Rabu, 01 Agustus 2007

Melontarkan Humor Secara Tepat


Bisa dipastikan semua orang suka humor. Karena humor mampu menciptakan kegembiraan dalam lingkungan pergaulan dimanapun, termasuk di lingkungan kantor. Namun tentu saja bukan sembarang humor. Anda perlu tahu kapan dan bagaimana menyiasati humor secara baik dan tepat sasaran. Salah dalam melontarkan humor bisa berakibat fatal, seperti merusak suasana dan menyinggung perasaan orang lain.

Ada beberapa tips dalam menyampaikan humor yang baik dalam pergaulan Anda di kantor maupun pergaulan sosial lainnya. Coba simak tipsnya berikut ini:

Kenali pendengar
Jangan asal melontarkan humor, kenali terlebih dulu dengan siapa Anda berbicara. Perkirakan bagaimana kemampuan mereka menanggapi humor Anda. Dengan demikian Anda mulai bisa menyusun beberapa skenario humor yang tepat pada pendengar atau orang-orang yang sedang terlibat di sana.

Perhatikan situasi
Humor yang segar dan tepat pada sasaran biasanya bersifat topikal, dikenal baik oleh pendengar, dan sesuai dengan situasi. Karena itu pelajari situasinya. Humor paling lucu yang dilontarkan terlalu cepat akan kehilangan sensasinya. Meskipun humor sebaiknya spontan, namun Anda bisa menyusun skenario dan membawa suasana semakin meriah.

Kuasai bahan humor
Ada banyak bahan humor yang bisa Anda temui. Namun menguasai bukan berarti sekedar hafal. Anda juga perlu tahu bagaimana menyampaikannya melalui intonasi, mimik wajah, dan bahasa tubuh lain. Anda juga bisa melibatkan orang lain untuk menunjang humor Anda. Memang, bila humor itu sendiri sudah cukup 'kuat', meski disampaikan datar-datar saja, tetap terdengar lucu. Tapi kadar kelucuan itu akan lebih maksimal jika ditunjang dengan penyampaian yang tepat.

Hindari humor yang sensitif
Jangan melontarkan humor tentang hal-hal yang sensitif. Humor tentang agama, suku, politik, seks, atau isu-isu sensitif lainnya sebaiknya dihindarkan. Ini bisa membahayakan diri Anda sendiri. Anda akan dicap tidak tahu etika, asal, atau sekedar caper (cari perhatian).

Jangan berlebihan
Jangan terlalu 'over' atau berlebihan dalam menyampaikan humor. Kendalikan diri Anda sebaik-baiknya. Ketahui dengan pasti kapan saatnya Anda harus berhenti dan kembali serius. Jangan sampai kebablasan dalam berhumor yang mengakibatkan Anda dicap norak.

Tapi perlu Anda ingat, walau humor cukup perlu untuk menyegarkan kehidupan Anda, tidak setiap saat Anda harus bersenda gurau dan bercanda ria. Anda harus bisa membedakan kapan saatnya harus serius dan kapan bisa bercanda. Namun yang jelas, humor yang tepat dapat menambah gairah dan semangat kerja Anda. Sehingga bete nggak sering-sering bete di kantor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun