Senin, 03 Agustus 2009

Iklas

Itu hanya ada dalam kata-kata dan tulisan, dan kata-kata ustaz…. Sesungguh nya sangat sulit perbuatan iklas itu ada dan benar- benar dari lubuk hati yang terdalam , sebagai mana cerita usna dalam obrolan pagi di kereta….
Keiklasan seorang Pria…

Disini saya tidak hanya menemukan Pria saja , tetapi banyak juga para wanita yang tidak pernah iklas dalam menjalan kan hidup nya, terkadang kita hanya melihat sebelah mata dan menutup mata yang satu nya.

Dalam kehidupan sekarang semua nya mengharapkan pamrih, dalam persahabatan, dalam bekerja dan kehipan semua nya mengharapkan pamrih, bahkan dalam keluarga sekali pun, bahkan dalam sholat pun kita mengharapkan pamrih dari TUHAN

Mungkin kadar nya saja yang berbeda, jika kepada Tuhan kita mengharap kan dosa-dosa kita di ampuni, rezeki di tambah dan di berikan kehidupan yang layak dan di jauh kan dari NERAKA dan minta di masukkan ke SORGA nya, dalam setiap doa yang kita panjat kan , bukan kah artinya kita mengharap kan balasan dari TUHAN?

Lalu seorang guru atau dosen mengajar mahasiswa nya dengan harapan sang mahasiswa, atau murid bisa menjadi orang yang sukses dan jaya di masa depan nya, itu pasti dan memang itu lah yang di harap kan dari seorang pengajar .

Seorang Anak harus berbakti dan membalas semua jasa-jasa yang telah di berikan oleh orang tua nya kalau tidak mau di anggap anak yang durhaka, kacang lupa kulit atau si malin kundang.

Seorang istri harus lah mengabdi terhadap suami nya dan sang suami harus lah memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istri nya jadi semua nya harus memberikan saling keuntungan dan timbale balik.

Berfikir secara realita, bagaimana seorang Pria yang bersusah payah belajar bekerja sehingga menjadi dosen merelakan uang nya untuk di berikan kepada mahasiswa yang sudah punya anak tiga tanpa imbalan apa-apa, atau mungkin perjanjian uang nya akan di kembalikan dalam termpo beberapa hari, jangan kan Pak dosen itu, bank pemerintah sekalipun pasti memberikan bunga untuk setiap pinjaman yang di berikan dan bila telat sehari saja akan dikenakan denda,

Nah sekarang si wanita tadi bisaka dia merelakan diri nya untuk bisa melunasi hutang – hutang nya?

Dimana letak keiklasan itu sebenar nya adalah tidak ada ! sebagai mana berani menuai akan mendapat kan hasil nya

Bila kita bekerja dengan keras dan sungguh2 maka hasil nya kita bisa mendapat kan pekerjaan yang maksimal , jika hanya malas-malasan sering bolos, tidak bisa mengendalikan diri kita pun akan mendapat kan hasil yang sesuai…

Jadi semua nya pasti ada imbalan nya sesuai dengan usaha yang telah di berikan, dan akan mendapat kan hasil yang sesuai pula.

Jika seorang murid belajar dengan tekun maka dia akan mendapat balasan nilai yang memuskan , jika sang murid malas2an maka dia akan mendapat kan hasil yang sesuai juga, dan jikalau pun dia mendapat kan nilai yang bagus dengan cara membeli nilai atau membayar nya , bisa kah dia mempertanggung jawab kan nilai tersebut di kemudian hari…

Jadi untuk mahasiswa, murid dan semua nya yang suka membayar demi nilai yang di peroleh jangan terlalu gembira karena belum tentu bisa mempertanggung jawab kan semua nya nanti dan hasil nya dia tetap menjadi mentimun bungkuk , yaitu mendapat nilai tinggi di univescity tapi hasil tetap NOL, lebih baik bekerja dan belajar dengan maksimal dapat nilai pas tapi adalah hasil sendiri

Seorang teman di tuntut setia kawan sebagai balasan persahabatan mereka….
Jadi dalam semua kehidupan ini kita selalu mengharapkan pamrih walau ada yang mengaku terang-terangkan dan ada juga yang dengan cara halus sekalipun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun