Sabtu, 09 Oktober 2010

Maafkan Aku Ya

Seorang Ibu Guru TK mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh anak-anak tiap
murid'nya membawa kantong plastik transparan 1 buah & kentang. Masing-masing
kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jmlh
kentang'nya tdk ditentukan brp, tergantung jumlah org yg dibenci.

Pd hari yg disepakati masing-masing murid membawa kentang dlm kantong plastik.
Ada yg berjmlh 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5. Spt perintah guru mereka, tiap-tiap
kentang diberi nama sesuai nama org yg dibenci. Murid-murid hrs membawa kantong
plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet
sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai
mengeluh, apalagi yg membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak
sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega krn penderitaan
mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: "Bgmn rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pd umumnya mereka tidak merasa
nyaman hrs membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru
pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tdk
bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu
hanya 1 minggu, bgmn jk kita membawa kebencian itu seumur hidup ?

Alangkah tidak nyamannya ...

Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci.

Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sdng memegang bola berduri.
Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan merasakan
sakit. Karena itu tidak ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan.

Jd bagi yg semua orang yg pernah aku sakiti dan pernah tersinggung krn perkataan
maupun perbuatanku baik sengaja maupun tidak, aku mohon maaf yah... Semoga tidak
ada kebencian lg diantara kita...:)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri Komentar sehat dan membangun