Senin, 03 Agustus 2009

Ketetapan Hati

Bertahun-tahun silam, ada seorang pemuda dari kota Malang Jawa
Timur, berbekal pendidikan kelas 6 SD pun tidak tamat, dia mencoba
mengadu nasib ke ibukota, sesampai di Jakarta dia mendapat pekerjaan
sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun.

Saat itu, film-film action kungfu dari Hongkong dan Taiwan sedang
gencar masuk ke Indonesia. Karena merasa punya bekal ilmu kungfu,
body menawan dan wajah yang oke, pemuda itu pun punya mimpi dan
mencanangkan tekadnya, ingin menjadi seorang bintang film laga di
Indonesia. Pengorbanan yang tidak tanggung-tanggung- pun dilakukan
dengan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Namun sayang, nasib baik
belum memihak kepadanya, kenyataan tidak seindah impian, kegagalan
pun harus ikhlas diterimanya.

Waktu terus berjalan, kegagalan yang lalu tidak menyurutkan
langkahnya. Impian menjadi bintang film tambah menguat, bahkan
target lebih besar ditancapkan, yakni ingin menjadi bintang film
kungfu di Hongkong, persiapanpun dilakukan dengan lebih baik, Dari
latihan fisik lebih keras dan doa pun mengiringi surat lamaran
dengan foto-foto action yang di kirim ke perusahaan Eterna Film di
Hongkong.

Tidak beberapa lama kemudian, surat balasan datang, memberitahu
bahwa ia diterima menjadi bintang film di Hongkong.

"Ya Tuhaaann... impianku jadi kenyataan!" teriaknya kegirangan.
berita gembira itu pun langsung menyebar. Segala persiapan dia
lakukan.

Saat menikmati kegembiraannya, tiba-tiba sebuah surat datang
kembali. Beritanya sungguh menyedihkan. Akibat cuaca buruk yang
berkepanjangan, terpaksa syuting film harus ditunda sampai batas
waktu yang tidak ditentukan.. .perasaan sedih spontan
menyelimutinya. .tubuhnya lemas, lunglai karena tidak ada kepastian
kapan akan berangkat. Kegembiraan pun langsung berubah menjadi
kemuraman.

"Apakah ini pertanda memang aku tidak ditakdirkan jadi bintang film
di Hongkong?"keluhnya dalam hati. Batin pemuda itu terus bergejolak,
antara tetap bertahan dengan impian besarnya untuk jadi bintang film
atau menyerah

Perasaan pemuda itu tidak menentu. Pikirannya goncang. Tarikan kuat
di hatinya untuk terus bertahan bertarung sangat keras dengan godaan
untuk menyerah. Tiba-tiba, dia ingat kata-kata motivasi yang sering
diajarkan oleh ayahnya, " Selama gunung masih menghijau, jangan
takut kehabisan kayu bakar." sontak, kata pepatah motivasi itu
langsung kembali membangkitkan semangatnya. "Aku harus bertahan. Aku
pasti bisa menjadi bintang film di hongkong, Aku tidak boleh
menyerah dan tidak akan menyerah! Ketetapan hatiku tidak akan
goyah!!!"

Tiga bulan kemudian.. dengan ketetapan hati yang dilandasi kebulatan
tekad untuk tetap bertahan itu, akhirnya panggilan untuk berangkat
main film datang. Pemuda itu berhasil menggapai impiannya, menjadi
bintang film Hongkong yang mengambil lokasi syuting di Taiwan.

Sungguh, kemenangan perang batin yang luar biasa, Keyakinan kuatnya
untuk menjadi bintang film terjawab sudah. Proses perjuangan yang
dilandasi ketetapan hati itu akhirnya mengkristal, menjadi sebuah
kekayaan mental dan menjadi karakter bagi pemuda tadi, sehingga
berguna di kemudian hari dan menjadi bekalnya meraih sukses di
berbagai bidang yang dia tekuni.

Pembaca yang budiman,

KETETAPAN HATI, mutlak dimiliki bagi setiap orang yang ingin meraih
kesuksesan. Kualitas dan kapasitas manusia untuk bertahan dalam
badai kehidupan sangat ditentukan oleh keuletan dan ketetapan hati
yang dimiliki. Saat kita telah memilih untuk bertahan, hati nurani
pun pasti akan ikut berbicara. Dan, jika diperkuat dengan tindakan
nyata, maka kekuatan ketetapan hati seperti itu akan didengar oleh
Tuhan. Dan Tuhanpun pasti akan membantu mewujudkan impian kita
melalui cara-Nya, yakni dengan cara yang terbaik dan sering tidak
terduga-duga.

Dan, inilah sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi saya,
Sebab, orang yang mengalami dan yang paling tahu tentang kisah
tersebut, yakni pemuda tadi, adalah saya sendiri Andrie Wongso.

Kuatkan tekad, tetapkan hati. Raih kesuksesan !! sebab Success is my
right!!!

Sumber: Ketetapan Hati oleh Andrie Wongso

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun