Jumat, 09 November 2007

Menjaga alat kelamin

Ini ada beberapa tulisan tentang MITOS DAN REALITAS yang terkait dengan tubuh kita. Lebih lengkapnya teman-teman bisa buka di www.pkbi.or.id

Mencuci alat reproduksi setelah buang air kecil maupun buang air besar sangat penting biar tidak menjadi lembab bro! Setelah bersih segera keringkan daerah alat reproduksi dengan handuk atau kertas tisu.

Celana dalam seharusnya diganti setelah mandi atau minimal dua kali sehari. Kalau pada sekitar alat reproduksinya lembab (mudah basah/berkeringat) disarankan penggantian celana dalam lebih sering

Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun, dan hindari celana dalam bekas pakai atau punya orang lain.

Jaga kelembaban daerah alat reproduksi, jangan sampai terasa basah dalam waktu lama. Segera basuh/cebok dan keringkan daerah alat reproduksi bila terasa sangat lembab atau basah

Jangan menggunakan celana terlalu ketat karena akan mengganggu alat repduksi

MITOS

Masturbasi/onani bisa menyebabkan dengkul kopong sperma tidak diproduksi di dalam dengkul, melainkan ditestis. Pada tubuh remaja laki-laki yang sehat, dalam sehari sperma diproduksi lebih dari 50 juta sel. Setelah mastrubasi/onani bisanya timbul rasa lelah karena mengeluarkan energi seperti melakukan hubungan seksual. Pada saat itu otot memang berada pada kondisi yang amat rileks.

Masturbasi dapat membuat ejakulasi dini. Pendapat ini mitos ….. Ejakulasi dini disebabkan karena faktor psikologis juga karena gangguan organ reproduksi. Jadi masturbasi/onani buka merupakan penyebab terjadinya enjakulasi dini.

Ini juga mitos…Sering masturbasi bisa membuat mandul

Secara medis masturbasi tidak menganggu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman(tidak menimbulkan luka/lecet). Kemandulan biasanya akibat dari IMS atau penyakit lainnya, seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik.

Perempuan masih perawan berdarah pada malam pertama..(em..ini juga mitos)
Selaput dara sangat tipis dan elastis, letaknya sekitar 1 - 2 cm dari vagina sehingga sobeknya tidak mengeluarkan darah yang banyak dan merah (karena juga bercampur dengan cairan yang keluar pada permpuan ketika dia merasa terangsang). Dengan demikian, tidak setiap perempuan akan mengeluarkan darah ketrika berhubungan seks pertama kali.

Payudara bisa diperbesar dengan diremas. Payudara tidak bisa diperbesar dengan diremas. Bila saat diremas payudara membesar, itu karena rangsangan dan pembesaran itu bersifat temporer. Setelah itu akan kembali seperti semula. Sedangkan besar kecilnya payudara dipengaruhi oleh faktor keturunan, gizi dan proporsi tubuh.
Penis dapat diperbesar dengan di rendam air teh. Seperti halnya payudara, besar kecilnya penis dipengaruhi oleh faktor keturunan dan proporsi tubuh. Selain itu pada penis terdapat tidak terdapat otot yang dapat dilatih (diperbesar) seperti kalau orang memperbesar lengan tangannya. Jika penis membesar dalam air teh, pembesaran itu bersifat temporer. Sampai sekarang belum pernah ada penelitian mengenai air teh untuk memperbesar penis.

Petting atau gesek-geasek kelamin di bagian luar tidak menyebabkan hamil. Mungkin ada benarnya. Kehamilan terjadi karena sperma membuahi sel telur (ovum). Tapi bukan berarti gesek-gesekan di bagin luar vagina bisa bebas hamil. Apabila terjadi ejakulasi, sperma yang tercecer di daerah luar vagina bisa berenang lewat cairan vagina. Jika terus menjadi kebiasaan petting bisa saja menyebabkan kehamilan.
Jika berhubungan seksual satu kali tidak akan menyebabkan kehamilanPendapat ini keliru, pada prinsipnya pertemuan sperma dan sel telur mengakibatkan terjadinya pembuahan terutama jika dilakukan pada masa subur walaupun dilakukan hanya satu kali.
Loncat-loncat setelah hubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilanSebenarnya, ketika sperma sudah masuk ke vagina maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang.

IMS dapat dicegah dan diobati dengan minum segala jenis antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks. Pendapat ini tidak benar, karena tiap IMS mempunyai karakter khas yang berbeda satu sama lain. Jadi butuh obat dan penanganan yang berbeda.

Kondom berpori-pori dan bisa menularkan AIDS

Tidak benar jika kondom berpori-pori karena kondom terbuat dari karet (lateks) sehingga sperma dapat tertampung dengan baik dalam kondom
Hubungan dengan penderita HIV/AIDS. Beberapa mitos yang salah yang sering terjadi di masyarakat adalah bahwa berhubungan sosial dengan Odha (orang dengan HIV/AIDS) akan membuat kita tetular, seperti bersalaman, menggunakan WC yang sama, tinggal serumah, atau menggunakan sprei yang sama dengan Odha