Senin, 26 November 2007

TUGAS KITA BERUPAYA, BUKAN MENJAMIN HASIL

Dua orang pengayuh becak mencari penumpang di depan sebuah mall.
Kemarin, yang seorang rajin menawarkan becak pada pengunjung yang lalu lalang dan mendapat banyak pemasukan.
Sedangkan yang lain, seharian hanya berteduh dari terik, harus puas dengan uang tak seberapa.

Tetapi, esok hari, situasi berbalik. Ia yang rajin menjajakan becaknya nyaris tak membawa uang pulang.

Malah yang duduk-duduk di bangku becaknya dihampiri penumpang.

Mengapa ada kenyataan seperti ini?
Ada orang rajin bekerja lalu menerima imbalan yang menyenangkan.
Kita sebut itu "usaha".

Ada orang seolah tak melakukan apa, malah mendapat hasil tiada kepalang.
Kita bilang itu "keberuntungan".

Bagi yang tak menemukan jawaban,

hanya bergumam, "Yah, itulah bola nasib."Sesungguhnya hampir-hampir kita tak berkuasa atas diri kita sendiri. Kita tak mampu memerintahkan segores luka untuk sembuh semau kita. Apalagi kuasa penuh atas roda kehidupan ini.

Karenanya, orang bijak tak henti bertutur agar kita tetap bekerja sekuat tenaga,
jangan terlepas dari doa dan harapan, namun setelah itu serahkan semuanya pada kehendak Penguasa Semesta; berserah diri sepenuhnya.

Dari artikel DJODI ISMANTO