Senin, 03 Agustus 2009

Perlunya Perencanaan Hidup

Perlunya Perencanaan Hidup

"Every minute you spend in planning saves 10 minutes in execution;
this gives you a 1,000 percent return on energy! – Setiap menit yang
Anda habiskan untuk perencanaan menghemat 10 menit dalam
pelaksanaan; dan energi Anda kembali 1.000 persen."
--Brian Tracy.

Masa lalu adalah masa yang bukan milik kita lagi. Masa sekarang
adalah anugrah, maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Sedangkan masa
depan belum tentu milik kita dan penuh ketidakpastian. Itulah
mengapa diperlukan perencanaan hidup agar kita mudah melakukan
tindakan tertentu jika dibutuhkan.

Ilustrasi berikut ini semoga dapat menggambarkan alangkah penting
membuat perencanaan hidup. Ini kisah tentang seorang nenek tua yang
berumur sekitar 70 tahun. Ia hidup seorang diri. Setiap pagi selalu
ada seorang pengantar koran yang terus berteriak-teriak di depan
rumahnya sampai wanita itu muncul dan mengambil koran langganannya.

Teriakan keras loper koran sudah lama dikeluhkan oleh para warga
sekitar. Sampai suatu pagi seorang profesor yang berada di samping
rumah itu memprotes si loper koran, karena ia benar-benar terganggu.
Dengan tergopoh-gopoh wanita tua itu keluar rumah, mengambil koran
dari tangan loper koran itu sambil tersenyum kepada sang profesor.

"Maafkan saya. Sebenarnya saya yang meminta anak itu berteriak keras-
keras dan tidak pergi sampai saya muncul keluar rumah," kata wanita
itu kepada profesor tersebut.

"Sebenarnya saya buta huruf dan tidak bisa membaca satu hurufpun di
koran ini. Saya hanya minta bantuan loper koran itu agar memastikan
saya muncul. Sebab kalau saya tidak muncul berarti saya sakit atau
sedang terjadi sesuatu, sehingga dia akan segera menghubungi anak-
anak saya yang berada di luar kota," lanjut wanita tua itu
menerangkan.

Wanita tua itu menggunakan loper koran untuk mempersiapkan tindakan
jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Saya rasa ia cukup cerdas
merencanakan segala sesuatu, sehingga tindakan-tindakan penting
dapat segera dilaksanakan jika diperlukan.

Kita memang tak pernah tahu apa yang akan terjadi 1 jam, 2 jam, atau
bahkan 2 menit ke depan. Bisa jadi mobil yang sedang kita tumpangi
tiba-tiba mogok tersenggol becak. Atau jantung kita yang tiba-tiba
mogok berdenyut? Segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi
sewaktu-waktu. Untuk itu kita harus mengantisipasi agar tindakan-
tindakan penting dapat segera dilakukan sehingga tidak berakibat
fatal.

Bisasakan menyediakan security net atau rencana-rencana cadangan,
sehingga jika ada hambatan dapat segera diambil tindakan
penyelesaian. Menyimpan nomor telpon penting itu perlu seandainya
tiba-tiba Anda mengalami masalah dan membutuhkan pertolongan maka
Anda dapat langsung menghubungi nomor-nomor penting tersebut.
Mempersiapkan peta, alat-alat perbaikan mobil dan lain sebagainya
tentu sudah harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum rencana
berlibur dilaksanakan.

Begitu banyak perencanaan untuk kehidupan sehari-hari, tentu banyak
hal yang juga harus dipersiapkan menjelang masa senja nanti. Itulah
mengapa sangat penting melakukan perencanaan hidup sedari sekarang,
agar kita hidup nyaman dan menikmati masa tua nanti.

Tentu kita tak ingin menjadi salah satu diantara 7 juta lansia di
Indonesia yang sekarang hidup terlantar. "Pengertian terlantar
adalah lansia dengan usia di atas 60 tahun yang tidak punya
penghasilan dan tempat tinggal, atau tinggal bersama dengan keluarga
miskin," kata Direktur Pelayanan Lanjut Usia Departemen Sosial RI,
Tunggul Sianipar. Berikut ini beberapa hal yang harus kita lakukan
sebagai bagian dari merencanakan kehidupan yang nyaman dan
menyenangkan di masa tua nanti.

Pertama, mempersiapkan tabungan untuk hari tua secara konsisten
sebelum usia produktif berakhir, yaitu sampai umur sekitar 55 tahun.
Sebab di masa tua kita sudah tak mampu bekerja keras lagi.
Penghasilan menurun atau bahkan hilang, sementara kebutuhan hidup
semakin tua semakin besar. Tabungan dapat dijadikan dana cadangan
atau dijadikan investasi misalnya dalam bentuk rumah kos, deposito,
dan lain sebagainya. Sehingga semua kebutuhan hidup dapat tetap
tercukupi.

Kondisi kesehatan di masa tua cenderung menurun, oleh sebab itu
lakukan investasi untuk kesehatan, misalnya mengikuti asuransi
kesehatan. Memiliki asuransi kesehatan sama halnya mengalihkan biaya
yang harus kita keluarkan menjadi tanggungan pihak asuransi. Semakin
dini kita berinvestasi untuk kesehatan, semakin kecil premi asuransi
yang harus kita bayarkan sedari sekarang.

Investasi untuk masa depan yang tidak kalah berharga adalah menjaga
kesehatan sedari sekarang. Sebab biaya kesehatan semakin hari
semakin mahal. Bila kita selalu membiasakan hidup sehat, misalnya
berolah raga teratur, istirahat dan makan teratur, dan lain
sebagainya, maka kemungkinan menghadapi masalah kesehatan akan lebih
kecil. Sehingga keuangan kita di masa datang tidak terbebani biaya
kesehatan atau untuk berobat.

Memastikan dapat tinggal di sebuah rumah dengan nyaman selama Anda
inginkan itu merupakan salah satu langkah penting merencanakan
hidup. Usahakan untuk menyelesaikan cicilan rumah, sebelum masa
pensiun atau memasuki usia lanjut. Tentu tak akan nyaman bila di
usia tua masih harus dibebani dengan biaya cicilan rumah atau biaya
kontrak rumah.

Memperluas hubungan sosial dengan melibatkan diri dalam kegiatan-
kegiatan positif adalah salah satu perencanaan untuk menyongosng
masa tua. Sebab bergaul dengan banyak orang akan membuka kesempatan
untuk bertukar pengalaman. Hal itu membuat kita terus bersemangat,
karena merasa tetap mendapatkan dukungan sosial, tetap diinginkan
dan dihargai, meskipun kita sudah mengalami banyak kemunduran.

Depresi dan perasaan hampa kerap menghantui kehidupan di masa tua.
Keimanan merupakan cara yang ampuh untuk melindungi diri dari
ancaman perasaan negatif tersebut. Oleh sebab itu, dekatkanlah diri
kepada Tuhan YME dan lakukan kebaikan sebanyak mungkin sedari
sekarang.

Sangat banyak kemungkinan atas kehidupan di masa datang. Perubahan-
perubahan hendaknya diantisipasi sejak dini, diantaranya
mempersiapkan masa depan keuangan, kesehatan, melakukan banyak
kebaikan dan meningkatkan keimanan, bekerja lebih keras, cerdas dan
ikhlas dan lain sebagainya. Bagaimanapun juga mempersiapkan diri
atas segala kemungkinan itu jauh lebih menguntungkan.

Sumber: Perlunya Perencanaan Hidup oleh Andrew Ho, seorang
pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun