampir putus asa. Yono dalam kisah di
atas adalah satu di antara gambaran orang-orang yang putus asa atau
pesimis, karena di saat ditimpa kemalangan ia tidak mampu lagi berpikir
positif tentang diri dan dunia di sekitarnya.

Sikap pesimis adalah sikap yang memandang penderitaan hidup ini sebagai
beban yang tidak akan pernah berakhir. Sikap demikian sangatlah berbahaya,
tak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga orang lain. Dalam kisah di
atas dicontohkan, seandainya kopral itu tidak bersikap pesimis, mungkin
Ricky tak harus menelan racun potas dalam es tehnya. Bisa jadi mata rantai
kemalangan yang terus dihadapi Yono sebenarnya merupakan dampak dari
sikapnya yang pesimis sejak awal.

Belajar dari kebodohan Yono yang memilih pesimistis, kita haruslah mencoba
bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi masa-masa sulit. Salah satu
langkah yang dapat kita tempuh adalah menanamkan dalam pikiran kita bahwa
masa-masa sulit yang mesti kita hadapi dalam kehidupan ini tidak akan
berlangsung selamanya, melainkan hanya sementara saja. Dengan demikian,
kita akan dapat melihat sisi terang dari kehidupan ini.

Lawan dari pesimisme adalah optimisme, sangat diperlukan untuk meraih
kehidupan yang lebih bahagia dan berhasil. “For myself, I am an
optimist--it does not seem to be much use being anything else. – Bagi saya
sendiri, saya adalah seorang yang penuh optimisme – karena tak akan lebih
menguntungkan dengan menjadi yang lain,” kata Winston Churcill. Karena rasa
optimis adalah sumber kekuatan untuk mencari berbagai solusi secara
realistis dan semangat untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan.
Sehingga kemungkinan untuk meraih kehidupan yang sukses dan bahagia akan
jauh lebih besar.[aho]

*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun