Senin, 08 Oktober 2007

Kura - Kura dan Kelinci

Untuk menggambarkan hebatnya team work, salah satu rekan saya mendongengkan kisah kehidupan dua binatang yakni kura-kura dan kelinci. Suatu ketika, kelinci mengajak balap lari dengan kura-kura. Pertandingan pun dimulai. Kelinci langsung memimpin jauh di depan kura-kura. Tiba-tiba kelinci menoleh ke belakang, dilihatnya kura-kura masih tertinggal jauh di belakang. Karena sudah merasa menang, kelinci berhenti berlari. Sang pemakan wortel ini malah duduk-duduk santai, tidur-tiduran dan akhirnya tertidur.


Pelan namun pasti kura-kura tetap berlari. Bahkan kura-kura mampu melewati sang kelinci yang sedang tertidur. Kura-kura pun menang dan mampu mengalahkan sang kelinci.


Merasa malu dirinya dikalahkan oleh kura-kura yang kemampuan larinya jauh lebih lambat, kelinci menangis. Kura-kura pun datang menghibur kelinci sambil berkata ?lain kali kamu harus hati-hati dengan falsafah kehidupan kami, alon-alon asal klakon (pelan namun pasti)?


Kelinci menantang diadakannya pertandingan ulang. Kura-kura pun setuju. Begitu aba-aba start dimulai, kelinci langsung berlari sekencang-kencangnya. Kali ini, binatang bertelinga panjang itu mengerahkan semua kemampuannya dan fokus pada garis finis. Dia tidak lagi menoleh ke belakang dan duduk-duduk santai.Pertandingan ulang itupun dimenangkan kelinci. Kura-kura mengucapkan selamat kepada kelinci sambil mengatakan ?falsafah alon-alon asal klakon bisa dikalahkan dengan kesungguhan, semangat dan fokus pada tujuan akhir yang hendak dicapai.?


Wah kedudukan satu-satu ya? seru kura-kura. Untuk menentukan pemenangnya pertandingan di gelar kembali. Kali ini kura-kura meminta kepada kelinci agar kura-kura yang menentukan rute pertandingan. Merasa bahwa kemampuan larinya jauh lebih cepat dibandingkan kura-kura iapun menyetujui tawaran kura-kura itu.


Pertandingan dimulai. Sang kelinci langsung memimpin pertandingan. Namun di tengah perjalanan kelinci berhenti karena ternyata rute yang harus dilewati adalah sungai yang sangat lebar. Maka sampailah kura-kura di tepian sungai itu dan menyapa sang kelinci yang sedang gelisah ?maaf ya saya nyeberang duluan.? Dipertandingan ke tiga ini kura-kuralah yang menjadi pemenang. Untuk yang kedua kalinya kelinci menangis.


Kura-kura mendatangi kelinci. Sambil terisak kelinci berkata kepada kura-kura ?ternyata kalau kita ingin memenangkan pertandingan kita harus bersaing sesuai dengan core competence kita ya.?


Untuk menghibur kelinci kura-kura kemudian memberikan tawaran kepada kelinci. ?Bagaimana kalau kita berlomba lagi. Kali ini, tidak ada yang kalah, semuanya menang. Caranya, ketika di darat kamu gendong saya. Ketika di sungai saya gendong kamu? kata kura-kura. Kelinci menyetujui tawaran kura-kura.


Ternyata di pertandingan ke empat ini, waktu tempuhnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Akhirnya, kedua binatang itu sepakat bahwa kerja sama antar core competence yang berbeda akan menghasilkan prestasi yang jauh lebih baik. Dan yang lebih penting lagi, tidak ada yang merasa dikalahkan.


Bila kehidupan berbangsa kita dihiasai dengan kerjasama antar satu dengan yang lain, sungguh banyak prestasi yang bisa kita ukir. Keinginan untuk hanya populer, menonjolkan kelompok atau partainya saja sudah saatnya ditinggalkan.

Karya-karya besar. Membangun negeri menjadi lebih bermartabat. Menjadikan negeri ini gemah ripah loh jinawi. Menjadikan kita sejajar dengan negara-negara besar lain. Semua itu, hanya bisa kita raih bila kerjasama anak negeri bisa kita wujudkan. Terima kasih kura-kura. Terima kasih kelinci.