Selasa, 27 November 2007

Seberapa Banyak Tabungan Emosi Positif Anda?

Jika mendengar kata `tabungan', biasanya otak kita langsung
mengasosiasikannya dengan uang. Berapa jumlah uang yang kita simpan
di bank, dalam celengan, dibawah bantal, disela-sela buku, dikolong
tempat tidur, atau tempat-tempat aneh lainnya. Kadang-kadang, kita
baru `menemukan' uang yang kita `tabung' itu sepuluh tahun kemudian.
Itupun dengan tidak sengaja. Ketika kita hendak memindahkan lemari
buku. Tiba-tiba saja ada dua lembar uang kertas lima puluh ribuan.
Setelah kita ingat-ingat, ternyata memang kitalah yang `menabung'
uang itu sepuluh tahun yang lalu. Bagaimana dengan tabungan emosi
positif? O-ow?! Tabungan emosi positif. Rasanya kok agak janggal
ya? Benar, `tabungan emosi positif'. Pernahkah kita menabung emosi
positif?

Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah program pelatihan yang
difasilitasi oleh Pak Anthony Dio Martin dan Pak Max Sandy. Salah
satu topik menarik dalam sesi tersebut adalah tentang teori ember
dan dayung-nya Donald Clifton. Kita tahu bahwa hanya ember yang
berisi air saja yang dapat memberi si dayung air. Ember kosong,
tidak mungkin memberi air pada si dayung.

Jika ember itu diumpamakan sebagai diri kita, sedangkan air adalah
gambaran dari emosi positif yang mengisi tubuh kita itu, maka itu
berarti bahwa "hanya jika diri kita dipenuhi emosi positif saja,
kita bisa memberikan energi positif kepada orang lain". Kita tahu
bahwa orang-orang yang jiwanya `kering' tidak mungkin bisa
memberikan kesejukan kepada orang lain. Sehingga jika kita
membiarkan diri kita sendiri menjadi kering, maka kita tidak akan
mampu untuk memberikan energi positif itu kepada orang lain.

Ngomong-ngomong, akan anda apakan uang lembaran lima puluh ribuan
yang ditemukan dibalik lemari itu? Mentraktir teman? Atau mengajak
anak-anak makan kerang rebus di warteg pinggir jalan. Atau,
barangkali anda memberikannya kepada petugas kebersihan yang sedang
menyapu sampah sisa-sisa tiket yang bertebaran dipintu gerbang tol.
Anda mempunyai begitu banyak pilihan, bukan?

Begitu pula dengan tabungan emosi positif yang anda miliki. Anda
bisa memberikannya kepada orang-orang disekitar anda, sehingga
dengan pemberian energi positif anda itu, mereka bisa mengisi `ember-
ember' jiwa mereka. Dan karenanya, hidup mereka menjadi lebih baik
dari sebelumnya. Hey, lihat: Anda sudah menjadikan hidup seseorang
menjadi lebih baik. Ketika anda memberinya energi positif, mereka
menjadi semakin positif juga. Mereka semakin bahagia. Dan ketika
mereka merasakan ember mereka penuh juga, mereka kemudian memberikan
energi positif itu kepada orang lain. Lihatlah, ternyata, semudah
itulah kebaikan menyebar dari satu orang kepada orang lainnya. Dan
ketika penyebaran itu menjadi sebuah wabah; maka kebaikan kecil yang
anda tebarkan pada satu orang; kini sudah menyebar kepada seluruh
manusia dimuka bumi ini.......

Sebentar dulu. Mestikah kita memberikan tabungan emosi positif itu
kepada orang lain? Seperti uang yang anda tabungkan; anda boleh
menggunakannya untuk apa saja. Untuk diri anda sendiri, atau untuk
orang lain. It's your call. Demikian pula halnya dengan emosi
positif yang anda tabungkan. Anda bisa gunakan untuk diri anda
sendiri agar hari-hari anda menjadi indah. Bisa pula diberikan
kepada orang lain. Agar hari-hari anda menjadi penuh arti. Dan kaya
makna. Bedanya, uang tabungan anda mungkin akan habis sesaat setelah
anda menggunakan atau memberikannya. Sedangkan emosi positif, akan
semakin bertambah ketika anda memanfaatkannya. Entah anda
memanfaatkan untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Contohnya
begini. Sifat penolong adalah salah satu bentuk emosi positif.
Ketika anda menolong orang, sebenarnya anda sedang memberikan energi
positif itu kepada orang lain. Sebaliknya, ketika mendapatkan
pertolongan anda, orang itu membalasnya dengan ucapan terimakasih
dan senyum yang tulus. Anda, ketika melihat senyum itu diwajahnya,
merasa begitu bahagia. Dan. Ketika kebahagiaan memasuki relung hati
anda, tabungan emosi positif didalam `ember' anda kembali terisi.

Sekarang coba tengok lebih jauh kedalam hati orang itu. Begitu
berterimakasihnya dia pada anda. Sehinggga dia berjanji didalam
hati; kelak, jika dia sudah keluar dari permasalahan ini, dia akan
meniru anda. Dia akan mencari orang lain yang berada dalam kesulitan
serupa. Dan dia akan menolong orang itu sebisanya. Lihatlah. Ember
emosi positif orang itu bertambah.

Setahun kemudian, orang itu benar-benar menemukan seseorang yang
butuh pertolongan. Dan dia benar-benar menolongnya. Dia bahagia.
Orang yang ditolongnya bahagia, ditambah bonus cita-cita untuk
menolong orang lain dikemudian hari.

Anda menyaksikan rentetan peristiwa itu berulang terus menerus, dari
satu orang kepada orang-orang lainnya. Sehingga seolah-olah kini
sebagian bear orang yang anda temui, merupakan bagian
dari `jaringan' yang anda bangun. Begitu banyak orang yang telah
tertolong, yang kemudian menjadi sang penolong lainnya. Begitu
seterusnya. Dan hey...., lihatlah. Ember emosi positif anda anda
semakin terisi penuh.

Semua orang baik dimuka bumi ini suka memberi. Mereka menyisihkan
sebagian dari uang yang dihasilkannya setiap bulan untuk memberi
pada orang lain. Entah seribu rupiah. Atau sepuluh ribu. Seratus
ribu. Satu juta. Berapa saja. Tetapi, mereka ?kita semua ?hanya
bisa melakukannya jika sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup dasar
terlebih dahulu. Kita tidak mungkin memberi kepada orang lain jika
kebutuhan hidup kita sendiri belum terpenuhi. Kalau kita masih
bertanya; hari ini anak-anak saya makan apa? Akan sangat sulit bagi
kita untuk bersedekah, bukan? Oleh karena itu, kita harus
menghasilkan lebih banyak dahulu untuk bisa melakukan sesuatu bagi
orang lain. Begitu pula dengan emosi positif. Kita harus terlebih
dahulu memiliki jumlah yang cukup untuk menjadikan hidup kita
positif, sebelum mampu berbagi dengan orang lain.

Bagaimana jika tabungan emosi positif kita benar-benar sedikit?
Bukankah tidak mudah untuk mencari tambahannya? Tidak usah khawatir.
Karena selalu ada cara bagi kita untuk terus menerus menambah
tabungan emosi positif itu. Pertama, kita bisa melakukannya dengan
diri sendiri. Mulai dari cara sederhana saja. Misalnya, dengan
sekedar memiliki keyakinan bahwa anda dapat mengatasi masalah yang
sedang anda hadapi, tabungan emosi positif anda mulai bertambah
sedikit. Jika anda melakukan sebuah tindakan untuk mengatasi masalah
anda; tabungan itu bertambah sedikit lagi. Ketika menghadapi
rintangan dalam upaya itu, lalu anda kesal, tabungan itu berkurang.
Tapi, ketika anda katakan: rintangan ini akan menjadikan aku
SEMMMAAAAKIN KUAT!!!, maka tabungan emosi positif anda BERTAMBAH
sangat banyak. Begitulah seterusnya. Anda bisa mengisinya kembali,
sebanyak yang anda inginkan.

Tapi...., memang tidak selalu mudah melakukannya, terutama jika kita
hanya bergumul sendirian. Kita perlu cara kedua, yaitu: melibatkan
orang lain yang mempunyai banyak tabungan emosi positif. Anda bisa
menambah tabungan itu dari mereka. Tidak perlu ragu-ragu untuk hal
ini. Sebab, orang-orang yang memiliki begitu banyak tabungan emosi
postif disekitar anda, akan dengan senang hati memberikan tabungan
yang mereka miliki kepada anda. Semakin anda mengambil dari mereka,
semakin bahagia mereka adanya. Oleh karena itu, pandai-pandailah
memilih teman. Sebab, jika anda berteman dengan orang yang tepat;
maka tabungan emosi positif anda akan semakin hari semakin banyak.
Dan oleh karenanya, kemampuan anda untuk menularkan emosi positif
itu kepada orang lain, akan semakin hari semakin besar. Dan itulah
sesungguhnya, saat dimana anda menjadi bagian penting dalam
perputaran roda kehidupan yang Tuhan rancang. Mau?


Dadang Kadarusman
http://www.dadangka darusman. com/