Senin, 03 Agustus 2009

Sisi Gelap Perlu Diwaspadai

"Beware of you dark side" (Yoda Master, Star Wars)

Setiap orang mempunyai suatu sisi gelap. Itulah yang sering
dikatakan orang. Bahkan, seorang humoris dan penulis terkenal
Amerika, Mark Twain, sampai-sampai mengatakan, "Everyone is a moon
and has a dark side he never shown to anybody" (Setiap orang adalah
seperti bulan, mempunyai sisi gelap yang tidak pernah ia tunjukkan
kepada orang lain).

Tampaknya, apa yang dikatakan Mark Twain sangatlah benar. Bahkan,
lebih dari sekadar perlu disadari, sisi gelap ini sangatlah perlu
diwaspadai. Masalahnya, dalam kondisi tak terkendali, bagian inilah
yang serin merampas kegemilangan dan kesuksesan yang dirintis susah
payah bertahun-tahun.

Kita ambil contoh saja, mulai dari seorang atlet, artis, politikus
hingga seorang pemuka agama yang punya repu-tasi begitu tersohor,
akhirnya dirusakkan oleh sisi gelapnya sendiri. Biasanya masyarakat
umum mulai menghujat dan menjauhi mereka, tatkala sisi gelap ini
terungkap. Dan, sampai kapan pun sisi gelap ini akan terus menjadi
misteri yang menarik untuk diungkap.

Bicara soal sisi gelap ini memang menarik. Masih ingatkah Anda
dengan kisah legendaris terkenal yang berjudul Dr Jekyll dan Mr Hyde
karya sastrawan Inggris terkemuka, Robert Louis Stevenson?

Dalam kisah ini diceritakan soal seorang dokter terkemuka yang
mempunyai dua sisi kepribadian. Pada suatu saat, dia adalah seorang
dokter yang menolong dan membantu orang, menyelamatkan nyawa orang.
Namun, setelah meminum ramuan tertentu, dia pun berubah menjadi
seorang malaikat maut pencabut nyawa yang berbahaya.

Masih mempunyai hubungan dengan kisah ini, adalah film box office
beberapa tahun lalu yakni Star Wars. Dalam salah satu kisahnya yakni
serial Return of The Sith, diceritakan soal bagaimana seorang Jedi
yang hidupnya terhormat bernama Anakin Skywalkers yang kemudian
berubah menjadi pria yang ganas dan berbahaya.

Dua sisi

Kedua tokoh ini pada dasarnya mengingatkan kita soal dua sisi dalam
kehidupan kita. Itulah sebabnya salah satu psikolog terkenal, Carl
Gustav Jung, menyebutkan bahwa dalam diri setiap orang terdapat
bagian yang disebutnya dengan shadow (bayangan).

Shadow ini berisi pribadi sisi gelap yang merupakan kumpulan
insting, naluri, dan dorong-dorongan negatif dalam kehidupan kita.
Bagaimana nyatanya shadow ini bersemayam pada diri setiap orang,
perhatikanlah kedua kisah nyata ini.

Pertama, ada seorang ulama yang setiap hari berbicara soal agama dan
memberikan kuliah soal moralitas. Akhirnya, begitu banyak orang
mengaguminya karena sering tampil di depan publik dengan retorikanya
yang begitu menggugah dan meyakinkan, khususnya jika dia mulai
bicara soal moralitas.

Pengikutnya bahkan berkembang dan fans-nya banyak. Namun, tanpa ada
yang tahu, si ulama ini ternyata banyak membohongi pengikutnya
dengan mengutip uang dari mereka-mereka yang dengan tulus
mendermakan uang untuk membantu proyek sosialnya. Akhirnya,
kebohongan ini pun terkuak. Saat ketahuan, ternyata sudah bermiliar
rupiah dikutip oleh ulama ini dari pengikutnya. Dia pun akhirnya
dikucilkan.

Kisah kedua menyangkut seorang direktur sebuah perusahaan yang
kehidupannya membingungkan bagi orang-orang di sekitarnya. Di depan
publik, si direktur yang juga banyak berbicara di forum-forum
nasional ini banyak berbicara tentang manajemen yang jujur dan penuh
integritas.

Dia pun mengajari orang soal bekerja sebagai ibadah dan menasihati
orang soal keagamaan. Namun, di sisi lain, orang-orang sekitarnya
mengetahui bahwa dirinya sangat manipulatif bahkan biasa
menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.

Nah pembaca, kedua kisah ini menggambarkan contoh bagaimana sisi
gelap bekerja pada diri setiap orang, tidak peduli betapa terhormat
dan bagaimanapun situasinya. Kenyataannya ini yang terkadang jarang
disadari dan bahkan kadang sulit ditoleransi oleh orang-orang, saat
sisi gelap ini muncul ataupun terungkap.

Bagaimana menyikapi sisi gelap pada diri kita dan orang lain? Hal
terpenting, seperti diungkap oleh psikolog yang berbicara soal sisi
gelap ini, yakni Carl Jung adalah kesadaran dan penerimaan bahwa
setiap orang memiliki shadow-nya sendiri-sendiri.

Inilah bagian sisi yang oleh agama dan ajaran religius kita
kerapkali disebut juga sebagai dosa. Karena itu, perlu dipahami
bahwa sangat mudah bagi setiap orang untuk terjebak dalam sisi
gelapnya. Namun, menyadari kecenderungan ini bukannya kita lantas
harus tunduk pada sisi gelap ini. Dalam film Star Wars, Anakin
Skywalker yang berubah menjadi jahat, digambarkan dengan bagus
tatkala dia membiarkan sisi gelap mengambil alih kendali atas
hidupnya.

Bagi banyak orang, perjuangan melawan sisi gelap ini merupakan suatu
pertempuran yang paling menarik dalam sebagian besar dari perjuangan
kehidupan manusia. Realita menunjukkan selalu terjadi pertempuran
antara sisi gelap dan sisi terang dalam diri kita hingga memunculkan
salah satu pemenang.

Untuk itulah, seorang penulis yang juga seorang clinical
hypnotherapist Kyle Varner dari Maryland, memberikan tip cara
menyikapi secara positif sisi gelap kita ini. Pertama, menurutnya
adalah menyadari kecenderungan adanya sisi gelap kita. Tidak ada
seorang pun yang luput dari sisi gelap ini. Justru dikatakan mereka
yang paling menggembar-gemborka n bahwa dirinya tidak berada dalam
sisi gelap ini, merupakan mereka yang paling mudah terjerumus dalam
lubang sisi gelap ini. Karena itu, pertama-tama adalah menyadari
pola (pattern) kecenderungan sisi gelap diri kita ini.

Langkah kedua adalah berusaha tidak melawan, tetapi merenungkan
mengapa muncul sisi-sisi gelap tersebut. Di balik sisi gelap
tersebut umumnya ada kebutuhan dan keinginan yang mungkin belum
terpenuhi, atau tepatnya unfinished business dalam kehidupan kita.
Memang sisi gelap tersebut bukannya harus diikuti, tetapi disikapi
secara positif bahwa sisi gelap menunjukkan kemanusiaan kita yang
nyata. Realita menunjukkan semakin kita melawan semakin besar
dorongan dalam diri kita, semakin kita merasa kalut dan terjebak
semakin jauh. Menurut Kyle Verner, dengan menyadari dan menerima
sisi gelap ini terlebih dahulu, barulah kita bisa belajar
mengendalikannya.

Hal ketiga adalah mengarahkan energi sisi gelap tersebut untuk
meraih kualitas hidup kita. Di satu sisi kita mengakui bahwa kita
mempunyai kecenderungan negatif yang muncul dari sisi gelap
tersebut, tetapi hal itulah yang sebenarnya bisa menjadikan hidup
kita lebih kuat. Khususnya jika kita mampu mengendalikan bahkan
menaklukkan sisi gelap tersebut.

Banyak tokoh yang setelah bergumul melawan sisi gelap mereka,
akhirnya justru mencapai kualitas diri yang jauh lebih luar biasa.

Sumber: Sisi Gelap Perlu Diwaspadai oleh Anthony Dio Martin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun