Senin, 10 Desember 2007

General Check-Up Cinta

Seperti tubuh, hubungan Anda dan pasangan pun perlu di-general check up. Masih sehatkah atau menyimpan bibit-bibit penyakit? Mari kenali gejalanya.

Siapa sih yang tidak mau hubungan cintanya selalu sehat? Apalagi jika hubungan itu sudah menginjak usia di atas satu tahun. Sayang banyak yang tidak menyadari bila kesehatan hubungan terganggu. Biasanya kesadaran datang ketika ’daya tahan’ melemah dan hubungan pun rentan penyakit. Nah, sebelum terlambat cobalah mendeteksi kondisi hubungan Anda dan pasangan. Dengan begitu, ’penyakit’ yang mulai mendekati bisa segera diobati dan hubungan cinta Anda sehat kembali.

Detak Jantung
Masih ingat ketika Anda jatuh cinta pertama kali pada si dia? Kala itu, jantung Anda pasti berdegub lebih kencang setiap kali bertemu dia atau mengingat momen indah bersamanya. Sekarang, coba deh periksa detak jantung Anda. Mungkin saat ini detaknya stabil. Namun, pasti ada sesuatu yang tetap bisa membuat detak jantung Anda berirama lebih cepat dari biasanya. Misalnya, suara tawa pasangan ketika bibirnya menelusuri leher Anda atau aroma tubuhnya yang tertinggal meski si dia telah pergi.

Jika ternyata detak jantung Anda melemah atau berdegub biasa saja terhadap hal-hal seperti itu dan hal ini sudah berlangsung lama, maka mungkin ada yang tak beres dengan hubungan cinta Anda. Mungkin, Anda membutuhkan sebuah liburan akhir pekan yang romantis untuk membuat jantung Anda kembali berdegub lebih kencang.

Periksa Pernapasan
Tes yang kedua cukup dengan memperhatikan pernapasan Anda. Untuk itu, coba tarik napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan-lahan. Lalu duduklah di samping pasangan dan amati apa yang Anda rasakan. Ketika berada di dekat pasangan, harusnya Anda merasa benar-benar relaks dan nyaman. Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, termasuk juga Anda tak bisa berkomunikasi dengan lancar, rasanya ingin marah dan meledak, tampaknya Anda harus berkonsultasi ke dokter cinta.

Uji Refleks
Anda mungkin pernah melihat atau merasakan sendiri saat dokter mengetuk pelan lutut dengan palu? Pasti dengan serta merta kaki bawah bergerak ketika lutut diketuk. Nah, itu yang namanya gerakan spontan atau refleks. Respon instingsif ini menandakan ’mesin tubuh’ Anda bekerja dengan baik.

Dalam hubungan yang sehat pun spontanitas diperlukan. Misalnya ketika Anda sedang sedih, apakah kesedihan Anda juga berpengaruh padanya? Ketika dia memijat punggung atau menggandeng tangan Anda, apakah Anda merasakan sentuhan yang hangat? Bila hati Anda rasanya selalu terhubung dengan hatinya, artinya hubungan bisa dibilang sehat.

Uji Fleksibilitas
Apakah Anda masih punya kemauan untuk mengubah hubungan Anda dan pasangan (yang mungkin sedang dalam masalah) ke arah yang lebih baik? Apakah Anda punya kemauan untuk mawas diri, punya kemauan untuk mengesampingkan sejenak kebutuhan Anda dan memerhatikan kebutuhan pasangan? Jika Anda dan pasangan masih punya kemauan itu, artinya hubungan yang sehat bisa diupayakan.



Sumber: Chic/kompas